Syntax Idea : p–ISSN: 2684-6853  e-ISSN : 2684-883X     

Vol. 2, No. 4 April 2020

 


Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Dan Sikap Tanggung Jawab Peserta Didik Menggunakan Model Pembelajaran SAVI Tema 7 Indahnya Keragaman Negeriku Di Kelas IV SD Negeri 1 Karanggintung

 

Masruri, Karma Iswasta Eka dan Supriatna

Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP)

Email: masruri@gmail.com, eka2001id@gmail.com, dan supriatna_19@yahoo.com

 

Abstrak

Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya prestasi belajar dan kurangnya rasa sikap tanggung jawab peserta didik di kelas IV SD Negeri 1 Karanggintung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan prestasi belajar dan sikap tanggung jawab peserta didik menggunakan model pembelajaran SAVI (Somatic Auditory Visualization Intellectualy). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan selama 2 siklus, dan setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan pembelajaran. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas IV SD Negeri 1 Karanggintung, dengan  jumlah peserta didik 21, terdiri dari 10 peserta didik laki-laki dan 11 peserta didik perempuan. Teknik dan alat pengumpulan data yaitu tes dan non tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan model SAVI dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik dan sikap tanggung jawab peserta didik. Peningkatan prestasi belajar peserta didik dibuktikan adanya perolehan nilai rata-rata pada mata pelajaran IPA siklus I mendapat 76,6 dengan persentase ketuntasan belajar 65%, pada mata pelajaran Bahasa Indonesia mendapat 71,4 dengan persentase ketuntasan belajar 62%. Selanjutnya peningkatan pada sikap tanggung jawab peserta didik dibuktikan pada lembar observasi sikap tanggung jawab peserta didik dengan  persentase ketuntasan 68% dan angket mendapatkan  persentase ketuntasan 81%. Hasil penelitian pada siklus II peningkatan prestasi belajar pada mata pelajaran IPA mendapatkan nilai rata-rata 86,4 dengan persentase ketuntasan belajar 85%, pada mata pelajaran Bahasa Indonesia mendapat 84,6 dengan  persentase ketuntasan belajar 90%.  Selanjutnya peningkatan sikap tanggung jawab mendapat persentase ketuntasan 90% dan angket mendapat persentase ketuntasan sebesar 82%. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa penerapan menggunakan model pembelajaran SAVI (Somatic Auditory Visualization Intellectualy) dapat meningkatkan prestasi belajar dan sikap tanggung jawab peserta didik di kelas IV SD Negeri 1 Karanggintung.

 

Kata kunci: Prestasi Belajar, Tanggung Jawab, Model SAVI

 

Pendahuluan

Pendidikan merupakan sesuatu hal yang sangat penting bagi pertumbuhan pikiran manusia dan potensi dirinya. Pernyataan tersebut sesuai dengan UU No. 20 Tahun 2003 dalam (Hasbullah, 2011) mengatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara. Pengertian di atas menegaskan bahwa pendidikan sangat mempengaruhi potensi pada setiap individu. Potensi yang baik dalam pendidikan adalah dengan mewujudkan proses belajar yang aktif.

Salah  satu indikator tingginya  kualitas  pembelajaran dalam  pendidikan adalah adanya kesempatan dan ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi dan bakat yang dimiliki dan dapat memenuhi  kebutuhan  emosional peserta didiknya (Cholik, 2017). Pendidikan merupakan tempat proses belajar yang bermakna dan sangat penting. Pendidikan di sekolah memiliki peran penting yaitu untuk mewujudkan tujuan pendidikan yang optimal. Proses pendidikan di sekolah merupakan hal yang paling utama, untuk memperoleh pengetahuan, perubahan tingkah laku individu melalui kegiatan interaksi antara peserta didik dan guru. Pendidikan di sekolah guru selalu menerapkan pendidikan karakter terhadap peserta didik.

