Syntax Idea : p�ISSN: 2684-6853e-ISSN : 2684-883X

Vol. 2, No. 5 Mei 2020

 


PENGARUHKARAKTERISTIK INDIVIDU, KETERAMPILAN DAN PEMELIHARAAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KONVEKSI

 

Siti Latifah

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus Jawa Tengah

Email: [email protected]

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik individu, keterampilan, dan pemeliharaan kerja terhadap produktivitas kerja pada sentra UMKM Konveksi AL-ANFAS Desa Hadipolo Jekulo Kudus secara parsial maupun stimulan. Sampel dalam penelitian ini diperoleh sebanyak 96 responden karyawan konveksi AL-ANFAS Hadipolo Jekulo Kudus dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan datanya diperoleh dari data primer yang berupa observasi, wawancara penyebaran kuisioner disertai dengan data sekunder yang mendukung, sedangkan untuk pengolahan data menggunakan komputer dengan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial karakteristik individu berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja konveksi pada Sentra UMKM Konveksi Al-ANFAS Hadipolo Kudus. Secara parsial keterampilan berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja pada Sentra UMKM konveksi Al-ANFAS Hadipolo Kudus. Secara parsial pemeliharaan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja pada sentra UMKM Konveksi AL-ANFAS Hadipolo Jekulo Kudus. Serta terdapat pengaruh positif dan signifikan secara berganda atau stimulan antara karakteristik individu, keterampilan, dan pemeliharaan kerja terhadap produktivitas kerja pada sentra UMKM Konveksi AL-ANFAS Hadipolo Jekolo Kudus.

 

Kata kunci: Karakteristik Individu, Keterampilan, Pemeliharaan Kerja, dan Produktivitas Kerja.

 

Pendahuluan

Sumber daya manusia merupakan bagian penting dalam aktivitas kerja. Karena hal tersebut berhubungan dengan masalah kualitas kerja dan pencapaian kerja. Cara yang paling mudah untuk investasi bagi perusahaan adalah dengan proses pengembangan sumber daya manusia (Saridawati, 2018)Sumber daya manusia merupakan salah satu unsur UMKM yang mempunyai peranan penting dalam kegiatan tersebut dan harus dikelola sedemikian rupa sehingga berdaya guna dalam mencapai misi, visi dan tujuan. Produktivitas kerja dapat tercapai seara maksimal dalam suatu UMKM maka harus memperhatikan karakteristik individu, keterampilan dan pemeliharaan kerja (Sedarmayanti, 2009 dalam (Karmiyati, 2015). Produktivitas kerja merupakan suatu akibat dari persyaratan yang harus dipenuhi oleh setiap karyawan. Persyaratan itu adalah kesediaan karyawan konveksi untuk bekerja dengan penuh semangat dan tanggung jawab. Seorang karyawan konveksi yang memenuhi prasyarat kerja adalah karyawan konveksi yang di anggap mempunyai kemampuan jasmani yang sehat, kecerdasan dan pendidikan tertentu serta telah memperoleh keterampilan untuk melaksanakan tugas yang bersangkutan agar dapat memenuhi syarat untuk UMKM yang dilihat dari segi kuantitas maupun kualitas. Karakteristik individu merupakan sifat pembawaan seseorang yang dapat di ubah dengan lingkungan atau pendidikan (Hasibuan, 2011) dalam (Purwanti & Al Musadieq, 2017)

Produktivitas kerja dapat dicapai apabila tenaga kerja mempunyai keterampilan kerja yang dapat diterapkan dalam melakukan pekerjaannya sehari-hari. Membahas produktivitas kerja konveksi tidak akan lepas pada pembahasan dalam keterampilan kerja. Produktivitas kerja dan keterampilan kerja merupakan dua hal yang saling berhubungan. Rank dan Frese (2014) dalam (Syahdan, 2017) menyatakan bahwa keterampilan kerja konveksi dalam melaksanakan tugas pada sebuah UMKM sangatlah penting peranannya. Seorang konveksi yang memiliki keterampilan kerja itu lebih baik tentu akan lebih mengerti apa yang harus dilakukan ketika menghadapi sebuah masalah yang muncul. Sehingga UMKM itu akan lebih mudah mencapai suatu tujuan yang diinginkan karena di dukung oleh para karyawan konveksi yang sudah mempunyai keterampilan dan pengalaman di bidangnya masing-masing.

