Syntax Idea : p�ISSN: 2684-6853e-ISSN : 2684-883X�����

Vol. 1, No. 6 Oktober 2019

 


HUBUNGAN KOMUNIKASI DOSEN DENGAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH PENGANTAR AKUNTANSI DI UNIVERSITAS PAMULANG PROGRAM STUDI D-III SEKRETARI

 

Desilia Purnama Dewi, Harjoyo dan Ratna Suminar

Fakultas Ekonomi Universitas Pamulang

Email: [email protected], [email protected] dan [email protected]

 

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara Komunikasi Dosen dengan Hasil Belajar Mahasiswa Pada Mata Kuliah Pengantar Akuntansi di Universitas Pamulang Program Studi D-III Sekretari. Penarikan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik acak sederhana (random sampling). Jumlah responden adalah 80 orang. Metode pengumpulan data dilakukan dengan teknik survey (kuesioner) kepada Mahasiswa semester 3 (tiga) Program Studi D-III Sekretari Universitas Pamulang. Metode analisis yang digunakan dalam pengolahan data adalah Uji Korelasi Product Moment (korelasi person), Uji Koefisien Korelasi dan uji Signifikan koefisien Korelasi (Uji-t). Berdasarkan hasil analisis statistik diperoleh bahwa terdapat hubungan yang positif antara komunikasi dosen dengan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah pengantar akuntansi di Universitas Pamulang Program studi D-III Sekretari sebesar 0,83% dengan tingkat hubungan yang sangat kuat, dan kontribusi komunikasi dosen dengan hasil belajar mahasiswa dengan melihat hasil uji determinasi sebesar 68,89%.

 

Kata Kunci: Komunikasi, Hasil Belajar, Pengantar Akuntansi

 

 


Pendahuluan

Pembelajaran merupakan jantung dari proses pendidikan, pencapaian kualitas pembelajaran merupakan tanggung jawab profesional seorang pengajar sehingga dalam melaksanakan prinsip penyelenggaraan pendidikan harus sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Pendidikan sebagai salah satu jalur dalam pengembangan dan pembentukan karakter sumber daya manusia dalam menentukan masa depan bangsa. Menghasilkan manusia yang cerdas, sehat, jujur, berakhlak mulia, dan mempunyai kepedulian sosial yang tinggi. Dalam kaitan ini mutu pendidikan di Indonesia harus ditingkatkan agar bangsa Indonesia mampu bersaing dengan bangsa lain.

Kegiatan belajar merupakan kegiatan pokok pada keseluruhan proses pendidikan di lembaga pendidikan, ini berarti bahwa berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung kepada bagaimana proses belajar yang dialami oleh Peserta didik sebagai peserta pendidikan. Pandangan dan sikap setiap orang berbeda tentang belajar.Menurut pengertian psikologi belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungan dalam memenuhi kebutuhan hidup individu.

Berdasarkan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) No 20 tahun 2003 Bab II pasal 3 dikatakan bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembanganya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (Sisdiknas, 2003).

Hasil dari proses belajar ialah terciptanya perubahan tingkah laku dari individu, dimana perubahan tersebut merupakan output dari proses kegiatan belajar mengajar. Peserta didik dalam menuntut ilmu di lembaga pendidikan memperoleh hasil belajar yang berbeda, faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar antara lain, motivasi, minat, metode pembelajaran, sarana dan prasarana, kecerdasan dan intelegensi, dan salah satunya yang memegang peranan penting yaitu komunikasi.

Banyak metode yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar,masing-masing metode mempunyai kelebihan dan kekurangan. Pendidik dapat memilih metode pembelajaran sesuai dengan sifat materi pelajaran/kuliah yang disampaikannya. Metode pembelajaran yang dipilih Pendidik seringkali membosankan karena sebagian besar Pendidik kurang memanfaatkan media pembelajara.


Kegiatan Belajar Mengajar adalah suatu yang bernilai edukatif, mewarnai interaksi antara Pendidik dan Peserta didik. Interaksi yang bernilai edukatif mendorong untuk pencapaian tujuan pembelajaran secara optimal. Kegiatan belajar mengajar yang menumbuhkan interaksi antar individu merupakan langkah efektif pencapaian tujuan pembelajaran. Pendidik berkewajiban untuk menciptakan lingkungan belajar agarPeserta didik bergairah dalam belajar.

Dalam kegiatan belajar mengajar, komunikasi Pendidik adalah salah satu hal yang penting dalam mencapai keberhasilan belajar. Komunikasi yang baik mendorong pencapaian hasil belajar yang optimal, dan untuk menciptakan komunikasi yang baik diperlukan kemampuan nalar (komunikasi menulis, membaca, berbicara, mendengar dan berpikir). Komunikasi yang efektif akan berlangsung apabila Peserta didik bersikap responsif, menyatakan pendapat atau mengajukan pertanyaan diminta atau tidak diminta, sehingga terjadikomunikasi dua arah yang harmonis.

