143
Syntax Idea: pISSN: 2684-6853 e-ISSN: 2684-883X
Vol. 3, No. 1, Januari 2021
PEMBUATAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN INTERAKTIF TEKNIK
PEMIJATAN PADA WAJAH DI SMK
Kiki Ida Dwijayanti dan Suhartiningsih
Universitas Negeri Surabaya Jawa Timur, Indonesia
Email: nungatinurhaya[email protected] dan [email protected]
Abstract
The purpose of making this article is to provide knowledge that the creation of
learning video media in VOCATIONAL in the pandemic era iseffective. This article
uses kuantitative research method using questionnaires shared through google
form,wherequestionnaires taken are edated from beauty journals. The results of
this study show the existence of advantages and disadvantages that can be
corrected. Some of these advantages include high attractiveness, suitability of
typefaces, and narratives that support learning videos and interestingly presented
materials that have included the entire facial massage material with a percentage
of 100% of the overall expert validator and a percentage of 66.7% with the level of
likes to state the background, fonts and narrative used to support the clarity of the
material. Although there are some improvements in the introduction, this
interactive learning video is already good and can be used by a vocational school
teacher to help with the student learning process.
Keywords: Face technique massage; Media; Learning video media
Abstrak
Tujuan pembuatan artikel ini adalah untuk memberikan pengetahuan bahwa
pembuatan media video pembelajaran di SMK di era pandemic adalah hal yang
effective. Artikel ini memakai metode penilitian kuantitative dengan menggunakan
questionnaire yang di bagikan melalui google form, dimana questionnaire yang
diambil diataptasi dari jurnal kecantikan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan
adanya kelebihan dan kekurangan yang dapat diperbaiki. Beberapa kelebihan
tersebut diantaranya terdapat pada daya tarik yang tinggi, kesesuaian jenis huruf,
dan narasi yang mendukung video pembelajaran serta materi yang disajikan secara
menarik yang telah mencakup keseluruhan materi massage wajah dengan
prosentase 100% dari keseluruhan validator ahli serta prosentase 66,7% dengan
taraf suka menyatakan background, font dan narasi yang digunakan telah sesui
untuk mendukung kejelasan materi. Walaupun terdapat beberapa perbaikan di
bagian pendahuluan, namun video pembelajaran interaktif ini sudah baik dan bisa
digunakan seorang guru SMK untuk membantu melakuakn proses belajar siswa.
Kata kunci: teknik pemijatan pada wajah; media; video pembelajaran
Kiki Ida Dwijayanti dan Suhartiningsih
144 Syntax Idea, Vol. 3, No 1, Januari 2021
Pendahuluan
Wabah corona virus disease 2019 (Covid-19) yang telah melanda 215 negara di
dunia, memberikan tantangan tersendiri bagi lembaga pendidikan, khususnya Perguruan
Tinggi (Sadikin et al., 2020).
Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih
dikenal dengan nama virus corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke
manusia. Virus tersebut dapat menyerang siapapun, baik bayi, anak-anak, dewasa,
lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui. Infeksi virus ini telah diberi nama oleh WHO
untuk penyakit tersebut yaitu COVID-19 serta pertama kali ditemukan di kota Wuhan,
Cina, pada akhir Desember 2019 (Santosa, 2020).
Diera pandemi covid-19 ini, pembelajaran tatap wajah tidak diperbolehkan oleh
menteri pendidikan Bapak Nadiem Makarim yang telah bekerja sama dengan menteri
kesehatan. Hal ini berdasarkan peraturan yang diterbitkan oleh menteri pendidikan dan
kebudayaan nomer 03 tahun//2020 tentang pencegahan Corona VirusegDisease
(COVID-19) (Santoso & Santosa, 2020).
Berbagai kebijakan dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat dan ditindaklanjuti oleh
Kementerian dan Pemerintah Daerah di Indonesia untuk belajar (sekolah dan kuliah)
dari rumah, bekerja dari rumah (work from home), dan beribadah dari rumah
(Khaeruman, Nur, Mujiyo, & Rodliyana, 2020).