Pelaksanaan pembelajaran di kelas pendidikan karakter sangat diperlukan dalam proses belajar mengajar. Pernyataan ini sesuai dengan pendapat (Kesuma, 2011) menyatakan bahwa pendidikan karakter adalah sebuah usaha untuk mendidik anak-anak agar dapat mengambil keputusan dengan bijak dan mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga peserta didik dapat memberikan kontribusi yang positif kepada lingkungannya. Pengertian tersebut menjelaskan bahwa pendidikan karakter merupakan proses mendidik peserta didik untuk menghasilkan perubahan tingkah laku yang baik dan dapat diterapkan sehari-hari baik di sekolah, di rumah dan di lingkungan. Salah satu nilai-nilai yang termasuk dalam pendidikan karakter yaitu sikap tanggung jawab.   

Sikap tanggung jawab merupakan salah satu dari nilai-nilai karakter yang diterapkan dalam proses belajar. (Zubaedi, 2011) mengemukakan bahwa tanggung jawab adalah sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dilakukan terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial, dan budaya), Negara, dan Tuhan Yang Maha Esa. Pengertian di atas menegaskan bahwa sikap tanggung jawab dapat diterapkan untuk peserta didik dengan melalui pemberian tugas oleh guru sehingga peserta didik mampu menyelesaikan tugas pada waktu tertentu. 

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan dalam pembelajaran di kelas IV SD Negeri 1 Karanggintung, terdapat beberapa permasalahan yaitu prestasi belajar dan sikap tanggung jawab peserta didik. Guru kelas menyatakan bahwa pada pembelajaran di kelas prestasi belajar peserta didik masih rendah. Faktor lain mengenai proses pembelajaran yang rendah karena peserta didik tidak memperhatikan dan malas untuk belajar, motivasi belajar peserta didik kurang, peserta didik tidak minat terhadap pembelajaran tersebut, dan senang bermain sendiri apabila pembelajaran sedang berlangsung. Hal ini mengakibatkan nilai pada prestasi belajar peserta didik rendah. Nilai prestasi belajar peserta didik yang rendah  dibuktikan dengan nilai Penilaian Tengah Semester (PTS) yang masih dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Adapun nilai Penilaian Tengah Semester (PTS) kelas IV sebagai berikut:

 

Tabel 1

Hasil Penilaian Tengah Semester (PTS) Semester 1 SD Negeri 1 Karanggintung Tahun Ajaran 2019/2020

               Mata

               Pelajaran

            Jumlah

           Siswa

           KKM

           Jumlah

 Siswa

 Tuntas

            Jumlah

    Siswa

    Tidak   

   Tuntas

Presentase

Ketuntasan

B. Indonesia

            21

          65

          16

          5

           76%

IPA

            21

          65

          10

           11

           47%

Sumber: Buku Daftar Nilai Kelas IV

 

Berdasarkan hasil Penilaian Tengah Semester (PTS) menunjukkan bahwa dari 21 siswa yang memperoleh nilai di atas KKM pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan KKM 65 ada 16 siswa yang tuntas, sedangkan untuk mata pelajaran IPA hanya 10 siswa yang tuntas. Hal ini menunjukkan bahwa ketuntasan belajar peserta didik di kelas IV pada mata pelajaran Bahasa Indonesia sudah tercapai, sedangkan pada mata pelajaran IPA ketuntasan belajar peserta didik belum tercapai sepenuhnya.

Permasalahan yang lain dari hasil observasi di SD Negeri 1 Karanggintung yaitu sikap tanggung jawab peserta didik dalam proses pembelajaran masih kurang optimal. Hal ini ditunjukkan dengan peserta didik kurangnya memiliki rasa tanggung jawab terhadap pembelajaran, misalnya mengabaikan tugas individu maupun kelompok yang telah diberikan oleh guru, menyelesaikan tugas tidak sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan, tidak mengerjakan PR, peserta didik masih mengandalkan teman yang lebih pintar dalam berdiskusi kelompok, dan peserta didik tidak bertanggung jawab setiap melakukan perbuatan. Sehingga sikap tanggung jawab peserta didik di kelas IV masih rendah.

