JOURNAL SYNTAX IDEA

p�ISSN: 2723-4339 e-ISSN: 2548-1398

Vol. 6, No. 3, March 2024

 

 

Pengusahaan Penambangan Minyak Bumi Pada Sumur Tua Oleh Masyarakat Kecamatan Kedewan Kabupaten Bojonegoro

 

1Tri Warcono Adi,2Kushariyadi,3Gilang Muhammad Rido, 4Nabila Andari, 5Savira Putri Faiza

1,2,3,4,5Politeknik Energi dan Mineral Akamigas, Jawa Tengah, Indonesia

Email : [email protected]1, [email protected]2,� [email protected]3, [email protected]4, [email protected]5

 

Abstrak

Pemerintah, melalui regulasi seperti Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi No. 1285K/30/MPE/1996 dan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 01 Tahun 2008, mengatur pengelolaan sumur tua minyak bumi untuk meningkatkan produksi nasional dan kesejahteraan masyarakat. Ini memberi harapan bagi daerah seperti Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro di Jawa Timur, yang memiliki lapangan minyak tua. Potensi sumur tua masih dapat dimanfaatkan dengan melibatkan masyarakat setempat dalam penambangan tradisional. PT Pertamina EP Asset 4 Lapangan Cepu telah berhasil mengelola sumur tua di wilayah tersebut, menggunakan metode menimba yang ekonomis. Dengan demikian, upaya ini tidak hanya mendukung peningkatan produksi minyak bumi secara nasional tetapi juga memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat setempat. Peran KUD atau BUMD dalam produksi minyak bumi di sumur tua di wilayah mereka dapat meningkatkan pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, pengelolaan sumur tua secara efektif dapat memberikan manfaat ganda dalam meningkatkan perekonomian lokal dan mencapai tujuan nasional dalam industri minyak bumi.

 

Keyword : minyak bumi, Penambangan, kesejahteraan rakyat.

 

Abstract

The government, through regulations such as Minister of Energy and Mineral Resources Decree No. 1285K/30/MPE/1996 and Minister of Energy and Mineral Resources Regulation No. 01 of 2008, regulates the management of old oil wells to increase national production and community welfare. This provides hope for areas like Kedewan District, Bojonegoro Regency in East Java, which have old oil fields. The potential of these old wells can still be utilized by involving local communities in traditional mining. PT Pertamina EP Asset 4 Cepu Field has successfully managed old wells in the region using economically feasible bucketing methods. Consequently, this effort not only supports increased national oil production but also provides economic opportunities for local communities. The role of cooperatives (KUD) or regional-owned enterprises (BUMD) in oil production from old wells in their respective areas can enhance regional income and community welfare. Therefore, effective management of old wells can provide dual benefits in boosting the local economy and achieving national goals in the oil industry.

 

Keywords: crude oil, mining, community welfare.

 

 

PENDAHULUAN

Pertambangan merupakan salah satu sektor ekonomi yang memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan manusia dan peradaban (Budhi Pamungkas Gautama et al., 2020). Kegiatan ini melibatkan proses pengambilan berbagai macam bahan atau material galian yang terkandung dalam kerak bumi, dengan tujuan untuk memanfaatkan sumber daya alam yang memiliki nilai ekonomis (Arnop et al., 2019). Proses pertambangan ini dilakukan dengan berbagai teknik dan metode yang telah berkembang seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan Teknologi (Malik & Zein, 2022).

Dalam kegiatan pertambangan, hasil yang dihasilkan sangat beragam, dan termasuk dalam kategori sumber daya alam yang sangat berharga (Shohibuddin et al., 2017). Contohnya adalah minyak dan gas bumi, yang merupakan sumber energi utama dunia, serta batu bara yang digunakan untuk pembangkit listrik dan industri (Shen, 2022). Selain itu, pertambangan juga menghasilkan berbagai material alami lainnya seperti logam, mineral, dan batuan yang digunakan dalam berbagai industri, seperti konstruksi, manufaktur, dan pertanian (Makmur, 2017).

Penting untuk diingat bahwa sambil mengambil manfaat ekonomis dari kegiatan pertambangan, kita juga harus menjaga keberlanjutan lingkungan dan mengelola sumber daya alam dengan bijak (Makbul et al., 2023). Pengelolaan yang berkelanjutan akan membantu menjaga keseimbangan ekosistem bumi dan mencegah kerusakan lingkungan yang tidak dapat diperbaiki. Dengan demikian, pertambangan adalah sebuah sektor yang kompleks yang memerlukan perhatian serius terhadap aspek-aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan dalam pengembangannya (Sidik, 2023).

Dalam sektor pertambangan minyak dan gas, pengelolaan sumber daya alam ini dilakukan oleh Badan Usaha (BU) atau Badan Usaha Tetap (BUT) yang telah ditunjuk oleh pemerintah. Salah satu entitas utama yang berperan dalam produksi dan distribusi sumber daya alam ini adalah Pertamina, yang merupakan perusahaan energi terbesar di Indonesia. Pertamina memiliki peran krusial dalam memastikan pasokan energi yang mencakup minyak, gas bumi, serta berbagai material alami lainnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri (Shohibuddin et al., 2017).