Meningkatkan produktivitas kerja pada UMKM juga perlu diadakannya pelatihan terhadap tenaga kerjanya. Menurut Dessler (2010) dalam (Aula, Arinal., Musriha., 2017) pelatihan adalah proses mengajar keterampilan yang di butuhkan oleh tenaga kerja baru untuk melakukan pekerjaannya. Menurut Rebber (2013) dalam (Aula, Arinal., Musriha., 2017) bahwa keterampilan kemampuan yaitu dapat melakukan pola-pola tingkah laku yang kompleks dan tersusun secara mulus yang sesuai dengan keadaan dalam mencapai suatu hasil yang maksimal. Produktivitas kerja dapat tercapai apabila tenaga kerja mempunyai keterampilan yang dapat diterapkan dalam melakukan pekerjaannya sehari-hari di UMKM maupun di perusahaan. Tingkat pendidikan pun merupakan salah satu faktor yang memengaruhi keterampilan tenaga kerja dan juga karakteristik individu, karena dapat memberikan wawasan yang lebih luas untuk berinisiatif dan berinovasi sehingga selanjutnya dapat berpengaruh terhadap keterampilan kerjanya dan karakteristiknya individu.

Pemeliharaan (maintenance) adalah usaha mempertahankan dan atau meningkatkan kondisi fisik, mental dan sikap kerja agar mereka tetap loyal serta bekerja secara produktif untuk menunjang tercapainya tujuan pembahasan (Hasibuan, 2012) Sedangkan fungsi pemeliharaan tenaga kerja adalah segala sesuatu yang menyangkut perlindungan kondisi fisik mental dan emosi (Edwin B. Flippo dalam (Hasibuan, 2012). Tenaga kerja adalah aset atau kekayaan utama setiap UMKM yang selalu ikut aktif berperan dan paling penting dalam menentukan tercapai tidaknya suatu tujuan dalam sebuah UMKM. Aspek pemeliharaan sumber daya manusia menjadi hal yang sangat penting karena pemeliharaan sumber daya manusia digunakan untuk menjaga fungsi dan peran sumber daya manusia itu sendiri dalam melakukan setiap pekerjaannya di sebuah UMKM.

Usaha kecil mempunyai peran penting dalam pertumbuhan ekonomi suatu Negara. Pengembangan usaha kecil di Indonesia merupakan salah satu prioritas dalam pembangunan ekonomi nasional ini karena usaha tersebut merupakan tulang punggung sistem ekonomi kerakyatan yang tidak dapat ditunjukkan untuk mengurangi masalah kesenjangan antar golongan pendapatan dan antar pelaku usaha, lebih dari itu pengembangan mampu memperluas basis ekonomi dan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam mempercepat perubahan struktural, yakni meningkatnya perekonomian dan ketahanan ekonomi nasional berdasarkan kementerian perindustrian RI Nomor 41/M-IND/6/2008. Bab 1 ketentuan umum pasal 1 Industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi, dan atau barang jadi menjadi barang dengan nilai yang lebih tinggi untuk penggunaannya. singkatnya home industri adalah rumah usaha rumah barang dan perusahaan kecil. Dikatakan, sebagai perusahaan kecil karena jenis kegiatan ekonomi di pusatkan di rumah pengertian usaha kecil tercantum pada dalam undang-undang nomor 9 tahun 1995 dalam (Zuhri, 2013) bahwa Usaha kecil adalah usaha dengan kekayaan bersih maksimal 200 juta tidak termasuk tanah dan bangunan dengan penjualan tahunan maksimal Rp1 M.