Pemberlakuan sistem lockdown pertama kali akibat covid 19 pada tanggal 23
Januari 2020, dilakukan di negara Cina dengan pencatatan 3.261 kematian(Susilo et al.,
2020).
Seluruh lapisankpendidikan per tanggal 12 maret 2020 seluruh lapisan sekolah
terpaksa diliburkan, seluruh pendidik dan peserta didik melakukan kegiatan
pembelajaran jarak jauh atau disebut dengan belajar dari rumah. Pola pembelajarn telah
berubah dikarenakan adanya pandemi Covid-19 sehingga dari, proses. pembelajaran/
yang. mestinya. dilaksanakan. secara. tatap. muka beralih menggunakan sistem
pembelajaran. jarak. jauh atau/ daring. Pembelajaran jarak jauh yakni pembelajaran
yang terjadi saat guru. dan. peserta .didik /dalam .waktu .yang sama/ dapat melakukan
kegiatan belajar mengajar meskipum di tempat berbeda (Akbar, 2018).
Di beberapa daerah, telah dilakukan pembelajaran secara daring atau disebut
belajar dirumah. Tidak hanya di dunia pendidikan seluruh perekonomian juga
dilemahkan dengan ditutupnya semua lembaga yang memungkinkan adanya
perkumpulan orang. Beberapa tindakan ini dilakukan dalam tujuan menekan
penyebaran Covid-19. Pendidikan berubah menjadi seperti inipun tak ada uyang
menyangka, jika satu virus mengubah dunia pendidikan kita.
Kebijakan physical distancing yang bertujuan mengurangi laju persebaran virus,
memaksa pendidikan normal yang biasa dilakukan tatap muka di sekolahan menjadi
belajar dari rumah dengan menggunakan online (internet) dalam skala. menyeluruh atau
yang disebut dengan sistem Daring (Dalam jaringan), sehingga seluruh pembelajaran
dilakukan secara online. Dengan menggunakan Daring, selain .dapat mengurangi
dampak .penyebaran virus covid-19, juga memiliki beberapa manfaat lain seperti: siswa
Pembuatan media video pembelajaran interaktif teknik pemijatan pada wajah di SMK
Syntax Idea, Vol. 3, No 1, Januari 2021 145
dapat memperoleh pendidikan yang berkualitas, lebih produktif dalam belajar namun
juga masih dalam pengawasan dan bimbingan guru (Yerusalem, Rochim, & Martono,
2015). Pergantian model pembelajaran ini tentunya memaksa berbagai pihak dari atas
hingga bawah untuk mengikuti alur agar pembelajaran dapat berlangsung dengan
lancar. Selain itu penunjang sarana dan prasarana, seperti kepemilikan perangkat untuk
daring, jaringan internet yang memadai, serta kemampuan para pendidik dan wali siswa
untuk menunjang berlangsungnya kegiatan daring juga diperlukan. Pentingnya
pendidikan mengharuskan pendidikan tetap harus berlangsung. Pendidikan sebenarnya
merupakan proses komunikasi yang didalamnya mendukung perubahan pengetahuan,
nilai-nilai dan keterampilan-keterampilan, baik yang terjadi di dalam maupun di luar
lembaga pendidikan yang berlangsung sepanjang hayat (life long process) yang sesuai
dan sejalan dengan amanat pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 Republik
Indonesia yang mengemukakan tujuan dari pembentukan pemerintah Negara Indonesia
salah satunya adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, karena pada hakikatnya
suatu bangsa yang maju salah satunya karena bangsa tersebut memiliki sumber daya
manusia berpendidikan, cerdas dan bermartabat. Undang-Undang tentang Sistem
Pendidikan Nasional (Sisdiknas) Nomor 20 Tahun 2008 Bab 1 Pasal 1 menjelaskan
bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujukan suasana belajar
dan proses pembelajaran secara aktif untuk mengembangkan potensi peserta didik
dalam proses pembelajaran kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,
kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya,
masyarakat, bangsa, dan Negara. Proses pembelajaran yang baik terletak pada
pembelajaran yang bermakna dan dapat diingat seumur hidup. Sebuah pembelajaran
yang bermakna yakni pembelajaran yang membekas dan tidak dapat terlupakan oleh
siswa. Hal ini didukung pula oleh teori yang menyatakan bahwa belajar itu merupakan
proses mendapatkan pengetahuan (Suprijono, 2013).
