How to cite:
Yuni Erfianti, Arief. B. Suharko (2024) Judul, (06) 05, https://doi.org/10.36418/syntax-
idea.v3i6.1227
E-ISSN:
2684-883X
Published by:
Ridwan Institute
INTEGRASI HASIL MRP DENGAN KEDATANGAN SUPPLIER UNTUK PART
CATEGORY A MENGGUNAKAN METODE RCCP DAN SIMULASI
Yuni Erfianti, Arief. B. Suharko
Universitas Bakri, Indonesia
Abstrak
Supply Chain Management (SCM) atau manajemen rantai pasok merupakan serangkaian
kegiatan untuk memproses barang mentah sampai siap digunakan oleh konsumen dimana di
dalamnya terdapat alirab barang. Aliran barang terjadi sebagai dampak timbulnya kebutuhan
belanja material sampai dengan proses produksi untuk memenuhi permintaan konsumen.
Setelah kebutuhan material dihitung dan ditentukan oleh perusahaan, maka perusahaan perlu
mencari dan memerintahkan suplier untuk mengirimkan barang ke Gudang. Pada
kenyatannya prosesnya tidak selalu lancar, Perusahaan kesulitan untuk memperkirakan
jumlah barang yang dibutuhkan untuk produksi yang efisien dan maksimal setiap bulannya.
Selalu ada stock d gudang bahakn sampai melebihi kapasitas gudang itu sendiri. Oleh karena
itu, penelitian ini berfokus untuk mengintegrasikan hasil MRP (Material requirement
planning) dengan kedatangan supplier dimana berfokus pada part atau komponen kategory A
yang ditentukan berdasarkan pengunaan space gudang dan nilai item part atau kompoenen itu
sendiri. Part ini kemudian dihitung menggunakan metode RCCP dan diverifikasi
efektifitasnya menggunakan discrete event simulation dalam program jaamsim. Hasil
penelitian pada PT XYZ menunjukkan terdapat 4 item part atau komponen kategory A yang
berpengaruh secara signifikan. Keempat item tersebut adalah Cover L Side, Radiator Assy,
Case Comp Mission dan Pulley Assy Driven. Setelah dilakukan perhitungan RCCP untuk
keempat item part ini, ditemukan bahwa kedatangan suplier perlu diitentukan periode
kedatangannya untuk menjamin ketersediaan barang di waktu yang tepat dan jumlah yang
tepat. Hasil ini didukung dengan simulasi jammsim yang menunjukkan bahwa antrian barang
menjadi lebih pendek dan fluktuasi stock menjadi lebih rendah. Selain itu, dengan
perencanaan kedatangan yang lebih matang terdapat potensi untuk menurunkan ritase
perjalanan pengiriman barang dari supplier dimana truk supplier berpotensi dapat melakukan
lebih dari 1 trip pengiriman, sehingga menghemat biaya sewa atau investasi truk.
Kata kunci: RCCP, Descrete Event simulation, Supply Chain Management, MRP
Abstract
ready for use by consumers, which includes the flow of goods. The flow of goods occurs as a
result of the need for material purchases and the production process to meet consumer
demand. After the material requirements are calculated and determined by the company, the
company needs to find and order suppliers to send the goods to the warehouse. In reality, the
process is not always smooth, companies have difficulty estimating the number of goods
needed for efficient and maximum production each month. There is always stock in the
JOURNAL SYNTAX IDEA
pISSN: 2723-4339 e-ISSN: 2548-1398
Vol. 6, No. 05, Mei 2024
Yuni Erfianti, Arief. B. Suharko
2344 Syntax Idea, Vol. 6, No. 05, Mei 2024
warehouse, even more than the capacity of the warehouse itself. Therefore, this research
focuses on integrating the results of MRP (Material requirements planning) with supplier
arrivals which focuses on category A parts or components which are determined based on
warehouse space usage and the value of the part or component item itself. This part is then
calculated using the RCCP method and its effectiveness is verified using discrete event
simulation in the Jaamsim program. The results of research at PT XYZ show that there are 4
category A part or component items that have a significant effect. The four items are Cover L
Side, Radiator Assy, Case Comp Mission and Pulley Assy Driven. After calculating the RCCP
for these four part items, it was found that the arrival period of the supplier needed to be
determined to ensure the availability of goods at the right time and in the right quantity. This
result is supported by the Jammsim simulation which shows that the queue for goods becomes
shorter and stock fluctuations become lower. In addition, with more careful arrival planning
there is the potential to reduce the frequency of delivery trips from suppliers where supplier
trucks can potentially make more than 1 trip per delivery, there by saving on truck rental or
investment costs.