Berdasarkan permasalahan yang ada di kelas IV SD Negeri 1 Karanggintung bahwa pembelajaran yang dilakukan belum maksimal. Perlu adanya perbaikan pembelajaran untuk meningkatkan prestasi belajar dan sikap tanggung jawab. Solusi untuk meningkatkan masalah tersebut yaitu perlu adanya pemilihan model pembelajaran yang inovatif.

Model pembelajaran merupakan strategi untuk meningkatkan hasil belajar pada peserta didik. Pernyataan tersebut sesuai dengan pendapat (Rusman, 2013) menyatakan bahwa model pembelajaran adalah suatu perangkat materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada peserta didik. Model pembelajaran memiliki banyak variasi. Salah satu yang digunakan yaitu model pembelajaran Somatic Auditory Visualization Intellectualy (SAVI).

Upaya dalam meningkatkan prestasi belajar dan sikap tanggung jawab peserta didik, peneliti akan membuat pembelajaran yang bervariasi  agar materi yang dipelajari mudah diterima dan dipahami dengan baik oleh peserta didik, yaitu dengan menerapkan Model pembelajaran Somatic Auditory Visualization Intellectualy (SAVI). Model SAVI merupakan model yang menekankan peserta didik bahwa belajar haruslah memanfaatkan semua alat  indra. (Huda & Pembelajaran, 2014) mengemukakan bahwa Somatic (belajar dengan bergerak dan berbuat), Auditory (belajar dengan berbicara dan mendengar), Visualization (belajar dengan mengamati dan menggambarkan), Intellectualy (belajar memecahkan masalah).

Pembelajaran SAVI ini sangat cocok diterapkan dalam pembelajaran tematik. Karena Model pembelajaran SAVI ini guru akan melibatkan peserta didik untuk berperan aktif dalam pembelajaran dan dari keempat aspek dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu masalah. Sehingga menjadikan sikap tanggung jawab peserta didik muncul pada saat pembelajaran berlangsung. Penggunaan model ini diharapkan mampu meningkatkan prestasi belajar dan sikap tanggung jawab peserta didik di kelas IV SD Negeri 1 Karanggintung.

Berdasarkan permasalahan di atas pada kelas IV SD Negeri 1 Karanggintung, guru dan peneliti sepakat untuk melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yaitu untuk meningkatkan prestasi belajar dan sikap tanggung jawab peserta didik menggunakan model pembelajaran SAVI. Pemilihan model pembelajaran tersebut berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan pada sebelumnya, yaitu penelitian yang dilakukan oleh (Yanto, 2017). Tujuan dari penelitian ini  yaitu untuk meningkatkan prestasi belajar pada peserta didik. Hasil pada penelitian tersebut menunjukkan bahwa pada prestasi belajar peserta didik di kelas V SD Al Husna Kota Madiun menggunakan model pembelajaran SAVI mengalami peningkatan pada setiap siklusnya. Adanya penelitian tersebut, maka peneliti tertarik menggunakan model pembelajaran SAVI dengan harapan mampu meningkatkan prestasi belajar dan sikap tanggung jawab peserta didik melalui Penelitian yang berjudul “Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar dan Sikap Tanggung Jawab Peserta Didik Menggunakan Model Pembelajaran SAVI Tema 7 Indahnya Keragaman Negeriku Di Kelas IV SD Negeri 1 Karanggintung”.

 

Metode Penelitian

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). (Arikunto & Suharjono, 2012) menjelaskan bahwa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus yang setiap siklusnya terdiri dari 2 pertemuan. Prosedur penelitian ada empat tahapan yaitu Perencanaan (Planning), Tindakan (Action), Observasi (Observing), Refleksi (Reflection). 

Penelitian ini dilaksanakan pada semester 2 Tahun Ajaran 2019/2020. Penelitian dilakukan di kelas IV SD Negeri 1 Karanggintung Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas, dengan jumlah peserta didik 21 orang.

Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu teknik tes dan teknik non tes. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah soal tes tertulis, lembar observasi guru, peserta didik, sikap, lembar angket dan dokumentasi.

 

Hasil dan Pembahasan

1.    Hasil Penelitian

Penelitian Tindakan Kelas (PTK)  ini dilaksanakan di kelas IV SD Negeri 1 Karanggintung dengan jumlah 21 peserta didik.  Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang masing-masing siklus terdiri dari dua pertemuan. Hasil dari penelitian ini yaitu:

a.    Siklus I

Pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan pada siklus I diperoleh data tentang prestasi belajar diukur dengan soal evaluasi. Hasil prestasi belajar pada mata pelajaran IPA siklus I pertemuan 1 mendapat 70,4 dengan persentase 55% kriteria cukup, siklus I pertemuan 2 mendapat 82,85 dengan persentase 76,19% kriteria baik. Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siklus I pertemuan 1 mendapat 64,8 dengan persentase 45% kriteria cukup, pada siklus I pertemuan 2 mendapat 78,09 dengan persentase 80% kriteria baik.

Perolehan peningkatan sikap tanggung jawab peserta didik siklus I pertemuan 1 mendapatkan persentase ketuntasan 59,28% dengan kriteria cukup, pada siklus I pertemuan 2 mendapatkan persentase ketuntasan 77,55% dengan kriteria baik.

b.    Siklus II

Hasil prestasi belajar pada mata pelajaran IPA siklus II pertemuan 1 mendapat 84,57 dengan persentase 80,95% kriteria baik, siklus II pertemuan 2 mendapat 88,38 dengan persentase 90,47% kriteria baik sekali.

Prestasi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siklus II pertemuan 1 mendapat 84,57 dengan persentase 85,71% kriteria baik sekali, siklus II pertemuan 2 mendapat 84,76 dengan persentase 95,23% kriteria baik sekali.

Peningkatan sikap tanggung jawab peserta didik siklus II pertemuan 1 mendapatkan persentase ketuntasan 85,71% dengan kriteria baik sekali, pada siklus II pertemuan 2 mendapatkan persentase 95,23% dengan kriteria baik sekali.

2.    Pembahasan

Hasil penelitian yang telah dilakukan pada siklus I dan siklus II, maka diperoleh data sebagai berikut :

1.    Peningkatan Prestasi Belajar

Prestasi belajar peserta didik diukur dengan menggunakan lembar evaluasi pada setiap pertemuan baik pada siklus I maupun siklus II Hasil prestasi belajar siklus I sampai siklus II mengalami peningkatan pada mata pelajaran IPA dan Bahasa Indonesia. Peningkatan prestasi belajar peserta didik dapat dilihat pada gambar ketuntasan klasikal belajar yaitu sebagai berikut:

 

Gambar 1

Histogram Ketuntasan Klasikal Prestasi Belajar

 Peserta Didik

 

Berdasarkan pada histogram di atas prestasi belajar peserta didik dari siklus I dan siklus II mengalami peningkatan. Prestasi belajar pada IPA siklus I pertemuan 1 mendapatkan persentase 65%, pertemuan 2 mendapat 85%. Pada Bahasa Indonesia siklus I pertemuan 1 mendapat persentase 62%, pertemuan 2 mendapat 90%. Peningkatan prestasi belajar ini menunjukkan bahwa peserta didik telah mengalami perubahan dan peningkatan pada aspek pengetahuan maupun pemahaman materi melalui usaha-usaha yang dilakukannya.

Pembelajaran pada siklus I nilai hasil evaluasi peserta didik belum maksimal, selanjutnya dilakukan perbaikan pada siklus II sehingga hasil yang diperoleh lebih maksimal. (Mulyasa, 2014) mengatakan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh seseorang setelah menempuh kegiatan belajar, sedangkan belajar pada hakikatnya merupakan usaha sadar yang dilakukan seseorang untuk memenuhi kebutuhannya. Peningkatan prestasi belajar peserta didik dikarenakan peserta didik mampu memperhatikan dan memahami pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran SAVI (Somatic Auditory Visualization Intellectualy) yang berbantu dengan media gambar dan video pembelajaran, selain itu peserta didik juga  memiliki tanggung jawab dalam melaksanakan tugas yang diberikan, baik tugas individu maupun kelompok yang diberikan oleh guru.