Beberapa macam media pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran
jarak-jauh yakni seperti pembelajaran dua arah menggunakan Zoom meeting, atau satu
arah yakni melalui WA Group, dan google form, serta dapat melalui tutorial yang di
buat oleh guru yang dijadikan dalam format video agar siswa lebih memahami terhadap
materi yang disampaikan. Media pembelajaran berfungsi menyampaikan pesan dan
dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan peserta didik untuk
mendorong terjadinya proses belajar pada diri peserta didik. Media pembelajaran yakni
alat bantu dalam proses belajar mengajar, penggunaan media pembelajaran bertujuan
untuk memudahkan materi agar dimengerti dan dipahami oleh peserta didik, terutama
pada kompetensi dasar yang diharuskannya melakukan praktik. Fungsi media
pembelajaran adalah suatu peralatan untuk mempermudah menyampaikan pelajaran
dalam suatu proses belajar mengajar di kelas (Munadi, 2013). Media video
pembelajaran merupakan salah satu media audio visual serta penggabungan antara
gambar dan teks atau tulisan yang dikemas dengan audio dan animasi (Widiati &
Irawati, 2013). Video pembelajaran dalam sistem pembelajaran jarak jauh memiliki
keunggulan dibandingkan dengan media lain yaitu, video pembelajran mampu
Kiki Ida Dwijayanti dan Suhartiningsih
146 Syntax Idea, Vol. 3, No 1, Januari 2021
merangsang imajinasi, perasaan dan hasrat peserta didik dalam pembelajaran (Katrin,
2020). Konsep pembelajaran menggunakan media video ditampilkan secara nyata dan
menarik, materi tersusun sistematis, serta kemasan yang unik dapat meningkatkan daya
ingat peserta didik (Rahayu, 2020). Dalam penerapannya, media video pembelajaran
disampaikan melalui beberapa tahap; pertama, dirancang, dikembangkan, diproduksi,
dibagikan dan setelah itu dikelola oleh peserta didik (Yerusalem et al., 2015). Selain itu
pembuatan media video di era covid ini juga diharapkan menjadi media yang interaktif.
Media interaktif termasuk dalam media konstruktifistik yakni sebuah media yang
tersusun dari 3 poin, yakni: pembelajaran, siswa, dan proses pernbelajaran. Pengertian
interaktif menurut (Rahayu, 2020). komunikasi dua arah termasuk dalam komponen
komunikasi multimedia interaktif (berbasis komputer) yakni hubungan antara manusia
(sebagai user /pengguna produk) dan computer. Terdapat dua batasan Interaktifitas
dalam multimedia (1) pengguna (user) berinteraksi dengan program aplikasi, (2)
aplikasi informasi interaktif agar pengguna bisa mendapatkan informasi yang
diinginkan dan dibutuhkan saja. Sejalan dengan pengertian yang dikemukakan oleh
(Rahayu, 2020) menambahkan bahwa multimedia interaktif bertujuan menawarkan
pembelajaran yang interaktif melalui suara, video, 3D, grafik, animasi sehingga
menciptakan interaksi. Karakteristik media pembelajaran interaktif yakni siswa
diwajibkan untuk rerinteraksi selama mengikuti pelajaran dan tidak hanya
memperhatikan penyajian atau objek. Ada tiga macam interaksi menurut (Rahayu,
2020) yakni (1) siswa dengan sebuah program, misalnya mengisi blanko pada teks yang
terprogram. (2) siswa berinteraksi dengan mesin seperti mesin pembelajaran, simulator,
laboratorium bahasa atau terminal komputer. (3) media interaktif adalah yang mengatur
interaksi antar siswa secara alamiah. Beberapa ciri media dapat dikatakan interaktif
(Zaman, 2012) menjelaskan bahwa karakteristik media pembelajaran interaktif, pertama
yaitu curriculum, maksudnya desain pembelajaran harus sesuai dengan kurikulum.