Kabupaten Kudus adalah kota kecil di Jawa Tengah yang memiliki semangat GUSJIGANG (Bagus, Ngaji dan Dagang) yang masing-masing mempunyai arti Bagus berarti berakhlak mulia dan bijaksana. Ngaji bukan berarti hanya cerdas mengaji, namun juga cerdas secara intelektual, ahli dalam bidangnya masing-masing. Sedangkan dagang bermakna produktif, inovatif serta kompetitif.Produksi konveksi pakaian Al-Anfas yang berada di desa Hadipolo Jekulo Kudus sangat tinggi peminat dalam konsumennya tidak hanya dari daerah itu sendiri melainkan sampai daerah luar kudus. Dalam pengelolaan maupun produksi konveksi pakaian dibutuhkan tenaga kerja yang ahli tampil dan mampu berinovasi agar hasil produksi yang dicapai sesuai dengan target yang ditentukan dalam proses tersebut sehingga penggunaan mesin dan alat-alat harus dapat sesuai dengan standar operasional yang sudah ditentukan oleh kelompok.

Berdasarkan riset awal yang dilakukan kondisi produktivitas kerja konveksi pakaian Al-Anfas menemukan fakta dari pihak konveksi Al-Anfas bahwa hasil produksi konveksi pakaian mengalami penurunan. Penurunan hasil dari tahun 2017 sampai 2019, kenyataan lapangan banyak tenaga kerja terhadap pengelolaan maupun produksi konveksi pakaian tersebut dalam melakukan pekerjaannya terkadang juga masih mengalami kendala kerja, seperti pulang sebelum waktunya, datang terlambat, menjemput anak pulang sekolah, dan banyak ijin di karenakan sakit atau kecapean. Kendala tersebut dalam bekerja memang mengganggu saat jam kerja sedang berjalan, sehingga menimbulkan terlambatnya target produksi yang harus di capai. Melihat begitu pentingnya fungsi dan peran tenaga kerja dalam pengelolaan serta produksi konveksi pakaian Al-Anfas untuk meningkatkan produktivitas kerja, maka sebuah kelompok tersebut perlu melakukan karakteristik individu, keterampilan dan pemeliharaan kerja. Beberapa riset yang ada yang telah dilakukan dahulu menyatakan bahwa variabel pemeliharaan kerja yang meliputi variabel ketepatan waktu saat kerja berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap variabel produktivitas kerja sedangkan untuk variabel kesehatan dalam bekerja berpengaruh positif dan signifikansi terhadap variabel produktivtas kerja.

 

Metode Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif serta di bantu dengan program SPSS. Dalam penelitian ini, metode deskriptif digunakan untuk menganalisis dan menjelaskan bagaimana karakteristik individu, keterampilan dan pemeliharaan kerja terhadap produktivitas kerja konveksi, sedangkan metode kuantitatif digunakan untuk menganaliss besarnya pengaruh karakteristik individu, keterampilan dan pemeliharaan kerja terhadap produktivitas kerja konveksi. Serta untuk komputer program SPSS digunakan untuk menganalissis dan memudahkan peneliti agar mencapai hasil yang valid dan akurat. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini untuk pengambilan sampel kriterianya yaitu karyawan konveksi yang berusia 18-60 tahun dan seorang karyawan konveksi yang sudah menekuni pekerjannya kurang lebih selama 1 tahun. Teknik dalam pengambilan sampel menggunakan rumus dari Slovin, dengan error estimeste 5%. Dengan demkian jumlah responden yang di gunakan 96 orang.