Pertamina tidak hanya terlibat dalam satu aspek saja, tetapi merangkul seluruh rantai produksi minyak dan gas, dari hulu hingga hilir. Dalam mendukung aktivitas utama perusahaan, Pertamina juga mengambil langkah penting dalam melibatkan masyarakat sekitar dalam prosesnya. Salah satu contoh nyata adalah keterlibatan mereka dalam kegiatan hulu migas, yang mencakup eksplorasi dan eksploitasi sumber daya alam. Hal ini dilakukan perusahan untuk mendapatakan legitimasi dan hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar (Saputra, 2020).

Dalam upaya untuk mendukung kegiatan eksplorasi dan eksploitasi ini, Pertamina sering bekerja sama dengan pihak-pihak lokal dan komunitas sekitar yang terpengaruh. Ini mencakup berbagai program sosial, pelatihan, dan kemitraan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar, melindungi lingkungan, dan memastikan bahwa kegiatan pertambangan minyak dan gas berlangsung secara berkelanjutan (Rhamanda, 2020).

Dengan begitu, Pertamina tidak hanya bertanggung jawab atas produksi energi yang sangat penting, tetapi juga berusaha untuk menciptakan dampak positif dalam masyarakat lokal dan lingkungan sekitarnya melalui pendekatan berkelanjutan yang melibatkan berbagai pihak (Julythiawati & Ardiana, 2023).

Pertamina telah mengambil inisiatif yang sangat penting di bagian hulu operasinya dengan melibatkan Koperasi Masyarakat di daerah Kecamatan Kedewan. Ini merupakan salah satu langkah proaktif yang diambil untuk mendorong perkembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat. Koperasi Masyarakat yang bekerja sama dengan Pertamina menjadi elemen kunci dalam pengelolaan pertambangan sumur tua di Kecamatan Kedewan (Purwanto et al., 2019).

Pelibatan Masyarakat sekitar Kecamatan Kedewan dalam pengelolaan sumur tua ini bertujuan untuk menciptakan dampak positif dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat (Famelasari & Prastiwi, 2021; Hardiyanti & Diamantina, 2022). Salah satu aspek yang sangat ditekankan adalah aspek lingkungan, di mana upaya konservasi alam dan pemantauan dampak lingkungan dilakukan secara berkelanjutan. Selain itu, pelibatan ini juga berdampak positif pada aspek ekonomi, dengan memberikan peluang pekerjaan dan sumber pendapatan kepada masyarakat setempat (Achmad, 2023).

Tidak hanya terbatas pada aspek ekonomi dan lingkungan, Pertamina juga berkomitmen untuk meningkatkan aspek kesehatan dan keamanan masyarakat sekitar (Fitrah, 2015). Ini mencakup program-program kesehatan, keselamatan kerja, dan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola pertambangan sumur tua dengan aman (Rochmaniah & Sinduwiatmo, 2020).

Meskipun pelibatan ini adalah langkah positif yang diambil oleh Pertamina, belum ada bukti kuantitatif yang memvalidasi dampak positif dari pengelolaan tambang oleh koperasi masyarakat terhadap kesejahteraan lokal. Oleh karena itu, penelitian yang sedang dilakukan bertujuan untuk mengisi celah ini dan memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang efek dari keterlibatan koperasi masyarakat dalam pengelolaan sumur tua di Kecamatan Kedewan.

Penelitian ini penting karena memberikan informasi objektif tentang apakah keterlibatan koperasi masyarakat meningkatkan kesejahteraan lokal, memberi dasar bagi Pertamina dan pihak terkait untuk memahami dampak program ini, serta memberikan panduan untuk perbaikan program serupa di masa depan. Rumusan masalah mencakup pertanyaan tentang dampak keterlibatan masyarakat, dampak lingkungan, dan kondisi keselamatan para pekerja, sementara tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dampak kesejahteraan, lingkungan, dan keselamatan pekerja. Manfaatnya termasuk sebagai dasar penelitian selanjutnya, bahan masukan untuk Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, dan informasi bagi para peneliti dan stakeholders lainnya.

 

METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan studi diskriptif kualitatif yang menggunakan metode pengumpulan data primer dan sekunder, dengan melakukan site visit dan wawancara langsung di Penambangan Sumur Minyak Tua Kecamatan Kedewan Kabupaten Bojonegoro untuk data primer, serta mengumpulkan data sekunder dari dokumen dan arsip pemerintah kecamatan (Agus Rohmat Hidayat, Nur Alifah, 2023). Metode pengumpulan data meliputi penelitian lapangan, wawancara, penyebaran kuesioner, studi kepustakaan, dan observasi langsung terhadap kegiatan di lapangan. Tujuan dari observasi adalah untuk memastikan keakuratan dan aktualitas data yang diperoleh (Imam Mutakin et al., 2020).

Pengendalian variabel dalam analisis data statistik untuk penelitian ini mencakup pemilihan sampel yang representatif, penggunaan instrumen yang valid dan reliabel, pengendalian variabel konfounder, analisis sensitivitas, pengendalian faktor eksternal, dan validasi serta verifikasi data guna meminimalkan bias potensial (Hidayat & Hardiyanto, 2022).