Aspek desain kurikulum dan pembelajaran terdiri dari 6 penilaian (a) kesesuaian
sasaran, (b) kelengkapan unsur pembelajaran, (c) kejelasan tujuan, (d) konsistensi
tujuan materi evaluasi, (e) pemberian contoh (f) aspek-aspek pedagogik. Kedua yaitu
content, aspek yang mempengaruhi penilaian konten, yakni (a) kebenaran substansi
materi,(b) kecukupan cakupan, (c) kedalam,(d) aktualitas,(e) kelengkapan sumber.
Ketiga communication. Keempat computer capasity, kemampuan komputer multimedia.
Kelima creativity, Keenam compability, Ketujuh cosmetic, Kedelapan interactivity.
Rendahnya kemampuan guru di bidang teknologi informasi menjadi salah satu
kendala pada sistem pembelajaran jarak jauh (Kutluk & Gulmez, 2012). Tujuan
penulisan jurnal ini adalah sebagai media pembelajaran dengan maksud membantu guru
melakukan proses belajar mengajar di era covid-19 ini, selain itu pembuatan media
video ini juga bertujuan agar proses pembelajaran akan lebih mudah ditangkap,
dipahami, dan dimengerti oleh peserta didik. Materi yang disajikan dan dipilih dalam
pembuatan media video pembelajaran ini adalah materi pemijatan/massage.
Pemijatan dilakukan saat keadan wajah bersih dengan menggunakan kosmetika
krim massage yang sesuai jenis kulit. Krim massage yang sesuai untuk jenis kulit
Pembuatan media video pembelajaran interaktif teknik pemijatan pada wajah di SMK
Syntax Idea, Vol. 3, No 1, Januari 2021 147
kering dan normal sebaiknya mengandung minyak zaitun berbeda untuk jenis kulit
.berminyak sebaiknya menggunakan .krim yang berbahan .dasar .asam .sitrun yang di
dalamnya .mengandung .vitamin .A dan E. Massage tidak dapat .dilakukan pada kulit
yang berjerawat karena dapat menyebabkan peradangan pada kulit wajah dan terjadi
infeksi pada kulit. Tujuan massage wajah adalah : (a) Memperbaiki dan memperlancar
peredaran darah. (b) Menyegarkan kulit wajah yang lesu. (c) Mencegah timbulnya
keriput pada kulit wajah. (d) Memperkuat otot wajah. (e) Memperlancar pergantian sel
kulit mati. (f) Membantu menenangkan syaraf. (g) Menghaluskan, mencerahkan dan
melembutkan kulit. Sedangkan teknik massage wajah adalah : (1) Effleurage (Strocking
movement) atau berupa gerakan memijat dengan menggunakan ujung jari dan telapak
tangan. Pada bagian pipi, leher dan dahi pemijatannya menggunakan telapak tangan,
begitu juga pada daerah yang sempit seperti hidung dan dagu menggunakan ujung jari.
Pemijatan effleurage dapat memberikan efek seudatif atau dapat disebut juga dengan
efek menenangkan atau rileks, gerakan ini pasti digunakan pada awal dan akhir
pemijatan. Pemijatan effleurage memiliki manfaat seperti mengangkat sel kulit mati,
mempercepat proses pembersihan zat yang mengandung karbondioksoda.