 

Hasil dan Pembahasan

A.    Hasil

Hasil uji validitas menunjukkan semua butiran pertanyaan variabel independen (X1, X2, X3) lebih banyak respon setuju daripada tidak setuju. Dan semua butir pertanyaan variabel dependen (Y) jawaban dari responden tentang variabel produktivitas kerja sebagai berikut:

 

Tabel 1

Tanggapan Responden terhadap variabel Produktivitas kerja

No

Indikator

Jawaban

Jumlah

SS

S

N

TS

STS

 

5

4

3

2

1

1

Sikap kerja

0

0%

55

57,3%

24

25%

17

17,7%

0

0%

96

100%

2

Tingkat keterampilan

0

0%

53

60,4%

23

24,0%

14

14,65

1

1%

96

100%

3

Hubungan antar lingkungan kerja

0

0%

53

60,4%

25

26,0%

13

13,5%

0

0%

96

100%

4

Manajemen produktivitas

0

0%

55

57,3%

31

32,3%

10

10,4%

0

0%

96

100%

5

Efisiensi tenaga kerja

0

0%

59

61,5%

27

28,1%

10

10,4%

0

0%

96

100%

 

Dari tabel tersebut dapat diketahui bahwa tanggapan responden terhadaap variabel produktivitas kerja jawaban setuju paling banyak pada indikator efesiensi tenaga kerja dengan jawaban setuju sebanyak 59 orang sedangkan paling sedikit pada indikator hubungan antar lingkungan kerja dengan jawaban setuju sebanyak 53 orang.

Analisis regresi penelitian bertujuan untuk menguji pengaruh karakteristik individu, keterampilan dan pemeliharaan kerja terhadap produktivitas kerja.

Tabel 2

Hasil Analiss Regresi

coefficientsᵃ

Model

Unstandardized Conefficients

Standardized Coefficients

 

t

 

Sig.

B

Std. Error

Beta

(constant)

Karakteristik Individu

14,158

,546

3,846

,219

 

,243

3,681

2,501

,000

,014

Keterampilan Pemeliharaan Kerja

,550

,785

,186

,124

,288

,344

2,962

3,487

,004

,000

a.       Dependent Variable: Prodiktivitas kerja

 

Berdasarkan hasil perhitungn analisis regresi di atas dapat dinyatakan persamaan regresi berikut:

Y= 14, 158+0,546X1+0.550 X2+0.785X3

      Konstanta sebesar 14,158 menyatakan bahwa jika variabel independen dianggap konstan, maka rata-rata produktivitas kerja sebesar 14,158.

      Koefisien regresi karakteristik individu sebesar 0,546 menyatakan bahwa setiap penambahan karakteristik individu sebesar 1% maka akan meningkatkan produktivitas kerja sebesar 0,54 6%.

      Koefisien regresi keterampilan sebesar 0,550 menyatakan bahwa setiap penambahan keterampilan sebesar 1% maka akan meningkatkan produktivitas kerja sebesar 0,550%.

      Koefisien regresi pemeliharaan kerja sebesar 0,785 menyatakan bahwa setiap penambahan pemilihan kerja sebesar 1% maka akan meningkatkan produktivitas kerja sebesar 0,785%.

Tabel 3

Analissi Regresi Uji t

Coefficientsᵃ

 

Model

 

t

 

Sig.

Hipotesis

Arah

Keterangan

(Contant)

Karakteristik Individu

3,681

2,501

,000

,014

 

Positif signikan

 

Diterima

Keterampilan

Pemeliharaan Kerja

2,962

3,487

,004

,000

Posituf signifikan

Positif signifikan

Diterima

Diterima

 

Uji t merupakan pengujian koefisien regresi secara parsial atau sendiri-sendiri.

 

a.      Variabel Karakteristik Individu (X1)

Menentuan Hipotesis Nol (Ho) dan Hipotesis Alternatif (Ha):

H0: β1= 0 Artinya tidak ada pengaruh yang signifikan variabel karakteristik individu terhadap produktivitas kerja konveksi Al-Anfas Hadipolo.