Keywords: RCCP, Descrete Event simulation, Supply Chain Management, MRP
PENDAHULUAN
Analisis ABC merupakan salah satu metode dalam manajemen persediaan (inventory
management) yang digunakan untuk mengendalikan sejumlah kecil barang, tetapi barang
tersebut mempunyai nilai investasi yang tinggi (Megawati, Pradesi, Khabibah, &
Ekoanindiyo, 2021). Analisis ABC didasarkan pada sebuah konsep yang dikenal dengan nama
Hukum Pareto (Ley de Pareto), dari nama ekonom dan sosiolog Italia, Vilfredo Pareto (1848-
1923) (Tupan, Camerling, & Amin, 2019). Hukum Pareto menyatakan bahwa sebuah grup
selalu memiliki persentase terkecil (20%) yang bernilai atau memiliki dampak terbesar (80%)
(Erfiansyah & Herliningsih, 2018). Ford Dickie dari General Electric telah mengembangkan
konsep Pareto ini untuk menciptakan konsep ABC yang digunakan untuk mengklasifikasikan
barang / persediaan. Analisis ABC menggunakan hokum pareto untuk dapat menggolongkan
barang berdasarkan peringkat nilai mulai dari nilai tertinggi hingga terendah. Nilai tersebut
kemudian akan dibagi menjadi kelas-kelas besar dalam urutan prioritas dimana biasanya kelas
tesebut akan dibagi dan dinamai A, B, C, dan seterusnya secara berurutan dari peringkat nilai
tertinggi hingga terendah. Pada umumnya kelas A sebagai prioritas utama memiliki jumlah
jenis barang yang sedikit, namun memiliki nilai yang sangat tinggi.
Dalam hal ini, besaran masing-masing kelas ditentukan sebagai berikut (Sutarman,
2003) Kelas A, merupakan barang-barang dalam jumlah unit berkisar 15-20% dari total
seluruh barang, tetapi merepresentasikan 75-80% dari total nilai uang.
1. Kelas B, merupakan barang-barang dalam jumlah unit berkisar 20-25% dari total seluruh
barang, tetapi merepresentasikan 10-15% dari total nilai uang.
2. Kelas C, merupakan barang-barang dalam jumlah unit berkisar 60-65% dari total seluruh
barang, tetapi merepresentasikan 5-10% dari total nilai uang.
Capacity Planning
“Kapasitas merupakan suatu terobosan atau sejumlah unit yang mana tempat fasiliatas
dapat menyimpan, menerima, atau memproduksi dalam suatu periode waktu tertentu”
Integrasi Hasil MRP Dengan Kedatangan Supplier Untuk Part Category A Menggunakan
Metode RCCP dan Simulasi
Syntax Idea, Vol. 6, No. 05, Mei 2024 2345
(Heizer, Render, & Watson, 2009). Salah satu metode yang digunakan dalam perencanaan
kapasitas adalah RCCP (Rough Cut Capacity Planning). Pada dasarnya RCCP dapat
didefinisikan sebagai proses konversi dari rencana produksi dan/atau MPS ke dalam
kebutuhan kapasitas yang berkaitan dengan sumber daya kritis seperti: tenaga kerja, mesin
dan peralatan, kapasitas gudang, kapasitas pemasok material, dan sumber daya keuangan
(Yunatan, Gaspersz, & Manafe, 2023). Dalam hal ini terdapat 3 macam teknik yang
digunakan dalam perhitungan RCCP yaitu
1. Capacity Planning Using Overall Factor Approach (CPOF)
2. Bill of Labour Approach (BOLA)
3. Resource Profile Approach (RPA).
Perencanaan kapasitas tidak hanya meliputi kapasitas produksi, tetapi juga fasilitas
pendukung lainnya yakni gudang. Gudang atau warehouse berperan penting untuk
menyimpan barang baik itu bahan baku, Work in Process (WIP) maupun produk jadi. Oleh
karena itu diperlukan manajemen dan pengelolaan gudang yang baik agar barang yang
disimpan tetap dalam kondisi prima (Barro et al., 2013). Dalam penelitiannya menyimpulkan
bahwa 2 faktor utama sebagai penentu dalam warehouse management adalah kompleksitas
pekerjaan dan dinamika pasar. Menurut , pada aplikasinya, WMS dapat dibedakan menjadi
dua yakni menggantikan yang sudah ada atau instalasi baru. Dengan demikian, pentuan layout
gudang berperan penting. Gudang dapat dikatakan optimal jika memenuhi kriteria tertentu
serta megakomodir kebutuhan perusahaan dan fleksible serta adaptif terhadap perusahaan di
masa depan (Gwynne, 2014).