Pada pemijatan effleurage menggunakan telapak tangan atau jari tangan yang
harus menempel pada bagian yang akan dilakukan pemijatan, pemijatan dilakukan
secara perlahan dan tidak boleh dilepas saat melakukan pemijatan sebelum pemijatan
keseluruhan wajah selesai. Effleurage sering digunakan di bagian punggung, dada
kening, lengan dan kaki, wajah, kulit dan kepala.
Gambar 1. Teknik massage effleurage di daerah kening.
(Siregar, 2017)
Gambar 2.
Teknik massage effleurage di daerah kening, pipi, leher dan bahu.
(Siregar, 2017)
(2) Pemijatan petrisage merupakan pemijatan menggunakan gerakan meremas
dengan ujung jari dan telapak tangan yang digunakan sebagai penjepit kulit luar.
Pemijatan petrisage ini merupakan pemijatan yang memerlukan sedikit tekanan
(pressure) yang berguna untuk memperlancar peredaran darah, pemijatan ini juga
dilakukan pada pemijatan di daerah wajah, punggung, bahu, dan lengan. Tujuan
pemijatan petrisage yaitu dapat memperlancar zat-zat makanan yang melewati
pembuluh darah dan getah bening, pemijatan ini juga memperlancar peredaran darah
Kiki Ida Dwijayanti dan Suhartiningsih
148 Syntax Idea, Vol. 3, No 1, Januari 2021
pada tubuh dengan adanya gerakan tarik menarik atau tekanan yang merangsang kadar
kekenyalan pada kulit.
Gambar 3.
Teknik massage petrisage di daerah wajah.
(Siregar, 2017)
Gambar 4.
Teknik massagepetrisage di daerah dagu dan pundak.
(Siregar, 2017)
(3) Pemijatan friction merupakan gerakan menggosok dengan menggunakan
tekanan pada kulit secara perlahan. Pengurutan ini merupakan pemijatan yang memiliki
manfaat seperti memperlancar sirkulasi peredaran darah, menghilangkan kerut pada
wajah, dan memperkuat otot pada kulit wajah. Pemijatan ini dilakukan dengan
menggunakan dua ujung jari yang ditekan setelah itu lakukan pemijatan dengan
melingkar ringan pada bagian wajah yang akan dipijat. Sebagaimana dengan pemijatan
effleurage, pemijatan friction juga memiliki pola gerakan ritmis yang khusus seperti
gerakan melingkar, meremas, begitu juga dengan gerakan menggeser dengan tekanan.
Pemijatan friction dapat digunakan pada pemijatan wajah, kepala, leher, bahu,
punggung, tangan, dan kaki.
Gambar 5.
Teknik massage friction di daerah pipi, dagu, leher dan dada.
(Siregar, 2017))
(4) Pemijatan tapotage yakni gerakan berupa ketukan atau tepukan secara
berturut-turut yang dilakukan dengan menggunakan seluruh ujung jari dengan ringan
dan cepat sesuai ritme. Pemijatan tapotage ini sangat efektif untuk merangsang, syaraf,
mengembalikan tonus yang telah kendur dan memberikan rangsangan pada kontraksi
otot yang tegang untuk melemas kembali. Pemijatan ini dilakukan dengan cara ringan
dan tidak menimbulkan rasa sakit saat diketuk. Penerapan teknik tapotage pada
pengurutan yaitu : Pemijatan tapotage pada wajah dilakukan gerakan mengetuk dengan
menggunakan seluruh jari secara berturut-turut, cepat, dan ringan.
Pembuatan media video pembelajaran interaktif teknik pemijatan pada wajah di SMK
Syntax Idea, Vol. 3, No 1, Januari 2021 149
Gambar 6.
Teknik Tapotage pada dahi menggunakan ketukan jari.
(Siregar, 2017)
Tapotage pada bagian wajah menggunakan ketukan jari yang ringan dengan cara
menepuk dengan berturut-turut.