Langkah atau Metodologi terkait pengerjaan penelitian Sumur Minyak Tua Kecamatan Kedewan disediakan. Penyediaannya terdapat dalam bentuk flowchart alur pengerjaan beserta penjelasannya. Di bawah ini merupakan grafik alur dari pengerjaan penelitian Sumur Minyak Tua Kecamatan Kedewan.

Gambar 1. Flowchart Penelitian Sumur Minyak Tua Kecamatan Kedewan

Sumber: Dokumen Pribadi

 

Penelitian ini dimulai dengan mengidentifikasi permasalahan terkait partisipasi masyarakat dalam pengelolaan pertambangan Sumur Minyak Tua di Kecamatan Kedewan, dengan tujuan membuktikan dampaknya terhadap kesejahteraan lokal. Melalui metode kuisioner yang merujuk pada literatur terkait, data dikumpulkan dari masyarakat sekitar dan diolah secara statistik untuk mengidentifikasi pola dan hubungan antara variabel terkait. Hasil analisis ini akan digunakan untuk menentukan dampak partisipasi masyarakat dalam pengelolaan pertambangan terhadap kesejahteraan mereka, serta menyusun rekomendasi kebijakan yang lebih baik untuk pengelolaan sumber daya alam dan peningkatan kesejahteraan lokal.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Terjadi Tanah Longsor

Pertanyaan khusus dalam kuisioner tentang keberadaan tanah longsor di wilayah penambangan Sumur Minyak Tua Kecamatan Kedewan menarik perhatian dalam analisis data, terutama dalam konteks metode skala penilaian "Lower Better." Mayoritas responden yang setuju (41 orang dengan skor 4) menandakan bahwa kekhawatiran terhadap tanah longsor di wilayah penambangan sangat signifikan, menunjukkan bahwa nilai rendah dalam metode ini mencerminkan pandangan negatif yang lebih baik. Hasil ini menyoroti pentingnya pemahaman lebih dalam terhadap perspektif masyarakat melalui metode skala penilaian yang digunakan, memberikan wawasan yang berharga bagi pihak yang berwenang untuk merancang solusi yang lebih efektif terhadap masalah ini.

Terlindungi dari Dampak Lingkungan

Pertanyaan dalam kuisioner mengenai apakah masyarakat lokal di Kecamatan Kedewan merasa terlindungi dari dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh penambangan minyak tua adalah relevan dalam evaluasi dampak sosial dan lingkungan dari kegiatan industri tersebut. Mayoritas responden menyatakan merasa terlindungi, yang mengindikasikan adanya upaya perlindungan lingkungan yang efektif. Namun, perlu berhati-hati dalam menginterpretasi hasil, karena variasi persepsi dan ketidaksesuaian dengan realitas lapangan mungkin terjadi. Penting untuk menjalankan evaluasi lebih lanjut guna memastikan efektivitas langkah-langkah perlindungan. Adanya inkonsistensi dalam data, khususnya dari responden non-penambang, menunjukkan perlunya analisis lebih mendalam untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pandangan mereka. Kajian lebih lanjut akan membantu memvalidasi hasil dan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang sudut pandang masyarakat, menjaga integritas data, dan memastikan kesimpulan yang akurat dan dapat diandalkan.

Kualitas Air

Pertanyaan dalam kuisioner yang menanyakan apakah air sumur di sekitar penambangan masih dapat dimanfaatkan oleh masyarakat menggambarkan pentingnya evaluasi terhadap dampak lingkungan dari kegiatan pertambangan terhadap sumber daya air. Mayoritas responden menyatakan bahwa air masih dapat dimanfaatkan, namun, sebagian besar juga merasa netral, menandakan keraguan atau ketidakpastian terkait kualitas air di sekitar penambangan. Analisis ini menyoroti perlunya transparansi, pemantauan, dan pelaporan yang jelas dalam pengelolaan sumber daya air di wilayah tersebut, serta memperkuat kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang status air. Hasil ini dapat menjadi dasar untuk penelitian lebih lanjut, termasuk pengujian kualitas air dan pemantauan lingkungan yang lebih mendalam, untuk memastikan langkah-langkah yang tepat diambil demi menjaga dan melindungi sumber air yang berharga tersebut..

Pemenuhan Kebutuhan Dasar

Pertanyaan dalam kuisioner yang mengukur tingkat pemenuhan kebutuhan dasar seperti air, pangan, dan sanitasi adalah relevan dalam penelitian dampak kegiatan pertambangan terhadap masyarakat lokal. Mayoritas responden menyatakan kebutuhan dasar mereka terpenuhi dengan baik, mencerminkan pandangan positif terhadap akses mereka terhadap sumber-sumber penting. Namun, evaluasi perlu mempertimbangkan pemahaman responden tentang pemenuhan kebutuhan dasar dan dampak kegiatan pertambangan terhadapnya, termasuk lingkungan dan sumber daya alam. Hasil ini dapat memandu perancangan kebijakan yang lebih baik untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar yang berkelanjutan di tengah dampak sosial dan lingkungan dari pertambangan.