Hạ :β1>0 artinya ada pengaruh yang signifikan variabel karakteristik individu terhadap produktivitas kerja konveksi Al-Anfas Hadipolo.

Dengan menggunakan taraf kesalahan α= 0,05 (uji satu sisi kanan) dengan df= 94 (96-(2-1)) diketahui t tabel = 1,661 dan t hitung = 2,501.

Hipotesis 1 yang menyatakan karakteristik individu berpengaruh positif signifikan terhadap produktivitas kerja konveksi Al-Anfas Hadipolo terbukti kebenarannya baik dengan menggunakan perbandingan nilai t hitung dengan t tabel dan perbandingan sig. SPSS dengan Prob. Sig (α=5%).

b.      Variabel Keterampilan (X2)

Menentukan Hipotesis Nol (Ho) dan Hipotesis Alternatif (Ha):

H0: β1= 0 Artinya tidak ada pengaruh yang signifikan variabel keterampilan terhadap produktivitas kerja konveksi Al-Anfas Hadipolo.

Hạ :β1>0 artinya ada pengaruh yang signifikan variabel keterampilan terhadap produktivitas kerja konveksi Al-Anfas Hadipolo.

Menggunakan taraf kesalahan α = 0,05 uji (satu sisi kanan) dengan df = 94 (96-2-1) diketahui t tabel = 1,661 dan t hitung = 2,962.

Hipotesis 2 yang menyatakan keterampilan berpengaruh positif signifikan terhadap produktivitas kerja konveksi Al-Anfas Hadipolo terbukti kebenarannya baik dengan menggunakan perbandingan nilai t hitung dengan t tabel dan perbandingan Sig. SPSS dengan Prob.Sig (α = 5%)

c.       Variabel Pemeliharaan Kerja (X3)

Menentukan Hipotesis Nol (Ho) dan Hipotesis Alternatif (Ha);

H0: β1= 0 Artinya tidak ada pengaruh yang signifikan variabel pemeliharaan kerja terhadap produktivitas kerja konveksi Al-Anfas Hadipolo.

Hạ :β1>0 artinya ada pengaruh yang signifikan variabel pemeliharaan kerja terhadap produktivitas kerja konveksi Al-Anfas Hadipolo. Dengan menggunakan taraf kesalahan α = 0,05 (uji satu sisi kanan) dengan df = 94 (96-2-1) diketahui t tabel = 1,661 dan t hitung sama dengan 3,487. Hipotesis 3 yang menyatakan pemeliharaan kerja berpengaruh positif signifikan terhadap produktivitas kerja konveksi Al-Anfas Hadipolo terbukti kebenarannya baik dengan menggunakan perbandingan nilai t hitung dengan t tabel dan perbandingan Sig. SPSS dengan Prob. Sig (α= 5%)

 

 

 

 

 

 

Tabel 4

Analisis Regresi Uji F

ANOVAᵃ

Model

Sum of Squares

Df

Mean Square

F

Sig.

Regression

Residual

Total

79,805

475,601

555,406

3

92

95

26,602

5,170

5,146

,002ᵇ

 

Uji F digunakan untuk menguji signifikansi pengaruh dari variabel X terhadap variabel Y.

1)        Ho: β1,β2 = 0: artinya tidak ada pengaruh signifikan dari variabel karakteristik individu, keterampilan dan pemeliharaan kerja secara berganda terhadap produktivitas kerja konveksi Al-Anfas Hadipolo.

2)        Hạ: β1,β2 > 0: artinya ada pengaruh signifikan dari variabel karakteristik individu, keterampilan dan pemeliharaan kerja secara berganda terhadap produktivitas kerja konveksi Al-Anfas Hadipolo.

Pada taraf nyata α = 0,05 dengan df numerator = 3 dan df denumerator = 92 diketahui F tabel = 2,70 dan F hitung = 5,146. Dengan demikian hipotesis yang diajukan terbukti kebenarannya baik dengan menggunakan perbandingan nilai F hitung dengan F tabel dan perbandingan sig. SPSS dengan Prob. Sig (α=5%).