Penjelasan di atas menunjukkan bahwa komunikasi memegang peran yang sangat penting bagi keberhasilan belajar. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian tentang �Hubungan Komunikasi Dosen dengan Hasil Belajar Mahasiswa Pada Mata Kuliah Pengantar Akuntansi di Universitas Pamulang Program Studi D-III Sekretari�.

 

Metodologi Penelitian

Penulis menggunakan metode studi kepustakaan (library resarch), dan metode studi lapangan (field research). Untuk pengukuran dalam penelitianini, penulis menggunakan skala likert. Menurut (Ghozali, 2011) skala likert yaitu skala yang berisi lima tingkatan preferensi jawaban dengan pilihan 1 = sangat tidak setuju, 2 = tidak setuju, 3 = ragu-ragu, 4 = setuju, dan 5 = sangat setuju. Skala likert dikatakan ordinal karena pernyataan sangat setuju mempunyai tingkat atau preferensi yang lebih tinggi dari setuju, dan setuju lebih tinggi dari ragu-ragu, dan seterusnya. Dari aspek metodologis, penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif, metode ini disebut metode kuantitatif karena data dalam penelitian ini berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik. Instrumen penelitian data yang digunakan adalah kuesioner dalam bentuk pernyataan, kuesioner ini dibuat indikator variabel masing-masing sebagai acuan dalam mengembangkan butir-butir instrumen dalam bentuk pernyataan. instrumen digunakan untuk menjaring data tentang hubungan antara komunikasi dosen dengan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah pengantar akuntansi pada program studi D-III Sekretariadalah berupa angket (pernyataan). secara operasional dari kedua variabel tersebut yaitu komunikasi dosen sebagai variabel (x) dan hasil belajar mahasiswa sebagai variabel (y) baik variabel komunikasi dosen dan variabel hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah pengantar akuntansi dijabarkan menjadi beberapa indikator dan dari indikator ini dijabarkan menjadi suatu pernyataan.

 

Hasil dan Pembahasan

Untuk mengetahui bahwa instrument penelitian (dalam hal ini kuesioner) layak untuk dijadikan alat ukur penelitian, maka setiap pertanyaan/pernyataan harus diuji terlebih dahulu. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan uji validitas (kevalidan) dan uji reabilitas (kehandalan) dengan bantuan dukungan Microsoft Excel 2003-2007.

1.    Deskripsi Variabel Penelitian

Dalam hal ini merupakan hasil dari penelitian yang telah dilakukan, ini merupakan tanggapan responden terhadap kuisioner/pertanyaan yang disebarkan kepada responden berdasarkan variabel dan instrumen pertanyaan yang dapat dilihat sebagai berikut:

a.        Deskripsi Komunikasi Dosen (Variabel X)

Tanggapan responden terhadap kuisioner/pertanyaan yang disebarkan kepada responden berdasarkan komunikasi dosen (Variabel X) dan instrumen pernyataan yang dapat dilihat sebagai berikut:

 

Tabel 1

Persentase jawaban respondenterhadap�� Komunikasi Dosen

No.

Jawaban

Persentase

1

Sangat Setuju (SS)

38%

2

Setuju (S)

58%

3

Ragu � ragu (R)

4%

4

Tidak Setuju (TS)

0%

5

Sangat Tidak Setuju (STS)

0%

Total

100%

Sumber: Data primer diolah

b.        Deskripsi Hasil Belajar Mahasiswa (Variabel Y)

Dalam hal ini merupakan penjelasan hasil dari penelitian yang telah dilakukan, ini merupakan tanggapan responden terhadap kuisioner/pertanyaan yang disebarkan kepada responden berdasarkan hasil belajar mahasiswa (Variabel Y) dan instrumen pernyataan yang dapat dilihat sebagai berikut:

 

 

 

 

 

 

Tabel 2

Distribusi jawaban responden terhadap Hasil Belajar Mahasiswa (Y)

No.

Jawaban

Persentase

1

Sangat Setuju (SS)

26%

2

Setuju (S)

63%

3

Ragu � ragu (R)

9%

4

Tidak Setuju (TS)

1%

5

Sangat Tidak Setuju (STS)

1%

Total

100%

Sumber: Sumber: Data primer diolah

2.    Uji Validitas Dan Uji Reabilitas Variabel Komunikasi Dosen (X) dengan Hasil Belajar Mahasiswa (Y)

a.      Uji Validitas dan Uji Reabilitas Variabel X (Komunikasi Dosen)

Hasil uji validitas terhadap pertanyaan/pernyataan yang merupakan indikator dari variabel bebas dan terkait, yang masing-masing berjumlah 20 point tertuang dalam tabel dibawah ini:

 

Tabel 3

Rangkuman Analisis Validitas Butir Variabel Komunikasi Dosen (X)

No.

