How to cite:
Gravenno Sahusilawane, Semuel Y. R. Rompis, Lucia I. R. Lefrandt (2024) Analisis Kinerja
Simpang Bersignal di Jalan Bethesda Jalan Santo Yoseph Kota Manado, (06) 05,
https://doi.org/10.36418/syntax-idea.v3i6.1227
E-ISSN:
2684-883X
Published by:
Ridwan Institute
ANALISIS KINERJA SIMPANG BERSIGNAL DI JALAN BETHESDA JALAN
SANTO YOSEPH KOTA MANADO
Gravenno Sahusilawane, Semuel Y. R. Rompis, Lucia I. R. Lefrandt
Universitas Sam Ratulangi, Indonesia
Abstrak
Persimpangan merupakan bagian ruas jalan yang dimana tempat pertemuan antar kendaraan
yang datang dari berbagai arah. Di Kota Manado salah satu simpang bersignal yang
mengalami penurunan kapasitas yaitu pada simpang tiga bersignal Jalan Bethesda Jalan
Santo Yoseph. Penelitian yang bertujuan untuk menganalisis kinerja simpang bersignal di
Jalan Bethesda Jalan Santo Yoseph dengan menggunakan metode PKJI 2014, running
simulasi pada software vissim dan melakukan analisis gelombang kejut untuk mendapatkan
panjang antrian antar tiap lengan. Pengambilan data primer yaitu volume dan kecepatan
untuk mendapatkan hubungan antar parameter. Pengambilan data dilapangan dilakukan pada
hari sibuk yaitu hari Jumat, hari Sabtu, serta hari Senin yang dilakukan mulai jam 07.00
19.00 WITA. Model Greenshield terpilih untuk analisis hubungan antar parameter tiap
lengan. Lengan Polda pada hari Jumat dengan nilai determinasi (R²) tertinggi sebesar 0.6534.
Pengaruh variasi durasi lampu merah per 5 detik mengakibatkan panjang antrian maksimum
sebesar 47.89 meter. Lengan Santo Yoseph pada hari Jumat dengan nilai determinasi (R²)
tertinggi sebesar 0.8143. Pengaruh variasi durasi lampu merah per 5 detik mengakibatkan
panjang antrian maksimum sebesar 36.36 meter. Lengan RSUD pada hari Sabtu dengan nilai
determinasi (R²) tertinggi sebesar 0.6562. Pengaruh variasi durasi lampu merah per 5 detik
mengakibatkan panjang antrian maksimum sebesar 97.30 meter. Berdasarkan hasil survei,
data yang digunakan dalam analisis merupakan data terpadat yaitu pada hari Senin dengan
total volume kendaraan mencapai 3.867 kendaraan. Hasil analisis kinerja simpang pada hari
Senin, 13 Februari 2023 memperoleh nilai LOS F dengan nilai LOS tiap lengan untuk Lengan
Polda nilai LOS F, Lengan Santo Yoseph nilai LOS F, dan Lengan RSUD nilai LOS D. Hasil
yang diperoleh perlu dilakukan beberapa alternatif pada simpang yaitu alternatif perubahan
waktu siklus, pelebaran jalan, dan penambahan Slip Lane untuk meningkatkan kinerja
kapasitas simpang.
.
Kata kunci: Simpang Bersignal, Gelombang Kejut, PKJI 2014, Software Vissim
Abstract
An intersection is a section of road where vehicles coming from various directions meet. In
Manado City, one of the signalized intersections that has decreased capacity is at the three-
signal intersection of Bethesda street - Santo Yoseph. This research aims to analyze the
performance of the signalized intersection at Bethesda Street - Santo Yoseph Street using the
2014 PKJI method, running simulations on Vissim software. And carry out shock wave
JOURNAL SYNTAX IDEA
pISSN: 2723-4339 e-ISSN: 2548-1398
Vol. 6, No. 05, Mei 2024
Analisis Kinerja Simpang Bersignal di Jalan Bethesda Jalan Santo Yoseph Kota Manado
Syntax Idea, Vol. 6, No. 05, Mei 2024 2153
analysis to obtain the queue length between each arm. Volume and velocity data are
processed as primary data to which are used to determine the mathematical relationship
between parameters. Data collection in the field is carried out on busy namely Friday,
Saturday, and Monday which is carried out from 07.00 - 19.00 WITA. The Greenshield model
was selected for analysis of the relationship between the parameters of each arm. Regional
Police Arm on Friday with the highest determination value (R²) of 0.6534. The effect of the
red light varying duration being 5 seconds resulted in a maximum queue length of 47.89
meters. Santo Yoseph Arm on Friday with the highest determination value (R²) of 0.8143. The
effect of the red light varying duration being 5 seconds resulted in a maximum queue length of
36.36 meters. RSUD arm on Saturday with the highest determination value (R²) of 0.6562.