Keterlibatan Masyarakat Lokal dalam proses Rehabilitasi

Pertanyaan dalam kuisioner yang mengevaluasi tingkat keterlibatan masyarakat lokal dalam proses rehabilitasi dan pemulihan lingkungan setelah penambangan selesai adalah sangat penting dalam konteks upaya pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Mayoritas responden yang setuju mencerminkan keyakinan akan efektivitas keterlibatan masyarakat dalam proses tersebut, yang dianggap penting untuk menjaga keberlanjutan lingkungan. Namun, evaluasi harus melihat sejauh mana keterlibatan tersebut nyata dan dampaknya dalam pemulihan lingkungan. Hasil ini dapat menjadi dasar untuk menilai keberhasilan upaya keterlibatan masyarakat lokal dan menunjukkan apakah lebih banyak langkah perlu diambil untuk memperkuat peran mereka dalam proses rehabilitasi dan pemulihan lingkungan..

Perawatan Lingkungan Hidup

Pertanyaan dalam kuisioner yang mengevaluasi persepsi masyarakat terhadap upaya perusahaan penambangan minyak dalam menjaga lingkungan hidup sekitar sangat relevan dalam analisis dampak sosial dan lingkungan dari industri pertambangan. Mayoritas responden yang setuju bahwa lingkungan terawat dengan baik mencerminkan pandangan positif terhadap perusahaan dalam menjaga ekosistem setempat. Namun, evaluasi harus mempertimbangkan tingkat informasi yang dimiliki masyarakat tentang praktik penambangan dan transparansi perusahaan dalam pemantauan lingkungan. Penelitian lebih lanjut dan dialog antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat dapat membantu meningkatkan praktik berkelanjutan, meminimalkan dampak lingkungan, dan menciptakan solusi yang lebih baik untuk menjaga keseimbangan antara pengembangan ekonomi dan pelestarian lingkungan.

Kesempatan Kerja

Pertanyaan dalam kuisioner yang menilai pandangan masyarakat tentang kesempatan kerja di penambangan sumur tua sangat penting dalam konteks sosial dan ekonomi Kecamatan Kedewan. Mayoritas yang setuju mencerminkan pandangan positif masyarakat terhadap peran ekonomi pertambangan dalam komunitas. Kesempatan kerja adalah kunci untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, tetapi evaluasi harus memperhitungkan faktor-faktor seperti ketersediaan pekerjaan yang sebenarnya, kualifikasi, dan keamanan kerja. Penting juga memastikan kondisi kerja yang adil dan aman serta mematuhi peraturan perlindungan pekerja. Hasil ini dapat menjadi titik awal untuk memperbaiki manajemen sumber daya manusia dalam industri pertambangan dan merancang program pelatihan untuk masyarakat lokal. Kesadaran akan kualitas kerja dan hubungan yang lebih baik antara perusahaan dan masyarakat dapat menciptakan dampak ekonomi positif dalam jangka panjang.

Akses Fasilitas Teknologi dan Informasi

Pertanyaan tentang persepsi masyarakat terhadap kemudahan akses ke fasilitas teknologi dan informasi sangat relevan dalam era digital saat ini. Mayoritas responden yang menyatakan setuju mencerminkan bahwa sebagian besar masyarakat merasa terhubung dengan teknologi dan memiliki akses ke informasi yang relevan. Akses yang mudah ke teknologi dan informasi sangat penting dalam meningkatkan kualitas hidup dan peluang ekonomi masyarakat, memungkinkan mereka untuk mendapatkan informasi tentang peluang kerja, layanan kesehatan, dan pendidikan. Namun, penting untuk memastikan bahwa akses tersebut merata di seluruh komunitas dan untuk mengatasi tantangan seperti ketidaksetaraan akses internet atau kekurangan pelatihan dalam penggunaan teknologi. Hasil ini dapat menjadi dasar untuk mengidentifikasi area di mana peningkatan akses teknologi dapat membawa manfaat yang lebih besar kepada masyarakat, termasuk melalui pendidikan dan pelatihan untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut.

Transparansi Komunikasi

Pertanyaan dalam kuisioner mengenai efektivitas dan transparansi komunikasi antara masyarakat lokal dan pemerintah setempat adalah krusial dalam memahami partisipasi warga dalam pengambilan keputusan serta aksi pemerintah yang berkelanjutan. Mayoritas responden menyatakan setuju, mencerminkan pandangan positif masyarakat terhadap hubungan tersebut. Namun, adanya responden yang netral menunjukkan ketidakpastian terkait komunikasi tersebut, mungkin disebabkan oleh kurangnya informasi atau kesempatan berpartisipasi. Analisis lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi penyebabnya, sebagai dasar untuk perbaikan hubungan antara masyarakat dan pemerintah serta meningkatkan akses informasi dan partisipasi warga dalam proses pengambilan keputusan.

Akses Fasilitas Transportasi

Pertanyaan dalam kuisioner yang mencoba mengevaluasi akses yang memadai untuk fasilitas transportasi adalah penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, terutama dalam konteks mobilitas dan konektivitas. Mayoritas responden yang menyatakan setuju mencerminkan pandangan positif masyarakat terhadap ketersediaan sarana transportasi yang memadai di Kecamatan Kedewan. Namun, perlu juga mempertimbangkan distribusi fasilitas transportasi di seluruh komunitas dan adanya masalah ketidaksetaraan akses, terutama bagi kelompok yang mungkin berada di wilayah terpencil atau sulit dijangkau.