Tabel 5

Koefisien Deerminasi

Model Summaryᵇ

Model

R

R

Square

Adjusted R

Square

Std. Error of the Estimate

Durbin- Watson

1

,679ᵃ

,444

,416

2,27367

1,836

 

Koefisien determinasi merupakan pengujian yang menjelaskan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil pengujian persamaan regresi diperoleh dengan nilai R sebesar 0,679 dan R square sebesar 0,444. Hal ini menunjukkan bahwa 44,4% perubahan produktivitas kerja dipengaruhi oleh karakteristik individu, keterampilan dan pemeliharaan kerja. Sisanya 55,6% dijelaskan oleh faktor lain di luar model penelitian

B.     Pembahasan

Hasil penelitian munjukkan bahwa karakteristik individu secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap produktivitas kerja konveksi Al-Anfas Hadipolo. Hal ini bisa ditarik kesimpulan bahwa ketika karakteristik individu semakin baik, maka produktivitas kerja akan semakin meningkat. Hal ini mungkin didasari pada kesadaran masyarakat akan pentingnya sebuah kualitas diri dan sikap positif. Persepsi (perception) adalah proses dimana individu mengatur dan menginterprestasikan kesan-kesan sensori mereka guna memberikan arti bagi lingkungan mereka. Namun, apa yang diterima seseorang pada dasarnya bisa berbeda dari realitas obyektif.

Hal ini disebabkan karena sebagian besar karyawan konveksi adalah karyawandi usia rentang 30-40 tahun yang merupakan penggerak yang cukup berpengalaman dan masih mempunyai semangat yang tinggi dalam bekerja. Usia yang matang dan cukupnya pengalaman di dunia kerja tentu akan mempengaruhi cara pikir dan sikap atau perilaku keseharian mereka di tempat kerja.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap produktivitas kerja konveksi Al-Anfas Hadipolo. Hal ini menunjukkan keterampilan menjadi sumbangsih penting bagi responden mencapai produktivitas kerja. Pengalaman kerja sangat penting untuk melihat pengetahuan keterampilan individu, karena semakin lama pengakaman kerja semakin besar tingkat pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh kayawan konvesi, sehingga kinerja akan semakin meningkat. sesorang dengan tingkat keterampilan kerja yang tinggi dianggap memiliki kemampuan yang mampu menghasilkan produk yang lebih rapi, bagus dan lebih cepat dalam penyelesaiannya dibandingkan pekerja konveksi yang tidsk berpengalaman. Karena orang yang dianggap memiliki pengalaman kerja atau keterampilan kerja yang baik dianggap telah bisa menghadapi masalah yang kemungkinan terjadi di tempat kerja karena dianggap pernah mengalami hal serupa dan sudah mengetahui bagaimana menanggulangi masalah tersebut (Megantoro, 2015).

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dijelaskan di atas, dapat dikatakan bahwa variabel pemeliharaan kerja berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja konveksi pakaian. Hal ini dapat diambil kesimpulan bahwa ketika karyawan konveksi mempunyai kesadaran pemilihan kerja yang baik, maka hal tersebut dapat mempengaruhi tingkat produktivitas kerja konveksi tersebut. Hasil temuan hipotesisnya dengan pernyataan (Mulyadi, 2015) menyatakan bahwa kesehatan kerja merupakan salah satu tanggung jawab UMKM terhadap tenaga kerjanya, karena kelancaran pelaksanaan tenaga kerja dalam bekerja sangat tergantung pada kesehatan kerja. UMKM diharapkan dapat menerapkan perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja terutama bagi UMKM sehingga produktivitas pekerjaan konveksi kondisi karyawannya sehat dan rasa aman di tempat kerja. Keberhasilan suatu UMKM dalam meningkatkan kesehatan kerja tentu di pengaruhi oleh tenaga kerjanya yang mampu mematuhi peraturan-peraturan tentang kesehatan kerja yang telah di tentukan oleh UMKM.