The effect of a red light varying duration being 5 seconds results in a maximum queue length
of 97.30 meters. Based on the survey results, the data used in the analysis is the densest,
namely on Monday with a total vehicle volume reaching 3867 vehicles. The results of the
analysis of the performance of the three-signal intersection Jalan Bethesda - Jalan Santo
Yoseph on Monday, February 10, 2023, obtained a LOS value of F with the LOS value of
each arm for the Polda Arm of the LOS F value, for the Santo Yoseph arm of the LOS F value,
and for the Hospital Arm of the LOS D value. From the results obtained, it is necessary to
carry out several alternatives at the intersection, namely alternative changes in cycle time,
road widening, and the addition of Slip Lane to improve the performance of the intersection
capacity.
Keywords: Signaliced Intersection, Shockwave, PKJI 2014, Vissim Software.
PENDAHULUAN
Kota Manado merupakan Ibukota Provinsi Sulawesi Utara yang letaknya berada pada
posisi perbatasan tiga Kabupaten. Diantaranya Kabupaten Minahasa, Minahasa Utara, dan
Minahasa Selatan. Kota Manado terbagi menjadi 11 kecamatan yaitu Kecamatan
Malalayang, Kecamatan Sario, Kecamatan Wanea, Kecamatan Wenang, Kecamatan Tikala,
Kecamatan Paal Dua, Kecamatan Mapanget, Kecamatan Singkil, Kecamatan Tuminting,
Kecamatan Bunaken, dan Kecamatan Bunaken Kepulauan. Kota Manado mempunyai luas
total 162.53 km² dengan jumlah penduduk pada tahun 2021 yaitu 475.557 jiwa.” (Statistik,
2019)
Kota Manado adalah salah satu daerah berkembang di Sulawesi Utara, memiliki
beberapa pusat perbelanjaan, tempat-tempat wisata, serta mempunyai banyak kuliner khas
daerah yang menjadikan Kota Manado sekaligus ikon dari Sulawesi Utara yang tentunya
menarik perhatian bagi para investor luar untuk mengunjungi hingga bekerja sama dan
diperkirakan data penduduk akan terus mengalami peningkatan jumlah, maka kebutuhan
masyarakat dalam menjalani aktifitas akan bertambah khususnya di bidang transportasi,
sarana dan prasarana sehingga sangat berdampak pada tingkat kepadatan lalu lintasnya. Data
panjang jalan menurut kondisi jalan di Kota Manado pada tahun 2021 adalah 616.01 km.
Dengan kondisi jalan baik 486.91 km, kondisi jalan sedang 31.170 km, kondisi jalan rusak
68.200 km, dan kondisi jalan rusak berat 29.730 km.” (Statistik, 2022). Permasalahan
transportasi yang terjadi berupa penumpukkan kendaraan, polusi udara, suara kebisingan
kendaraan maupun tundaan lalu lintas yang sering di alami di beberapa daerah maupun kota-
kota besar yang ada di Indonesia (Lefrandt, 2012; Moningka, Rompis, & Lefrandt, 2024).