Adanya prestasi belajar meningkat hal ini juga didukung dengan peningkatan aktivitas peserta didik. Pada saat pembelajaran berlangsung observasi aktivitas peserta didik mengalami peningkatan pada siklus I ke siklus II. Apabila data tersebut disajikan dalam bentuk histogram maka akan ditampilkan sebagai berikut:

 

Gambar 2

Histogram Rekapitulasi Aktivitas Peserta Didik

 

2.    Peningkatan Sikap Tanggung Jawab Peserta Didik

Sikap tanggung jawab peserta didik diukur dengan menggunakan lembar observasi sikap tanggung jawab peserta didik pada setiap pertemuan baik pada siklus I maupun siklus II Hasil sikap tanggung jawab siklus I sampai siklus II mengalami peningkatan. Peningkatan sikap tanggung jawab peserta didik dapat dilihat pada gambar peningkatan keseluruhan sikap tanggung jawab peserta didik yaitu sebagai berikut:

Gambar 3

Histogram Peningkatan Persentase Keseluruhan Sikap Tanggung Jawab Peserta Didik

Berdasarkan pada histogram di atas peningkatan persentase keseluruhan sikap tanggung jawab peserta didik dari siklus I dan siklus II mengalami peningkatan. Siklus I mendapatkan persentase 68%, Pada siklus II mengalami peningkatan yaitu 90% kriteria baik sekali. Peningkatan sikap tanggung jawab ini peserta didik mampu menunjukkan sikap tanggung dengan baik seperti mengerjakan tugas dengan baik, tepat waktu, bertanggung jawab dalam mengerjakan tugas kelompok.

Peningkatan ini juga didukung adanya angket sikap tanggung jawab peserta didik yang diisi secara individu oleh peserta didik dan diberikan pada setiap akhir pembelajaran. Data mengenai hasil angket sikap tanggung jawab dapat dilihat pada histogram berikut:

 

Gambar 4

Histogram Rekapitulasi Angket Sikap Tanggung Jawab Peserta Didik

 

Berdasarkan gambar 1.4 menunjukkan bahwa adanya peningkatan pada siklus I ke siklus II. Siklus I mendapat persentase ketuntasan 81% dengan kriteria sangat baik, sedangkan pada siklus II mendapat persentase ketuntasan 82% dengan kriteria sangat baik.

Peningkatan pada sikap tanggung jawab peserta didik merupakan hasil dari kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran. Pada siklus II peserta didik banyak memiliki tanggung jawab dalam berdiskusi kelompok, mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru, dan mempresentasikan hasil dari diskusi kelompok. Selain hal tersebut pada saat pembelajaran berlangsung peserta didik juga aktif dalam kegiatan mengungkapkan pendapat sesuai dengan kemampuan peserta didik. Zubaedi (2011: 76) mengatakan bahwa tanggung jawab adalah sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dilakukan terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial, dan budaya), Negara dan Tuhan Yang Maha Esa. Peningkatan pada siklus II tersebut sudah mencapai indikator keberhasilan.

Peningkatan pada sikap tanggung jawab peserta didik adanya pengaruh dari guru. Setiap pertemuan guru selalu melakukan perbaikan dalam pembelajaran. Observasi aktivitas guru pada siklus I ke siklus II mengalami peningkatan. Adanya peningkatan pada aktivitas guru dapat dilihat pada histogram berikut ini:

 

Gambar 5

 Histogram Rekapitulasi Aktivitas Guru

 