Gambar 7.Teknik Tapotage pada wajah dengan ringan.
(Siregar, 2017)
Tapotage .pada .bagian bawah dagu dilakukan .menggunakan /seluruh .telapak
tangan huntuk mmenepuk .kulit.
Gambar 8.
Teknik Tapotage pada daerah bawah dagu.
(Siregar, 2017)
(5) Pemijatan vibrasi merupakan pemijatan yang menggunakan gerakan
menggetar yang dilakukan dengan menggunakan ujung jari, pemijatan ini dapat
merangsang syaraf pada wajah dan membantu menggurangi kerut pada wajah.
Pemijatan ini juga dapat dilakukan menggunakan alat yaitu vibrator.
Gambar 9.
Berbagai pola massageVibration
(Siregar, 2017)
Metode Penelitian
Metode yang digunakan ini adalah metode validasi. Validasi ditujukan untuk
memperoleh keefektifan dan kesesuaian media video pembelajaran ini dari segi isi
media pembelajaran dan dari segi bahasa yang digunakan. Validasi yang pertama
digunakan yakni validasi dari para ahli yaitu 2 dosen ahli dan 1 dosen pembimbing
Adapun hal-hal yang perlu divalidasi oleh validator yaitu kesesuaian isi media
Kiki Ida Dwijayanti dan Suhartiningsih
150 Syntax Idea, Vol. 3, No 1, Januari 2021
pembelajaran dengan materi dan tujuan yang diinginkan kejelasan dan kemudahan serta
ketertarikan media untuk pemakainya mengenai susunan atau langkah-langkah
pelaksanaan untuk memudahkan siswa mengenai konsep teknik massage wajah.
Validasi yang kedua dari segi bahasa meliputi : kalimat-kalimat yang digunakan oleh
penutur dalam video telah memenuhi kaidah bahasa Indonesia yang baku, sehingga
tidak menimbulkan penafsiran ganda. Juga saran dari validator digunkan untuk
membantu merevisi media video pembelajaran yang akan digunakan nantinya.
Hasil dan Pembahasan
Video pembelajaran interaktif yang dibuat berdurasi kurang lebih 14 menit
tersebut berisi tentang tahap-tahap pembelajaran yang telah disesuaikan seperti
pengaplikasian rencana pembelajaran secara urut, tahaptahap tersebut meliputi
pembukaan, inti (penjelasan materi pembelajaran dan penjelasan tahap-tahap teknik
massage wajah), dan penutup. Didalam video tersebut memuat tentang tahap-tahap
teknik massage wajah yang dapat diikuti langsung oleh peserta didik jika digunakan
diera pandemi covid 19 ini, sehingga peserta didik faham dan tidak perlu mengulang-
ulang tahap dalam pembelajaran karna video tersebut mencakup materi secara tahap
demi tahap seperti dalam pembelajaran langsung di kelas. Langkah-langkah dalam
pembuatan video tersebut yang pertama yakni penentuan tema, KI dan KD yang dipakai
sesuai dengan semester dan materi yang diajarkan. Setalah itu penentuan alat dan bahan
untuk pembuatan video pembelajaran, selain disesuaikan dengan materi disesuaikan
juga dengan subject yang akan diajar. Tahap ketiga yaitu pembuatan video
pembelajaran yang melalui proses render dan edit. Tahap terakhir yakni menguji
kevalitan dan kesesuaian video tersebut pada beberapa dosen ahli kecantikan di lingkup
Universitas Negeri Surabaya melalui uji validitas.