Tabel 1 Penelitian Terdahulu
No
Judul Penelitian
Penulis
Pendekatan
1
Inventory Analysis
Using the ABC-
Ved Matrix -
Applied Research
in Al-Zawraa State
Company
(Amer & Jawad,
2023)
ABC -VED
Analysis
2
Shifts in drugs use
after the COVID-
19
pandemic based on
the analysis of
ABC, VEN
and ABC-VEN
matrix
(Yulistiani,
Hamidi, Utomo,
& Hamidah,
2023)
ABC
Analysis
3
Analysis of Raw
Material Inventory
Control using the
ABC Analysis
Method and EOQ
Method in the Fajar
(Vanesa &
Helma, 2023)
ABC
Analysis &
EOQ
Yuni Erfianti, Arief. B. Suharko
2346 Syntax Idea, Vol. 6, No. 05, Mei 2024
No
Judul Penelitian
Penulis
Pendekatan
Onion Crackers
Business
4
Interpretable Multi-
criteria ABC
analysis
based on semi-
supervised
clustering
and Explainable
Artificial
Intelligence
(Qaffas,
Hajkacem, Ncir,
& Nasraoui,
2023)
ABC
Analysis &
AHP
5
Designing of
Inventory
Management for
Determining the
Optimal Number of
Objects at the
Inventory Grouping
Based on ABC
Analysis
(Rao, Gopal, &
Siripurapu,
2022)
ABC
Analysis &
TOPSIS
6
Production
Capacity
Optimization With
Rough Cut
Capacity Planning
(RCCP)
(Sugarindra &
Nurdiansyah,
2020)
RCCP
7
Analisis Kapasitas
Produksi
Menggunakan
Metode Rought Cut
Capacity Planning
(RCCP)
(Sugiatna, 2021)
RCCP
8
Analisis
(Syukriah,
RCCP
Integrasi Hasil MRP Dengan Kedatangan Supplier Untuk Part Category A Menggunakan
Metode RCCP dan Simulasi
Syntax Idea, Vol. 6, No. 05, Mei 2024 2347
No
Judul Penelitian
Penulis
Pendekatan
Perencanaan
Kapasitas Produksi
Menggunakan
Metode Rough Cut
Capacity Planning
Di Cv Family
Bakery
Fatimah, &
Andriansyah,
2023)
9
Analisis Kapasitas
Produksi VCO
(Virgin Coconut
Oil) Menggunakan
Metode RCCP
(Rough Cut
Capacity Planning)
Di PT. Millenium
Agroindo Selebes
(Bersabie,
Lasalewo, &
Machmoed,
2022)
PCCP &
Peramalan
Moving
Average
10
Rough Cut
Capacity Planning
Based On
Information System
(Slameta, 2019)
RCCP Web
design
11
Safety Stock,
Warehouse
Capacity, and
Return of Goods in
Inventory Model
Development
(Silitonga,
Saputra, &
Khan, 2022)
Karush Kuhn
-Tucker
12
Layout
Improvement with
Dedicated Storage
Approach in Food
and Baverage
(Daissurur,
Irawan,
Astamanggala,
Prastyo, &
Village, 2021)
Dedicated
Storage
Yuni Erfianti, Arief. B. Suharko
2348 Syntax Idea, Vol. 6, No. 05, Mei 2024
No
Judul Penelitian
Penulis
Pendekatan
Product Warehouse
13
Research on
finished product
warehouse
inventory based on
spatial
segmentation
(Sun et al.,
2022)
Warehouse
scheduling
System
14
Solving a
Production Lot-
Sizing and
Scheduling
Problem from an
Enhanced
Inventory
Management
Perspective
(Popović,
Bjelić, Vidović,
& Ratković,
2023)
Literatur
review
15
Logistic Warehouse
Inventory System
(Case Study:
RSUD Pasar
Minggu)
(Maulana et al.,
2023)
Warehouse
digitalisation
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan 2 pendekatan metode yakni studi literatur dan studi
lapangan. Teori yang digunakan dalam studi literatur dapat berasal dari buku, jurnal dan
materi-materi perkuliahan yang berkaitan dengan topik penelitian yaitu ABC Analysis, Rough
cut capacity planning (RCCP) dan Warehouse management. Selain ini, peneliti juga
melakukan studi lapangan, agar dapat mengetahui bagaimana kondisi eksisting yang ada di
perusahaan sehingga dapat memberikan penyelesaian masalah yang tepat. Data -data yang
dikumpulkan antara lain adalah data luas warehouse per jenis komponen dan penggunaan
komponen untuk masing masing tipe produksi. Setelah itu dilakukan pengolahan data
dengan beberapa proses pendekatan. Tahap ini dilakukan untuk melakukan pengukuran dan
pengolahan data yang telah didapatkan. Tahap ini terdiri dari beberapa langkah antara lain :
1. Perhitungan ABC Analisis untuk mengidentifikasi komponen mana yang mengambil porsi
warehouse yang paling besar (kategori A)
2. Menghitung RCCP komponen kategori A dengan metode RPA karena Metode RPA
perhitungannya mempertimbangkan urutan proses produksi. Teknik ini merupakan
perencanaan kapasitas kasar paling rinci dan membutuhkan data yang lebih rinci pula
sehingga pendekatannya menghasilkan akurasi yang lebih baik (Eunike et al., 2021).