Gambar 1.5 menunjukkan bahwa adanya peningkatan pada siklus I ke siklus II. Siklus I mendapat persentase ketuntasan 72,72% dengan kriteria baik, sedangkan pada siklus II mendapat persentase ketuntasan 90,90% dengan kriteria sangat baik.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di kelas IV SD Negeri 1 Karanggintung selama 2 siklus pada upaya meningkatkan prestasi belajar dan sikap tanggung jawab peserta didik menggunakan model pembelajaran SAVI pada tema 7 Indahnya Keragaman Negeriku, maka dapat diperoleh data yang disimpulkan sebagai berikut:

Pembelajaran menggunakan model SAVI (Somatic Auditory Visualization Intellectualy)  dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Hal ini dapat dibuktikan adanya perolehan nilai rata-rata peserta didik pada mata pelajaran IPA siklus I pertemuan 1 mendapat 70,4 dengan persentase 55% kriteria cukup, siklus I pertemuan 2 mendapat 82,85 dengan persentase 76,19% kriteria baik. Pada siklus II pertemuan 1 mendapat 84,57 dengan persentase 80,95% kriteria baik, siklus II pertemuan 2 mendapat 88,38 dengan persentase 90,47% kriteria baik sekali. Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siklus I pertemuan 1 mendapat 64,8 dengan persentase 45% kriteria cukup, pada siklus I pertemuan 2 mendapat 78,09 dengan persentase 80% kriteria baik. Pada siklus II pertemuan 1 mendapat 84,57 dengan persentase 85,71% kriteria baik sekali, siklus II pertemuan 2 mendapat 84,76 dengan persentase 95,23% kriteria baik sekali. Berdasarkan penjelasan di atas bahwa peningkatan prestasi belajar meningkat dan mencapai indikator keberhasilan pada mata pelajaran IPA dan Bahasa Indonesia.

Peningkatan pada sikap tanggung jawab peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran SAVI (Somatic Auditory Visualization Intellectualy )dapat meningkat pada setiap pertemuan. Hal ini dibuktikan dengan hasil rekapitulasi observasi sikap tanggung jawab peserta didik pada siklus I pertemuan 1 mendapatkan persentase ketuntasan 59,28% dengan kriteria cukup, pada siklus I pertemuan 2 mendapatkan persentase ketuntasan 77,55% dengan kriteria baik. Pada siklus II pertemuan 1 mendapatkan persentase ketuntasan 85,71% dengan kriteria baik sekali, pada siklus II pertemuan 2 mendapatkan persentase 95,23% dengan kriteria baik sekali. Hasil dari peningkatan tersebut juga didukung dengan adanya hasil angket peserta didik pada siklus I mendapatkan persentase ketuntasan 80,87%, pertemuan 2 mendapat 81,77%. Siklus II pada pertemuan 1 mendapatkan 82,25%, pertemuan 2 mendapat 82,97%.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BIBLIOGRAFI

 

Arikunto, Suharsimi, & Suharjono, Supardi. (2012). Penelitian Tindakan Kelas. Edisi Ke-11. PT Bumi Aksara: Jakarta.

 

Cholik, Cecep Abdul. (2017). Pemanfaatan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Untuk Meningkatkan Pendidikan Di Indonesia. Syntax Literate; Jurnal Ilmiah Indonesia, 2(6), 21–30.

 

Hasbullah. (2011). Dasar-dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers.

 

Huda, Miftahul, & Pembelajaran, Model Model Pengajaran Dan. (2014). PUSTAKA PELAJAR. Yogyakarta.

 

Kesuma, Dharma. (2011). prndidikan karakter, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

 

Mulyasa, H. E. (2014). Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

 

Rusman. (2013). Model-model Pembelajaran mengembangkan Profesional Guru. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

 

Yanto, A. N. A. (2017). Penggunaan Model Pembelajaran SAVI Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar IPS Pada Siswa V SD Al Husna Kota Madiun. Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains, 2(2), 34–42.

 

Zubaedi. (2011). Desain Pendidikan karakter Konsepsi dan Aplikasinya dalam Lembaga Pendidikan. Jakarta: Prenada Media Group.