Proses pengambilan data dilakukan dengan cara uji validasi yang dilakukan oleh 3
ahli yang mengisi lembar validasi menggunakan aplikasi google form. Validasi
dilakukan mulai tanggal 3-17 Agustus 2020 dengan dua dosen ahli tata rias.Validasi
yang diambil adalah validasi konten. Validasi ini, memvalidasi isi dari video
pembelajaran interaktif yang dibuat untuk membantu para guru dalam proses
pembelajaran dimasa pandemi covid 19 ini. Berdasarkan validasi dari 3 dosen ahli rata
rata mengisi pada point 4 yang berarti sangat suka, 3 yang berarti suka, 2 berarti kurang
suka, dan 1 berarti tidak suka, sehingga dapat disimpulkan bahwa video pembelajaran
tersebut memiliki beberapa kelemahan dan kelebihan. Beberapa kelebihan tersebut
diantaranya, video pembelajaran ini memiliki daya tarik yang tinggi, memiliki
kesesuaian jenis huruf untuk mendukung kejelasan video pembelajaran sehingga dapat
membuat peserta didik lebih memahami kejelasan materi pada video, serta memiliki
narasi yang sesuai dengan materi yang disajikan secara menarik, juga telah mencakup
keseluruhan materi massage wajah yang di butuhkan oleh para pengajar di SMK data
tersebut dapat dilihat dari prosentase yang mencapai 100%, yang artinya seluruh dosen
ahli yang memvalidasi menyukai video pembelajaran tersebut jika diaplikasikan ke
peserta didik.
Pembuatan media video pembelajaran interaktif teknik pemijatan pada wajah di SMK
Syntax Idea, Vol. 3, No 1, Januari 2021 151
Pada prosentase 66,7% yang artinya menunjukkan taraf suka, dengan indikator
yang menyatakan bahwa video tersebut memiliki background pembelajaran yang telah
sesuai dengan materi yang disajikan dan memiliki ukuran font yang telah sesuai untuk
mendukung kejelasan serta narasi yang digunakan sudah tepat untuk mendukung materi
yang disampaikan dalam video interaktif. Pada taraf sangat suka dengan prosentase
66,7% mengenai kejelasan suara dalam video.
Namun, kekurangan dari video pembelajaran interaktif ini terletak pada
backsound music yang kurang mendukung serta pembukaan yang telalu panjang dan
sedikit membutuhkan perbaikan jika diaplikasikan.Sehingga pembuatan video
pembelajaran ini disarankan terdapat perbaikan dibagian pembukaan agar tidak terlalu
panjang untuk menuju ke materi inti dan suara narrator saat menjelaskan materi harus
lebih keras. Video pembelajaran ini juga dapat dikatakan sebagai video interaktif,
walaupun video ini ada penjelasan satu arah, namun pada tahap tahap massage wajah
dilakukan secara perlahan, step by step dan runtun sehingga dapat diikuti langsung oleh
siswa, karena siswa tidak hanya melihat ataupun memperhatikan materi, namun siswa
diharuskan terlibat aktif dalam step by step selama mengikuti proses pembelajaran.
Pembuatan media video pembelajarang interaktif diharapkan dapat membantu guru
SMK untuk menjelaskan materi teknik pemijatan wajah di era pandemic covid 19.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai
berikut : Pertama, media video pembelajaran interaktif teknik pemijatan atau massage
pada wajah dikeadaan pandemic covid 19 ini sangat membantu proses belajar siswa
melalui media daring. Walaupun terdapat beberapa perbaikan di bagian pendahuluan,
namun video pembelajaran interaktif ini sudah baik dan dapat digunakan oleh guru
SMK untuk membantu proses belajar siswa. Kedua , yakni media pembelajaran
interaktif ini memiliki beberapa kelebihan seperti materi yang sesuai, background
pembelajaran serta narasi yang mendukung materi dan kekurangan pada backsound
music dan suara narrator yang kurang keras, namun kekurangan tersebut masih dapat
diperbaiki dan layak digunakan dalam proses pembelajaran di SMK.
Kiki Ida Dwijayanti dan Suhartiningsih
152 Syntax Idea, Vol. 3, No 1, Januari 2021
BIBLIOGRAFI
Akbar, Reza Rizki Ali. (2018). Pengembangan Video Pembelajaran Matematika
Berbantuan Media Sosial Instagram sebagai Alternatif Pembelajaran. UIN Raden
Intan Lampung.