Karakteristik individu, keterampilan dan pemeliharaan kerja secara stimulan mampu mempengaruhi produktivitas kerja. Jika dilihat dari nilai koefisien determinasi variabel independen mampu mempengaruhi variabel dependen produktivitas kerja sebesar 44,4%. Hal ini bisa dikatakan bahwa ketika seorang pekerja konveksi mempunyai karakteristik individu yang baik yang telah teruji kemampuan serta di dukung dengan keterampilan yang mumpuni.

Produktivitas kerja akan mudah tercapai. Kondisi ini jika didukung dengan kesadaran pentingnya pemeliharaan alat kerja dan pentingnya keselamatan kerja, maka pekerjaan akan selesai tepat waktu tidak ditertunda oleh masalah kurang tepatnya waktu karena sering sakit yang dialami dalam melakukan pekerjaan sehingga tujuan zero accident dapat tercapai.

 

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai pengaruh karakteristik individu keterampilan dan pemeliharaan kerja terhadap produktivitas kerja pada sentra UMKM konveksi pakaian Al-Anfas Hadipolo Jekulo Kudus maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Pertama, karakteristik individu, ketarmpilan, dan pemeliharaan kerja secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap produktivitas kerja konveksi pakaian Al-Anfas di Hadipolo. Kedua, karakteristik individu, keterampilan, dan pemeliharaan kerja secara stimulan mampu mempengaruhi produktivitas kerja konveksi pakaian Al-Anfas di Hadipolo.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BIBLIOGRAFI

 

Aula, Arinal., Musriha., dan indah Noviandari. (2017). Pengaruh Disiplin Kerja, Pelatihan dan Keterampilan Terhadap Kinerja Karyawan Pada UD. Rumekso Mojokerto. Jurnal Manajemen Brancmark, 3(3).

 

Hasibuan, Malayu S. P. (2012). Manajemen Sumber Daya Manusia.. Pp: 141-150. Jakarta: Pt. Bumi Aksara, 1, 141�150.

 

Karmiyati. (2015). Pengaruh Lingkungan Fisik, Lingkungan Non Fisik, dan Keterampilan Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Industri Genteng Sidorejo Godean Yogyakarta. Jurnal Ekonomi Manajemen, 3(1).

 

Megantoro, Dwi. (2015). Pengaruh Keterampilan, Pengalaman, Kemampuan Sumber Daya Manusia terhadap Usaha Kecil Menengah (Studi Kasus di Panjangrejo, Srihardono, Pundong, Bantul Yogyakarta). Universitas PGRI Yogyakarta.

 

Mulyadi. (2015). Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM). Bogor: In Media.

 

Purwanti, Laura Dwi, & Al Musadieq, Mochammad. (2017). Pengaruh Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Terhadap Kualitas Kehidupan Kerja Dan Produktivitas Kerja (Studi Pada Karyawan Divisi Operasiddan Pemeliharannpt Pembangkitan Jawa Bali (Pjb) Unit Pembangkitan Paiton). Jurnal Administrasi Bisnis, 44(1), 118�126.

 

Saridawati, Saridawati. (2018). Pengelolaan Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pada PT. Atmoni Shamasta Prezki. Syntax Literate; Jurnal Ilmiah Indonesia, 3(9), 107�122.

 

Syahdan, Feri. (2017). Hubungan antara keterampilan kerja dengan produktivitas kerja. Psikoborneo, 5(1), 1�10.

 

Zuhri, Saifuddin. (2013). Analisis Pengembangan Usaha Kecil Home Industri Sangkar Ayam dalam Rangka Pengentasan Kemiskinan. Jurnal Manajemen Dan Akuntansi, 2(3).