Hasil ini dapat menjadi dasar untuk perencanaan dan pengembangan infrastruktur transportasi yang lebih baik, termasuk perluasan jaringan transportasi, perbaikan aksesibilitas bagi mereka yang mungkin kesulitan, dan pengoptimalan rute transportasi yang ada. Kesadaran akan kecukupan fasilitas transportasi juga penting dalam menjaga tingkat kesejahteraan masyarakat. Dengan memahami perspektif masyarakat terkait dengan transportasi, pemerintah dan lembaga terkait dapat bekerja sama dalam merancang dan melaksanakan kebijakan yang memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat secara efisien dan berkelanjutan.

Keterlibatan Masyarakat Lokal dalam Pengambilan Keputusan

Pertanyaan dalam kuisioner yang berusaha mengukur tingkat partisipasi aktif masyarakat lokal dalam pengambilan keputusan tentang penambangan minyak tua adalah isu penting dalam konteks pembangunan berkelanjutan dan pemastian bahwa suara masyarakat didengar dalam proses pembuatan kebijakan. Mayoritas responden yang menyatakan setuju mencerminkan pandangan positif masyarakat terhadap peran mereka dalam proses pengambilan keputusan, namun, penting untuk mengevaluasi bagaimana partisipasi ini diimplementasikan dalam praktik sehari-hari. Adanya responden yang tidak setuju mencerminkan perbedaan pandangan yang signifikan di komunitas dan menjadi panggilan untuk analisis lebih lanjut untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi persepsi tersebut. Ini dapat memunculkan upaya untuk meningkatkan transparansi dan partisipasi dalam pengambilan keputusan, termasuk pendidikan dan informasi lebih lanjut kepada masyarakat tentang peran mereka dalam proses ini. Analisis lanjutan akan membantu memahami dinamika yang lebih rumit di balik pandangan yang berbeda dan menciptakan praktik yang lebih baik dalam pengelolaan sumber daya alam yang memengaruhi komunitas setempat.

Keterlibatan Masyarakat Lokal dalam Pengelolaan Lingkungan

Pertanyaan dalam kuisioner yang mengevaluasi partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan sekitar mencerminkan pandangan positif mayoritas masyarakat lokal di Kecamatan Kedewan terhadap peran mereka dalam menjaga dan merawat ekosistem lokal. Partisipasi ini dianggap penting dalam menjaga kelestarian alam dan ekosistem, membantu mengidentifikasi masalah lingkungan lebih awal, dan menciptakan hubungan yang lebih baik antara manusia dan alam. Meskipun memerlukan pendidikan, pelatihan, dan dukungan, hasil positif ini dapat menjadi dasar untuk merancang program-program yang lebih lanjut yang memungkinkan masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan mereka. Selain itu, tingginya kesadaran lingkungan di komunitas ini dapat mendorong perubahan perilaku yang lebih berkelanjutan. Kesimpulannya, partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan merupakan komponen penting dalam pelestarian alam, dan langkah-langkah lebih lanjut dapat diambil untuk memperkuat peran mereka dalam praktik berkelanjutan.

Kesempatan Masyarakat dalam Menerima Benefit Tambang

Pertanyaan dalam kuisioner mengenai persepsi masyarakat tentang kesempatan yang sama dalam mendapatkan manfaat dari penambangan minyak tua menunjukkan perasaan campuran di Kecamatan Kedewan. Mayoritas merasa netral, menunjukkan ketidakpastian atau kurangnya pengetahuan tentang sejauh mana manfaat dapat dinikmati secara merata. Sebagian merasa bahwa manfaatnya merata, namun perlu diingat bahwa persepsi bisa berbeda dari realitas. Ada juga yang merasa bahwa kesempatan yang sama tidak ada, menunjukkan potensi ketidakpuasan dan ketidaksetaraan dalam distribusi manfaat ekonomi. Hasil ini menjadi dasar untuk memahami dan mengatasi ketidaksetaraan dalam distribusi manfaat penambangan. Analisis lebih lanjut diperlukan untuk merancang langkah-langkah yang tepat.

Manfaat Ekonomi dari Tambang

Pertanyaan dalam kuisioner yang mengevaluasi persepsi masyarakat lokal tentang manfaat ekonomi dari penambangan minyak tua mencerminkan pentingnya dampak ekonomi dari industri pertambangan di wilayah Kecamatan Kedewan. Mayoritas responden yang menyatakan mendapat manfaat ekonomi menunjukkan kontribusi positif industri ini dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat. Namun, penting untuk memastikan distribusi manfaat ekonomi yang lebih adil dan mempertimbangkan keberlanjutan serta dampak jangka panjang dari kegiatan pertambangan untuk masyarakat lokal.