Katrin, S. (2020). Upaya Meningkatkan Kemampuan Guru Dalam Membuat Video
Pembelajaran Melalui Workshop. Jurnal PAJAR (Pendidikan Dan Pengajaran), 4,
376381.
Khaeruman, Badri, Nur, Saifudin, Mujiyo, Mujiyo, & Rodliyana, Dede. (2020).
Pandemi Covid-19 dan kondisi darurat: Kajian hadis tematik. UIN Sunan Gunung
Djati Bandung.
Kutluk, Filiz Angay, & Gulmez, Mustafa. (2012). A research about distance education
students satisfaction with education quality at an accounting program. Procedia-
Social and Behavioral Sciences, 46, 27332737.
Munadi, Yudhi. (2013). Media Pembelajaran Sebuah Pendekatan Baru. Jakarta:
Gaung Persada Press.
Rahayu, et al. (2020). Vidio pembelajaran untuk generasi milenial.Jurnal ilmu
pendidikan, keguruan dan pembelajaran. 4.
Sadikin, Ali, Hamidah, Afreni, Pinang, Kampus, Jl, Masak, Ma, Jambi, Km, Bulian,
Indah, Mendalo, Jaluko, Kec, Kode, Kab Muarojambi jambi, & Indonesia, Pos.
(2020). Pembelajaran Daring di Tengah Wabah Covid-19 ( Online Learning in the
Middle of the Covid-19 Pandemic ). 6(1), 214224.
Santosa, Santi Puspa Ariyani. (2020). (2020). Analisis Pengaruh Social Distancing
Dalam Pencegahan Penyebaran Virus Corona Dengan Pelaksanaan Sholat Fardhu
Berjamaah Di Masjid Al Ikhlas Desa Sukoharjo Kecamatan Margorejo Kabupaten
Pati Jawa Tengah. Jurnal Syntax Idea, 2(5).
Santoso, Didik Haryadi, & Santosa, Awan. (2020). Covid-19 Dalam Ragam Tinjauan
Perspektif. LPPM Mercubuana.
Siregar, Winni Parlina. (2017). Pengaruh Penggunaan Modul Terhadap Hasil Belajar
Dasar Kecantikan Kulit Siswa Kelas X Tata Kecantikan Smk Negeri 10 Medan
Tahun Ajaran 2016/2017. Unimed.
Suprijono, Agus. (2013). Pembelajaran Kooperatif: Teori &Aplikasi PAIKEM.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Susilo, Adityo, Rumende, Cleopas Martin, Pitoyo, Ceva Wicaksono, Santoso, Widayat
Djoko, Yulianti, Mira, Herikurniawan, Herikurniawan, Sinto, Robert, Singh,
Gurmeet, Nainggolan, Leonard, & Nelwan, Erni Juwita. (2020). Coronavirus
Disease 2019: Tinjauan Literatur Terkini. Jurnal Penyakit Dalam Indonesia, 7(1),
4567.
Pembuatan media video pembelajaran interaktif teknik pemijatan pada wajah di SMK
Syntax Idea, Vol. 3, No 1, Januari 2021 153
Widiati, Utami, & Irawati, Enny. (2013). Media Video Pembelajaran Methods of Tefl.
Jurnal Ilmu Pendidikan, 19(1).
Yerusalem, Muhammad Rozi, Rochim, Adian Fatchur, & Martono, Kurniawan Teguh.
(2015). Desain dan Implementasi Sistem Pembelajaran Jarak Jauh Di Program
Studi Sistem Komputer. Jurnal Teknologi Dan Sistem Komputer, 3(4), 481492.
Zaman, dkk. (2012). Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif Menggunakan
Macromedia Flash Professional pada Pembelajaran Fisika. Indonesian Journal Of
Curriculum and Educational Technology Studies, 1.