Gravenno Sahusilawane, Semuel Y. R. Rompis, Lucia I. R. Lefrandt
2154 Syntax Idea, Vol. 6, No. 05, Mei 2024
Hingga kini masih menjadi kendala bahkan ada yang sudah mencapai zona kritis (Putri &
Irawan, 2015). Penggunaan moda transportasi yang tinggi menyebabkan tingkat mobilitas
pada masyarakat semakin meningkat dan dampak peningkatan tersebut akan menimbulkan
pengaruh pada kapasitas lalu lintas yaitu kemacetan arus lalu lintas (Pesik, Rompis, &
Pandey, 2017; Zihansyah, Prasetyanto, & Maulana, 2022).
Kemacetan arus lalu lintas yang dimana kondisi daripada volume lalu lintas lebih besar
dibandingkan kapasitas dari simpang itu sendiri, membuat penumpukkan kendaraan pada arus
lalu lintas hingga menyebabkan timbul masalah pada ruas jalan utama (Rachmadiyani, 2020).
Dimana masyarakat melakukan kegiatan terbesar dalam penggunaan moda transportasi di
jalan tersebut sehingga mengakibatkan adanya peningkatan pada alat angkutan transportasi,
seperti sarana transportasi milik individu atau perseorangan hingga massal berupa mikrolet,
ojek online, bus, truk, mobil, dan motor.
Permasalahan berupa penumpukkan kendaraan dan antrian sering dialami pada
pertemuan antar lengan yang terjadi pada persimpangan di kota tersebut. Salah satu solusi
dalam persimpangan yaitu dengan melakukan penanganan menggunakan lampu lalu lintas
serta perlu perencanaan yang baik dan benar agar berfungsi secara optimal, karena
perencanaan yang tidak tepat akan mendatangkan konflik baru pada persimpangan yang
dimana akan terjadi banyak penumpukkan kendaraan, antrian yang panjang, tundaan pada lalu
lintas menjadi lebih lama akan membuat kinerja kapasitas simpang akan menurun dan
tentunya tidak berfungsi secara optimal (Romadhona, Ikhsan, & Prasetyo, 2019).
Simpang bersignal pada Jalan Bethesda Jalan Santo Yoseph di Kota Manado adalah
salah satu simpang bersignal yang sedang mengalami penurunan kapasitas simpang dan tidak
berfungsi secara optimal. Pada jam-jam sibuk yaitu sekitar pukul 07.00-08.00 dan 17.00-
18.00 tingkat mobilitas pada simpang tersebut cukup padat, dikarenakan pada ruas jalan
tersebut merupakan salah satu jalur utama ke berbagai tujuan. Permasalahan terkait
menurunnya kapasitas simpang juga di akibatkan tidak berfungsinya traffic light sebagai
pengatur kelancaran lalu lintas di suatu persimpangan sehingga tidak memberikan kesempatan
bagi sesama pengguna jalan masing-masing arah untuk berjalan secara bergantian. Solusi
dalam meminimalisir persoalan yang timbul di simpang Jalan Bethesda Jalan Santo Yoseph,
perlu dilakukan analisa kinerja simpang bersignal dengan riset ulang lampu lalu lintas agar
kembali berfungsi dengan optimal, merubah tipe simpang dari sebidang menjadi simpang tak
sebidang, serta melalukakan perubahan geomterik jalan.
Penelitian ini menggunakan Software Vissim sebagai sarana dalam merekayasa lalu
lintas, beberapa keunggulan melakukan simulasi menggunakan Vissim yaitu dapat
memodelkan macam-macam jenis kendaraan bermotor maupun tidak bermotor, vissim dapat
digunakan untuk mengevaluasi serta merencanakan berbagai alternatif dalam hal merekayasa
transportasi (Hormansyah, Sugiarto, & Amalia, 2016; Wikayanti, Azwansyah, & Kadarini,
2018), serta hasil simulasi yang dikeluarkan mendekati keadaan nyata dilapangan sehingga
dapat dikatakan valid (Wa’Bone, Rumayar, & Pandey, 2023). Hal yang perlu diperhatikan
dalam pengambilan data primer seperti volume lalu lintas, data kecepatan kendaraan, waktu
signal dan lain sebagainya. Diperlukan juga data sekunder sebagai pendukung dalam
penelitian ini adalah peta lokasi penelitian. Setelah analisa dilakukan maka akan terlihat