Kesempatan Mengembangkan Potensi Ekonomi

Pertanyaan dalam kuisioner yang mengevaluasi persepsi masyarakat lokal tentang kesempatan untuk mengembangkan potensi ekonomi yang berkelanjutan menjadi sangat relevan dalam konteks pembangunan komunitas yang berkelanjutan. Mayoritas responden yang menyatakan memiliki kesempatan tersebut mencerminkan optimisme komunitas di Kecamatan Kedewan terhadap potensi mereka dalam menciptakan perkembangan ekonomi yang berkelanjutan. Namun, penting untuk diingat bahwa kesempatan ini harus didukung oleh kebijakan dan tindakan konkret, termasuk dukungan pemerintah, investasi swasta, pelatihan keterampilan, dan mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan budaya. Hasil ini dapat menjadi landasan untuk merancang program-program yang mendukung pengembangan ekonomi yang berkelanjutan, memanfaatkan potensi ekonomi sambil menjaga lingkungan dan keberlanjutan sosial.

Kemampuan Pemenuhan Kebutuhan Hidup

Pertanyaan dalam kuisioner yang mengevaluasi persepsi masyarakat lokal tentang kemampuan mereka untuk memenuhi kebutuhan hidup menjadi sangat penting dalam konteks kesejahteraan dan perkembangan komunitas. Mayoritas responden yang menyatakan memiliki kemampuan yang cukup mencerminkan keyakinan positif bahwa komunitas di Kecamatan Kedewan merasa memiliki sumber daya dan akses yang memadai untuk menjalani kehidupan yang layak. Meskipun demikian, penting untuk berhati-hati dalam menafsirkan hasil tersebut, karena persepsi bisa berbeda dengan realitas. Hasil ini dapat menjadi titik awal untuk mengidentifikasi area di mana dukungan mungkin diperlukan, seperti program pelatihan, bantuan pekerjaan, dukungan kesehatan, atau upaya untuk meningkatkan akses terhadap layanan dasar, sehingga komunitas dapat bekerja sama untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup mereka.

Akses Fasilitas Pendidikan

Pertanyaan dalam kuisioner yang mengevaluasi persepsi masyarakat lokal tentang akses ke fasilitas pendidikan menjadi penting dalam menilai kualitas pendidikan di Kecamatan Kedewan. Mayoritas responden yang menyatakan memiliki akses yang memadai ke fasilitas pendidikan mencerminkan keyakinan positif akan ketersediaan fasilitas pendidikan yang mencukupi dan mudah diakses. Meskipun demikian, penting untuk terus memantau dan meningkatkan kualitas pendidikan, mengidentifikasi masalah seperti ketidaksetaraan akses dan variasi kualitas pendidikan antarwilayah, serta mengatasi tantangan yang dihadapi oleh kelompok rentan. Hasil ini dapat menjadi dasar untuk mengidentifikasi area-area perbaikan dalam sistem pendidikan, termasuk peningkatan kualitas guru, perluasan akses pendidikan, bantuan finansial, dan keterlibatan masyarakat dalam pengembangan pendidikan, sehingga masyarakat merasa bahwa mereka memiliki akses yang memadai ke fasilitas pendidikan untuk mendukung perkembangan anak-anak mereka.

Kesempatan Pendidikan Anak Penambang

Pertanyaan dalam kuisioner yang mengevaluasi persepsi masyarakat lokal tentang kesempatan pendidikan untuk anak-anak penambang menjadi krusial dalam mengukur tingkat akses pendidikan di komunitas tersebut. Mayoritas penambang yang setuju bahwa anak-anak masyarakat penambang memiliki kesempatan pendidikan hingga tingkat SMA menunjukkan bahwa pendidikan dianggap sebagai hak penting bagi anak-anak mereka. Meskipun demikian, perlu memastikan bahwa kesempatan ini dapat diwujudkan dalam praktek dengan memastikan biaya pendidikan terjangkau, sekolah memenuhi standar yang sesuai, dan anak-anak memiliki akses terhadap bahan pelajaran yang memadai. Hasil ini dapat menjadi dasar untuk terus memperbaiki akses pendidikan anak-anak penambang melalui program bantuan, beasiswa, dukungan keuangan, dan peningkatan kualitas pendidikan, sehingga mereka dapat mengembangkan potensi mereka dan memiliki masa depan yang lebih cerah.

Pemenuhan Kebutuhan Kesehatan

Pertanyaan dalam kuisioner yang mengevaluasi persepsi masyarakat lokal tentang pemenuhan kebutuhan kesehatan menjadi penting dalam menilai kualitas layanan kesehatan di Kecamatan Kedewan. Mayoritas responden setuju bahwa kebutuhan kesehatan mereka terpenuhi dengan baik, mencerminkan keyakinan positif akan akses yang memadai ke layanan kesehatan yang berkualitas. Meskipun demikian, perlu terus memantau dan meningkatkan layanan kesehatan, mengatasi masalah seperti ketidaksetaraan akses, biaya layanan tinggi, dan kurangnya kesadaran akan perawatan kesehatan preventif. Hasil ini dapat menjadi dasar untuk melanjutkan upaya dalam meningkatkan layanan kesehatan melalui program pendidikan kesehatan, perluasan akses ke layanan kesehatan dasar, promosi pola hidup sehat, dan dukungan untuk keluarga dalam mengatasi masalah kesehatan.