t-hitung

t-tabel

Kesimpulan

1

0,60

0,2

Valid

2

0,59

0,2

Valid

3

0,62

0,2

Valid

4

0,63

0,2

Valid

5

0,73

0,2

Valid

6

0,66

0,2

Valid

7

0,67

0,2

Valid

8

0,74

0,2

Valid

9

0,68

0,2

Valid

10

0,73

0,2

Valid

11

0,64

0,2

Valid

12

0,66

0,2

Valid

13

0,57

0,2

Valid

14

0,61

0,2

Valid

15

0,62

0,2

Valid

16

0,61

0,2

Valid

17

0,63

0,2

Valid

18

0,55

0,2

Valid

19

0,59

0,2

Valid

20

0,42

0,2

Valid

Sumber: Data primer diolah

 

1)      Langkah-langkah Perhitungan Uji Validitas Disertai Contoh Untuk Butir No.1 Variabel X (Komunikasi Dosen)

∑Xt�������������� = jumlah skor total = 6.926

∑Xt2��������� = Jumlah kuadrat skor total = 603.390

∑Xt2 ��������� = ∑Xt2

= 603.390

= 3.771,55

∑X ����������� = Jumlah skor tiap butir = 354

∑X2���������� = Jumlah Kuadrat skor tiap butir

����������������� = 42 + 52 + 42 + 52 +����.+ 42 = 1.586

∑X2���������� = ∑X2

= 1.586

= 19,55

2)      Uji Reabilitas

Uji reabilitas (kehandalan) terhadap pertanyaan/pernyataan yang merupakan indikator dari kedua variabel. Butir kuesioner dikatakan reliable (handal) bila memiliki koefisien kehandalan atau alpha () sebesar ≥ 0.5. setiap variabel diterjemahkan ke dalam 20 butir pertanyaan/pernyataan sebagaimana terlihat pada tabel dibawah ini.

a)   Menghitung Varians tiap butir dengan rumus

Si2��������� =

Contoh butir ke 1������� =

����������������������������������� =

����������������������������������� =

����������������������� ������ Si2 = 0,244

 

 

 

Tabel 4

Perhitungan Uji Reliailitas Variabel Komunikasi Dosen (X)

No.

Varian

1

0,244

2

0,234

3

0,231

4

0,219

5

0,250

6

0,259

7

0,313

8

0,215

9

0,335

10

0,296

11

0,306

12

0,367

13

0,477

14

0,292

15

0,309

16

0,469

17

0,273

18

0,386

19

0,331

20

0,309

Sumber: Data primer diolah

 

b)      Mencari Varians total ������St2 =

����������������������������������������������� =

������������������������������������� =

������������������������������������� =

������������������������������������� =

����������������������������������� ���� St2= 47,144

c)      Mencari Reliabilitas Variabel : r20 =

��������������������������������������������������������������� ������� =

����������������������������������������������� ������ = 1,05 x 0,87

����������������������������������������������� ������ = 0,9135

Kesimpulan:

X = 0,9135 (Reliabel karena nilai r hitung lebih besar dari pada nilai r tabel product moment yaitu 0,9135 > 0,220

b.      Uji Validitas dan Uji Reabilitas Variabel Y (Hasil Belajar Mahasiswa)

Tabel 5

Rangkuman Analisis Validitas Butir Variabel Hasil Belajar Mahasiswa (Y)

No.

t-hitung

t-tabel

Kesimpulan

1

0,20

0,2

Valid

2

0,41

0,2

Valid

3

0,38

0,2

Valid

4

0,52

0,2

Valid

5

0,62

0,2

Valid

6

0,59

0,2

Valid

7

0,41

0,2

Valid

8

0,60

0,2

Valid

9

0,50

0,2

Valid

10

0,57

0,2

Valid

11

0,50

0,2

Valid

12

0,65

0,2

Valid

13

0,57

0,2

Valid

14

0,28

0,2

Valid

15

0,59

0,2

Valid

16

0,31

0,2

Valid

17

0,60

0,2

Valid

18

0,46

0,2

Valid

19

0,53

0,2

Valid

20

0,63

0,2

Valid

Sumber: Data primer diolah

1)      Langkah-langkah Perhitungan Uji Validitas Disertai Contoh Untuk Butir No.1 Variabel Y (Hasil Belajar Mahasiswa)

Yt�������������� = jumlah skor total = 6.608

Yt2��������� = Jumlah kuadrat skor total = 548.842

Yt2 ��������� = ∑Yt2 = 548.842 = 3.021,2

Y ����������� = Jumlah skor tiap butir = 362

Y2���������� = Jumlah Kuadrat skor tiap butir

����������������� = 52 + 52 + 42 + 52 +����.+ 42 = 1.660

Y2���������� = ∑Y2 = 1.660 = 21,95

 

2)      Uji Reabilitas

Uji reabilitas (kehandalan) terhadap pertanyaan/pernyataan yang merupakan indikator dari kedua variabel. Butir kuesioner dikatakan reliable (handal) bila memiliki koefisien kehandalan atau alpha () sebesar ≥ 0.5. setiap variabel diterjemahkan ke dalam 20 butir pertanyaan/pernyataan sebagaimana terlihat pada tabel dibawah ini.

a)      Menghitung Varians tiap butir dengan rumus

Si2��������� =

Contoh butir ke 1������� =

����������������������������������� =

����������������������������������� =