Teknik RPA memerlukan data lead time offset dimana :
a. Dalam merencanakan kebutuhan material, semua komponen yang dibutuhkan biasanya
sudah siap sebelum due datenya
Integrasi Hasil MRP Dengan Kedatangan Supplier Untuk Part Category A Menggunakan
Metode RCCP dan Simulasi
Syntax Idea, Vol. 6, No. 05, Mei 2024 2349
b. Seluruh komponen tidak perlu diproduksi dari awal secara bersamaan. Misalkan jika
ada komponen yang biaya inventory-nya tinggi maka sebaiknya tidak perlu dipesan
sebelum waktunya tepat.
Dengan kata lain lead time offset adalah jumlah waktu antara pemesanan dilakukan dan
saat penerimaan produk jadi Secara umun, data yang diperlukan meliputi data MPS, lead time
ofset dan waktu proses.
Setelah mengumpulkan dan mengolah data yang ada, langkah selanjutnya adalah
melakukan analisis dan interpretasi terhadap hasil tersebut. Pada tahap ini dilakukan pula
pemberian rekomendasi perbaikan untuk proses improvement perusahaan. Sebelum
rekomendasi diberikan, penulis melakukan verifikasi validasi model menggunakan discrete
event simulaton menggunakan Jaamsim.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Metode Analisis ABC XYZ
Setelah pengolahan data menggunakan teknik ABC Analysis berdasarkan datayang
dikumpulkan dalam perusahaan, diperoleh matrix cluster seoerti di bawah ini :
Kategory X Y Z
High value High value High value
Utilisasi area tinggi Utilisasi area menengah Utilisasi area rendah
Medium value Medium value Medium value
Utilisasi area tinggi Utilisasi area menengah Utilisasi area rendah
Low value Low value Low value
Utilisasi area tinggi Utilisasi area menengah Utilisasi area rendah
A
B
C
Adapun keempat part kompoenen yang masuk ke dalam cluster AX adalah Cover L
side, Radiator Assy, Case Comp Mission dan Pulley Assy Driven. Keempat item part
komponen ini kemudian dihitung kebutuhannya berdasarkan hasil MRP :
Yuni Erfianti, Arief. B. Suharko
2350 Syntax Idea, Vol. 6, No. 05, Mei 2024
1 1 1 2 2 2 3 3 3 4 4 4 5 5 5 6 6 6 7 7 7 8 8 8
08.00 08.30 09.00 10.00 10.30 11.00 11.30 13.00 13.30 14.00 14.30 15.00 17.00 17.30 18.00 19.30 20.00 20.30 21.00 21.30 22.00 22.30 23.00 23.30
COVER,L SIDE A1 1.191 2.400 100 100 100 100 100 100 - - 100 200 100 100 100 100 - 100 100 100 200 200 100 100 100 100
COVER,L SIDE A10 253 300 - - - - - - 100 100 - - - - - - 100 - - - - - - - - -
COVER,L SIDE A78 1.190 1.400 100 100 100 100 100 100 100 100 100 - - - - - - - 100 - - - 100 100 100 100
RADIATOR ASSY A79 1.003 1.400 100 100 100 100 100 100 100 100 100 - - - - - - - 100 - - - 100 100 100 100
RADIATOR ASSY A3 1.200 1.850 100 50 - - 100 100 - 100 100 - 100 100 200 100 100 100 - 200 100 100 - 100 100 -
CASE COMP,MISSION A2 2.295 2.700 100 100 100 100 100 100 100 100 100 200 100 100 100 100 100 100 100 100 200 200 100 100 100 100
PULLEY ASSY,DRIVEN A12 542 650 100 50 -