Aksesabilitas Fasilitas Kesehatan

Pertanyaan dalam kuisioner yang menilai persepsi masyarakat tentang akses ke fasilitas kesehatan terdekat menjadi penting dalam mengevaluasi keterjangkauan layanan kesehatan di Kecamatan Kedewan. Mayoritas responden setuju bahwa mereka mudah mengakses fasilitas kesehatan, mencerminkan keyakinan positif akan akses yang memadai ke layanan kesehatan. Akses mudah ke fasilitas kesehatan mendukung upaya pencegahan penyakit, deteksi dini, dan perawatan tepat waktu. Namun, perlu memastikan fasilitas tersebut memiliki kapasitas dan kualitas yang memadai, termasuk ketersediaan tenaga medis yang berkualifikasi dan obat-obatan. Hasil ini dapat menjadi dasar untuk meningkatkan akses ke fasilitas kesehatan dengan memperluas jaringan, meningkatkan infrastruktur, pelatihan tenaga medis, dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perawatan kesehatan preventif.

Kecelakaan Kerja

Pertanyaan dalam kuisioner yang mengevaluasi persepsi penambang tentang kecelakaan kerja di dalam penambangan sumur minyak tua menjadi fokus penting dalam menjaga keselamatan pekerja. Mayoritas penambang merasa netral, namun adanya yang setuju dengan terjadinya kecelakaan menunjukkan variasi pandangan yang perlu diperhatikan. Upaya meningkatkan keselamatan kerja termasuk pelatihan, penerapan protokol keselamatan yang lebih ketat, dan inspeksi peralatan. Hasil kuisioner ini dapat menjadi dasar untuk merancang program keselamatan kerja yang lebih efektif dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman bagi para penambang di Kecamatan Kedewan.

Perlengkapan Fasilitas Keselamatan Kerja

Pertanyaan dalam kuisioner mengenai kelengkapan fasilitas keselamatan kerja bagi penambang merupakan aspek penting dalam mengevaluasi keselamatan di industri pertambangan. Mayoritas penambang menyatakan adanya fasilitas keselamatan, mencerminkan keyakinan akan upaya untuk memastikan keselamatan di tempat kerja. Fasilitas ini termasuk peralatan pelindung diri, sistem evakuasi, dan protokol keselamatan. Namun, penting untuk memastikan bahwa fasilitas ini berfungsi dengan baik dan sesuai standar. Inkonsistensi dalam tanggapan non-penambang menyoroti perbedaan persepsi yang perlu diinvestigasi lebih lanjut. Kemungkinan penyebabnya termasuk informasi yang tidak lengkap atau pengalaman yang berbeda. Penting untuk melakukan investigasi lanjutan guna memahami perbedaan persepsi ini dan memastikan keselamatan pekerja tetap menjadi prioritas utama dalam industri pertambangan.

Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan Sekitar Tambang

Pertanyaan dalam kuisioner mengenai keamanan dan kenyamanan lingkungan sekitar lokasi penambangan merupakan aspek penting dalam mengevaluasi pengaruh kegiatan pertambangan terhadap kualitas hidup masyarakat lokal. Hasilnya menunjukkan perbedaan signifikan dalam persepsi antara penambang dan non-penambang terkait dengan lingkungan sekitar lokasi tambang. Mayoritas penambang yang merasa aman dan nyaman mungkin didasarkan pada pemahaman mereka tentang risiko dan kondisi kerja di dalam tambang, sementara non-penambang mungkin khawatir tentang dampak lingkungan dan sosial kegiatan pertambangan. Perbedaan persepsi ini mencerminkan kompleksitas isu-isu yang terkait dengan industri pertambangan, menekankan pentingnya memahami perspektif beragam masyarakat yang terlibat dan berdialog dengan mereka untuk memastikan kegiatan pertambangan berlangsung dengan memperhatikan aspek keamanan, kenyamanan, dan keberlanjutan lingkungan serta kesejahteraan masyarakat setempat.

 

KESIMPULAN

Penelitian ini menggambarkan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan pertambangan Sumur Minyak Tua di Kecamatan Kedewan serta dampaknya terhadap lingkungan dan keselamatan pekerja. Meskipun mayoritas masyarakat melihat partisipasi mereka sebagai positif, ada kekhawatiran terkait kualitas air dan tanah longsor di sekitar lokasi penambangan. Namun, partisipasi masyarakat dianggap krusial dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan memberikan kontribusi pada pembangunan lokal. Meskipun sebagian besar pekerja merasa sistem kesehatan di daerah mereka memadai, ada perbedaan pandangan tentang tingkat keamanan di tempat kerja. Saran dari penelitian ini termasuk peningkatan pemahaman tentang faktor-faktor yang memengaruhi pandangan masyarakat dan langkah-langkah mitigasi tambahan untuk mengatasi dampak negatif dari pertambangan.

 

BIBLIOGRAFI

 

Achmad, W. (2023). Pemetaan Sosial dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan: Dinamika Program Pemberdayaan di Indonesia. Innovative: Journal Of Social Science Research, 3(4), 4367�4380.

 

Agus Rohmat Hidayat, Nur Alifah, A. A. R. (2023). Kontribusi Digitalisasi Bisnis Dalam Menyokong Pemulihan Ekonomi dan Mengurangi Tingkat Pengangguran di Indonesia. Jurnal Syntax Idea, 5(9), 1259�1269. https://doi.org/10.46799/syntax-idea.v5i9.2559

 

Arnop, O., Budiyanto, B., & Saefuddin, R. (2019). Kajian evaluasi mutu Sungai Nelas dengan metode storet dan indeks pencemaran. Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam Dan Lingkungan, 8(1), 15�24.

 

Budhi Pamungkas Gautama, Yuliawati, A. K., Nurhayati, N. S., Fitriyani, E., & Pratiwi, I. I. (2020). Pengembangan Desa Wisata Melalui Pendekatan Pemberdayaan Masyarakat. BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(4), 355�369. https://doi.org/10.31949/jb.v1i4.414

 

Famelasari, R., & Prastiwi, J. H. (2021). Kepemimpinan Perempuan dan Tata Kelola Tambang di Bojonegoro. JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 6(1), 126�147.

 

Fitrah, M. (2015). Pelaksanaan Corporate Social Responsibility di PT. Pertamina (persero) Cabang Bima. Jurnal IUS Kajian Hukum Dan Keadilan, 3(2).

 

Hardiyanti, M., & Diamantina, A. (2022). Urgensi Otonomi Desa Dalam Pengelolaan Desa Wisata Berbasis Pembangunan Berkelanjutan. Jurnal Komunikasi Hukum (JKH), 8(1), 334�352.

 

Hidayat, A. R., & Hardiyanto, F. (2022). Lembaga Keuangan dan Kebijakan Publik Dalam Menangani Krisis Ekonomi Global. Syntax Literate; Jurnal Ilmiah Indonesia, 7(10), 17710�17719.

 

Imam Mutakin, Taufik Ridwan, & Hidayat, A. R. (2020). Strategi Pengembangan Usaha Berbasis Komunitas (Studi Kasus Konveksi Jack Tailor Di Desa Ciperna). Jurnal Indonesia Sosial Sains, 1(1), 51�59. https://doi.org/10.36418/jiss.v1i1.10

 

Julythiawati, N. P. M., & Ardiana, P. A. (2023). Pengaruh Pelibatan Pemangku Kepentingan dan Tanggung Jawab Sosial Pada Reputasi Perusahaan. Public Service and Governance Journal, 4(2), 239�246.

 

Makbul, R., Zulharnah, H. R., Tanje, H. W., Djufri, H., Bungin, E. R., Faisal, Z., Wijaya, Y., Firdaus, M., Subhan, H. H. A. M., & Mutiara, I. (2023). Pengembangan Sumber Daya Air. TOHAR MEDIA.

 

Makmur, M. (2017). Pengaruh Pertambangan Batuan Terhadap Perubahan Penggunaan Lahan di Desa Lonjoboko Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa. Skripsi. UIN Alauddin Makassar.

 

Malik, D. S., & Zein, A. (2022). Perancangan Aplikasi Sistem Informasi Penjualan Online Berbasis Web Menggunakan Metode Personal Extreme Programing di Toko Surya Gemilang. Jurnal Ilmu Komputer, 5(2), 51.

 

Purwanto, H. S., Widjanarko, H., Suryaningsum, S., Probosari, N., & Prayudi, P. (2019). Bidang Eksos Prosiding SNCPP 2019 �Pengembangan Ristek dan Pengabdian Menuju Hilirisasi Industri� LPPM UPN �Veteran� Yogyakarta Yogyakarta, 16�17 Oktober 2019. LPPM UPN Veteran Yogyakarta.

 

Rhamanda, A. S. (2020). Impilkasi Kerjasama Indonesia-United States Agency for International Development (USAID) dalam Pengembangan Energi Bersih Dengan Program Indonesia Clean Energy Development II (ICED II) pada Tahun 2015-2019. Skripsi Universitas Satya Negara Indonesia.

 

Rochmaniah, A., & Sinduwiatmo, K. (2020). Buku Ajar Corporate Sosial Responsibility dan Community Development. Umsida Press, 1�144.

 

Saputra, A. (2020). Analisis penerapan corporate socisl responsibility pada PT. Pertamina Ep Asset 1 Pangkalan susu Field. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan.

 

Shen, M. (2022). Perubahan Iklim: Tinjauan Holistik Sektor Batubara: Perubahan Iklim: Tinjauan Holistik Sektor Batubara. Parahyangan Economic Development Review, 1(2), 116�130.

 

Shohibuddin, M., Cahyono, E., & Bahri, A. D. (2017). Undang-Undang Desa dan Isu Sumberdaya Alam: Peluang Akses atau Ancaman Eksklusi. Wacana: Jurnal Transformasi Sosial, 17, 36.

 

Sidik, F. (2023). Implementasi pasal 40 peraturan daerah Provinsi Jawa Barat no 2 tahun 2017 tentang pengelolaan pertambangan mineral Dan batubara tinjauan siyasah dusturiyah: Studi kasus di Kabupaten Garut. UIN Sunan Gunung Djati.

Copyright holder:

Nama Author (2024)

 

First publication right:

Syntax Idea

 

This article is licensed under: