Syntax Idea: p�ISSN: 2684-6853 e-ISSN: 2684-883X�

Vol. 4, No. 7, Juli 2022

 

PENGARUH TRANSAKSI PERBANKAN BERBASIS ELEKTRONIK TERHADAP KINERJA PERBANKAN

 

Henni P. Manalu, Tri Joko Prasetyo, Liza Alvia

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung, Indonesia

Email: [email protected], [email protected], [email protected]

 

Abstrak

Dalam situasi ini perbankan mengalami pengaruh yang harus dicemaskan, sehingga banyak upaya kebijakan yang dijalankan untuk mengatasinya di situasi wabah ini. Saat pandemi COVID-19 dan juga di era serba elektronik seperti saat ini, keharusan akan transformasi digital di industri apapun menjadi sebuah kejadian penting yang tidak akan pernah bisa diabaikan. Tujuan penelitian ini diharapkan mampu melengkapi bukti empiris tentang pengaruh transaksi perbankan berbasis elektronik terhadap fee based income dan profitabilitas. Penelitian ini menggunakan metode jenis data sekunder yaitu data penelitian yang didapatkan peneliti secara tidak langsung melalui media perantara yang umumnya berwujud bukti catatan atau laporan historis yang telah tersusun yang dipublikasikan perusahaan perbankan. Pengaruh transaksi perbankan berbasis elektronik yang diproksikan dengan jumlah transaksi ATM, mobile banking dan internet banking terhadap kinerja perbankan yang diproksikan dengan fee based income dan return on asset pada perbankan umum konvensional yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan tahun 2019-2020.

 

Kata Kunci: kinerja perbankan; ATM; mobile banking; internet banking.

 

Abstract

In this situation, the banking sector is experiencing an impact that must be worried about, so that many policy efforts are carried out to overcome it in this epidemic situation. During the COVID-19 pandemic and also in the all-electronic era like today, the necessity for digital transformation in any industry is an important event that can never be ignored. The purpose of this study is expected to be able to complete empirical evidence on the effect of electronic-based banking transactions on fee-based income and profitability. This study uses a secondary data type method, namely research data obtained by researchers indirectly through intermediary media which are generally in the form of recorded evidence or historical reports that have been compiled published by banking companies. The effect of electronic-based banking transactions as proxied by the number of ATM, mobile banking and internet banking transactions on banking performance as proxied by fee-based income and Return on assets in conventional general banking registered with the Financial Services Authority in 2019-2020.

 

Keywords: banking performance; ATM; mobile banking; internet banking.

 

Pendahuluan

Wabah pandemi yang dikenal dengan COVID-19 di Indonesia saat ini memberikan dampak pada hampir seluruh bagian aktivitas, baik dari segi ekonomi, politik, sosial sampai ke budaya. Demikian juga yang dialami oleh bagian sektor ekonomi, jantung perekonomian suatu negara, yaitu sektor perbankan (Sholihah, Erlinda 2021). Saat ini sektor perbankan mengalami tantangan yang besar akibat pandemi COVID-19. Dalam situasi ini perbankan mengalami pengaruh yang harus dicemaskan, sehingga banyak upaya kebijakan yang dijalankan untuk mengatasinya di situasi wabah ini. Saat pandemi COVID-19 dan juga di era serba elektronik seperti saat ini, keharusan akan transformasi digital di industri apapun menjadi sebuah kejadian penting yang tidak akan pernah bisa diabaikan.

Dapat dilihat dari setahun sebelum ini, ketika dunia berhadapan dengan pandemi COVID-19 dengan tidak dapat dihindarinya perubahan trend dan proses perusahaan berproduksi. Perubahan digital pada industri perbankan yaitu melingkupi perubahan yang tidak kecil dalam lingkungan masyarakat dan industri dengan penggunaan serba-serbi elektronik. Transformasi digital dalam industri perbankan yaitu dengan perbankan berbasis elektronik. Kesempatan dalam penelitian ini untuk mencapai hasil dalam menginvestigasi pengaruh transaksi perbankan elektronik berupa Automated Teller Machine (ATM), mobile banking dan internet banking terhadap kinerja perbankan. Kinerja perbankan diukur dengan menggunakan Fee based income dan rasio profitabilitas Return on assets (ROA). Berdasarkan Teori Kebutuhan dan Kepuasan, dimana konsumen harus mampu memenuhi kebutuhan dan kepuasan mereka. Dalam dunia perbankan, konsumen yang dimaksud adalah nasabah atau pelanggan yang menggunakan lembaga keuangan selain layanan perbankan. Adapun hubungan teoritis dengan studi ini adalah kebutuhan dan kepuasan pelanggan akan dunia perbankan yang saat ini secara digital. Kebutuhan dan kepuasan nasabah berkaitan dengan variabel yang digunakan yaitu transaksi perbankan elektronik yang dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun dengan kemudahan yang ditawarkan setiap perbankan. Dengan menawarkan penggunaan perbankan elektronik yang baik maka akan menambah kepuasan nasabah bank tersebut (Safira & Susilowati, 2021).

Perubahan yang cukup signifikan diberikan oleh revolusi industri pada kehidupan manusia. Pertama kali terjadinya revolusi industri yaitu dilimpahkannya pada penemuan sebuah mesin sebagai mekanisme produksi, kemudian revolusi yang kedua berada pada tahap dilakukannya produksi massal yang sudah terintegrasi dengan standar, revolusi industri ketiga ditandai dengan kedua revolusi sebelumnya secara massal yang telah disatukan dengan kecanggihan komputer serta yang pada saat ini revolusi industri keempat yang memunculkan sebuah kerja sama internet dan manufaktur sehingga menghasilkan otomatisasi serta digitalisasi seperti yang kita rasakan dalam kehidupan saat ini.

Penelitian terdahulu yang menganalisis mengenai pengaruh transaksi perbankan elektronik terhadap kinerja perusahaan sudah banyak dilakukan. Dalam penelitian (Gumilang & Azib, 2019) meneliti pengaruh adanya transaksi dalam Automated Teller Machine (ATM), internet banking serta mobile banking terhadap Fee based income menunjukkan bahwa Automated Teller Machine (ATM) tersebut memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Fee based income tetapi mempunyai hubungan yang arahnya berlawanan yaitu dengan tingginya nilai transaksi ATM tersebut maka akan tinggi juga beban operasional serta mengurangi pendapatan Fee Based. Kemudian terdapat hubungan yang signifikan antara nilai transaksi mobile banking terhadap pendapatan Fee Based. Jika transaksi mobile banking semakin tinggi maka pendapatan Fee based juga akan tinggi. Sejalan dengan penelitian (Arisanti & Prihatiningsih, 2019) dan (Permadi, 2017) dalam penelitian pengaruh transaksi perbankan elektronik terhadap Fee based income pada PT. Bank CIMB Niaga, Tbk menunjukkan transaksi dengan electronic banking ini di PT Bank CIMB Niaga berpengaruh signifikan terhadap variabel Fee based income dengan korelasi 97,9% di antara transaksi electronic banking dengan pendapatan Fee Based, selebihnya dipengaruhi oleh faktor lain.

Penelitian ini memiliki perbedaan dengan yang sebelumnya yaitu dalam menganalisis pengaruh transaksi perbankan berbasis elektronic terhadap kinerja perbankan. Penelitian ini memakai variabel Fee based income dan rasio profitabilitas ROA untuk mencapai hasil yang lebih memadai. Perbedaan yang lain yaitu dalam populasi dan sampel penelitian tidak sekedar fokus dalam satu perbankan melainkan ingin mengetahui dalam segi luas seluruh perbankan di Indonesia dengan pemilihan sampel yang telah ditentukan serta peneliti menambahkan tahun penelitian yang terbaru di tahun 2019-2020 sejalan dengan perkembangan COVID-19.

Dengan mempertimbangkan adanya beberapa perubahan yang cukup mendasar sebagaimana tersebut diatas, khususnya terkait dengan transaksi perbankan elektronik, dimana berkembangnya sektor perbankan, persaingan antar bank semakin ketat dan bank perlu mendefinisikan dan menjalankan operasinya secara lebih efisien, hal tersebut akan dibahas lebih lanjut dalam penelitian dengan judul �Pengaruh Transaksi Perbankan Berbasis Elektronik terhadap Kinerja Perbankan (Studi pada Perusahaan Perbankan di Indonesia Periode 2019-2020).�

 

Metode Penelitian

Pada penelitian ini digunakan jenis data sekunder yaitu data penelitian yang didapatkan peneliti secara tidak langsung melalui media perantara yang umumnya berwujud bukti catatan atau laporan historis yang telah tersusun yang dipublikasikan perusahaan perbankan. Sumber data dalam penelitian ini adalah laporan keuangan tahunan tahun 2019-2020 serta kebijakan akuntansi yang dapat diakses melalui website Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ataui dalam website perusahaan perbankan tersebut.

 

 

 

 

 

 

Hasil dan Pembahasan

A.    Pengaruh Automatic Teller Machine terhadap Fee based income

 

Berikut ini adalah tabel hasil pengujian penelitian:

Variabel

Unstandardized Coefficients

t

Sig.

Kesimpulan

B

 

 

(Constant)

1016320,112

3,160

,002

 

X1: ATM

4452,524

8,122

,000

H1, Terdukung

Sumber: Hasil olah data SPSS 26, 2022

 

Berdasarkan hasil pengujian statistik hipotesis, ditunjukkan bahwa Automatic Teller Machine berpengaruh signifikan terhadap fee based income dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (lebih kecil dari α = 5%). Artinya, secara statistik terdapat perbedaan yang signifikan antara pengaruh perbankan yang menerapkan layanan ATM dengan perusahan yang tidak menerapkan layanan tersebut. Dari hasil observasi ini, dapat diketahui bahwa penggunaan ATM saja akan menambah fee based income secara keseluruhan. Hasil penelitian ini mendukung teori kebutuhan dan kepuasan dimana perbankan yang terdaftar di OJK dalam sampel telah menyediakan layanan ATM yang menunjukkan bahwa perbankan menyediakan kebutuhan dari setiap nasabah dalam bertransaksi.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian (Susmita & Utaminingsih, Ardiyani, 2015) dalam penelitian pengaruh transaksi electronic banking terhadap fee based income yang secara parsial berpengaruh. Serta penelitian lainnya oleh (Aditya & Hasibuan, 2020; Sudaryanti, dkk, (2018); Alfatihah & Sundari, 2021; Arisanti & Prihatiningsih, 2019; Gumilang & Azib, 2019), yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara perbankan yang menerapkan layanan ATM dengan pendapatan fee based yang didapatkan oleh perbankan. Ini memperkuat hasil pengujian hipotesis bahwa variabel ATM berpengaruh positif terhadap variabel fee based income terdukung.

 

B.    Pengaruh Mobile banking terhadap Fee based income

 

Berikut ini adalah tabel hasil pengujian penelitian:

Variabel

Unstandardized Coefficients

t

Sig.

Kesimpulan

B

 

 

(Constant)

1016320,112

3,160

,002

 

X2: MB

1123,473

2,221

,033

H2, Terdukung

Sumber: Hasil olah data SPSS 26, 2022

 

Berdasarkan hasil pengujian statistik hipotesis, ditunjukkan bahwa variabel mobile banking memiliki nilai signifikansi sebesar 0,033 (lebih kecil dari α = 5%).� Artinya secara statistik terdapat perbedaan yang signifikan antara pengaruh mobile banking dengan fee based income. Dari hasil observasi ini, dapat diketahui bahwa penggunaan mobile banking akan menambah fee based income secara keseluruhan. Hasil penelitian ini mendukung teori kebutuhan dan kepuasan dimana perbankan yang terdaftar di OJK dalam sampel telah menyediakan layanan mobile banking yang menunjukkan bahwa perbankan menyediakan kebutuhan dari setiap nasabah dalam bertransaksi.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian (Arisanti & Prihatiningsih, 2019; Kustina & Sugiarto, 2020; Margaretha, 2015) menunjukkan terdapat pengaruh penerapan layanan mobile banking terhadap penerimaan fee based income perbankan. Hal ini disebabkan semakin mudahnya transaksi yang dapat dilakukan dalam aktivitas perbankan dimanapun dan kapanpun oleh nasabah sehingga nasabah banyak menggunakan layanan tersebut. Ini memperkuat hasil pengujian hipotesis bahwa variabel mobile banking berpengaruh positif terhadap variabel fee based income terdukung.

 

C.    Pengaruh Internet Banking terhadap Fee based income

 

Berikut ini adalah tabel hasil pengujian penelitian:

Variabel

Unstandardized Coefficients

t

Sig.

Kesimpulan

B

 

 

(Constant)

1016320,112

3,160

,002

 

X3: IB

-557,863

-,086

,474

H3, Tidak Terdukung

Sumber: Hasil olah data SPSS 26, 2022

 

Berdasarkan hasil pengujian statistik hipotesis, ditunjukkan bahwa variabel internet banking memiliki nilai signifikansi sebesar 0,474 (lebih besar dari α = 5%).� Artinya secara statistik tidak terdapat perbedaan yang signifikasi antara pengaruh internet banking dengan fee based income. Dari hasil observasi ini, dapat diketahui bahwa penggunaan internet banking saya tidak menambah fee based income secara keseluruhan dan kemungkinan disebabkan oleh beberapa sumber pendapatan fee based income yang lainnya. Hasil penelitian ini mendukung teori kebutuhan dan kepuasan dimana perbankan yang terdaftar di OJK dalam sampel telah menyediakan layanan internet banking yang menunjukkan bahwa perbankan menyediakan kebutuhan dari setiap nasabah dalam bertransaksi.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian (Alfatihah & Sundari, 2021; Dewi & Badera, 2016) dalam penelitian pengaruh digital banking terhadap nilai perusahan yang secara parsial tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Hal ini dapat disebabkan oleh faktor tingkat keamanan, pemeliharaan jangka panjang dan kemampuan mempertahankan internet banking juga masih mengalami kendala. Belum maksimalnya Penggunaan internet banking di Indonesia untuk bertransaksi perbankan juga menjadi penghambat berkembangnya layanan internet banking. Juga ditemukan bahwa masih terdapat perbankan yang tidak menyediakan layanan internet banking dan dilihat bahwa tidak terdapat perbandingan yang signifikan antara perbankan yang memiliki layanan internet banking dengan yang tidak dengan ditunjukkan oleh perbandingan jumlah ROA yang didapat oleh bank yang memiliki layanan sebesar 1,23 dan yang tidak menggunakan sebesar 1,36. Namun tidak sejalan dengan penelitian (Arisanti & Prihatiningsih, 2019; Subarkah, 2018) yang kemungkinan disebabkan oleh perbedaan objek penelitian dengan lingkup lebih luas dengan tidak fokus dalam satu perbankan sehingga mendapatkan nilai yang lebih akurat. Ini memperkuat hasil pengujian hipotesis bahwa variabel internet banking berpengaruh positif terhadap variabel fee based income tidak terdukung.

 

D.    Pengaruh Transaksi Perbankan Berbasis Elektronik terhadap Fee based income �

Berdasarkan hasil pengujian statistik hipotesis, ditunjukkan bahwa variabel perbankan berbasis elektronik, ATM, mobile banking, dan internet banking memiliki nilai signifikansi sebesar 0,000 (lebih kecil dari α = 5%).� Hal ini menunjukkan bahwa variabel perbankan berbasis elektronik tersebut berpengaruh positif dan signifikan terhadap fee based income. Artinya bahwa bank umum yang memutuskan untuk menggunakan sistem perbankan berbasis elektronik, akan meningkatkan kinerja keuangan yang diproksikan dengan fee based income. Bank umum yang mengadopsi e-banking dapat meningkatkan kinerja keuangan mereka karena dapat mengurangi biaya operasi dan meningkatkan efisiensi operasi perbankan mereka, karena semua aktivitas telah dilakukan di internet dan merupakan sumber pendapatan dari biaya layanan yang dibebankan kepada pengguna. Dengan demikian pendapatan yang didapat dari penggunaan e-banking oleh nasabah akan menambah keuntungan dari bank umum. Kenaikan fee based income akan menaikkan juga nilai return on asset perusahaan. Hasil penelitian ini mendukung teori sinyal dimana investor dapat melihat besarnya fee based income yang didapatkan oleh perbankan untuk mengetahui seberapa besar ROA entitas perbankan.

Hasil penelitian ini searah dengan penelitian (Arisanti & Prihatiningsih, 2019; Gumilang & Azib, 2019) yang menyatakan bahwa pengadopsian perbankan berbasis elektronik memiliki pengaruhi positif terhadap kinerja keuangan bank umum. Ini memperkuat hasil pengujian hipotesis bahwa variabel perbankan berbasis elektronik berpengaruh positif terhadap variabel fee based income terdukung.

 

E.    Pengaruh Transaksi Perbankan Berbasis Elektronik terhadap Return on asset

Berdasarkan hasil pengujian statistik hipotesis, ditunjukkan bahwa variabel perbankan berbasis elektronik, ATM, mobile banking, dan internet banking memiliki nilai signifikansi sebesar 0,000 (lebih kecil dari α = 5%).� Hal ini menunjukkan bahwa variabel fperbankan berbasis elektronik tersebut berpengaruh positif dan signifikan terhadap return on asset. Artinya bahwa bank umum yang mengadopsi sistem perbankan berbasis elektronik, akan mengalami peningkatan kinerja keuangan yang diproksikan dengan return on asset. Hasil penelitian ini sejalan dengan kenyataan yang terjadi dewasa ini, bahwa industri perbankan berusaha untuk tidak hanya mengandalkan pendapatan yang dihasilkan dari bunga pinjaman untuk meningkatkan keuntungan, tetapi juga berupaya meningkatkan perolehan keuntungan melalui sumber atau produk selain pendapatan kredit yaitu fee based income serta menggunakan perbankan berbasis elektronik untuk mendukung hal tersebut.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian (Alfatihah & Sundari, 2021; Arisanti & Prihatiningsih, 2019; Gumilang & Azib, 2019; Sinambela & Rohani, 2017; Ikmal, 2018) yang menyatakan bahwa pengadopsian perbankan berbasis elektronik berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan ROA bank umum. Ini memperkuat hasil pengujian hipotesis bahwa variabel perbankan berbasis elektronik berpengaruh positif terhadap variabel return on asset terdukung.

 

Kesimpulan

Penelitian ini bermaksud untuk memberikan bukti empiris pengaruh transaksi perbankan berbasis elektronik yang diproksikan dengan jumlah transaksi ATM, mobile banking dan internet banking terhadap kinerja perbankan yang diproksikan dengan fee based income dan return on asset pada perbankan umum konvensional yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan tahun 2019-2020. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Berdasarkan hasil uji dari hipotesis yang pertama, variabel ATM berpengaruh signifikan terhadap fee based income. Artinya, H1 terdukung. 2) Berdasarkan hasil uji dari hipotesis yang kedua, variabel mobile banking berpengaruh signifikan terhadap fee based income. Artinya, H2 terdukung. 3) Berdasarkan hasil uji dari hipotesis yang ketiga, variabel internet banking tidak berpengaruh signifikan terhadap fee based income. Artinya, H3 tidak terdukung. 4) Berdasarkan hasil uji dari hipotesis yang keempat, variabel ATM, mobile banking dan internet banking berpengaruh signifikan terhadap fee based income. Artinya, H4 terdukung. 5) Berdasarkan hasil uji dari hipotesis yang kelima, variabel ATM, mobile banking dan internet banking berpengaruh signifikan terhadap return on asset. Artinya, H5 terdukung.

 

Bibliografi

 

Aditya, Mohamad Ridwan, & Hasibuan, Ahmad Basid. (2020). Pengaruh Persepsi, Gender dan Tipe Kepribadian Mahasiswa Terhadap Pemilihan Karir Mahasiswa Akuntansi sebagai Akuntan Publik (Studi Kasus pada Mahasiswa Akuntansi Universitas Darma Persada). WACANA EKONOMI (Jurnal Ekonomi, Bisnis Dan Akuntansi), 19(1), 43�57. Google Scholar

Alfatihah, Pradivta, & Sundari, B. (2021). Pengaruh Transaksi Perbankan Elektronik (Electronic Banking) Terhadap Kinerja Keuangan Entitas Publik Perbankan. Jurnal Ilmiah Ekonomi Bisnis, 26(1), 30�40. Google Scholar

Arisanti, Oliviani Rizki, & Prihatiningsih, Prihatiningsih. (2019). Pengaruh Transaksi Electronic banking Terhadap Fee based Income Pada PT Bank Cimb Niaga, Tbk Periode 2014�2017. Keunis, 7(1), 77�90. Google Scholar

Dewi, T. K., & Badera, I. D. N. (2016). Reaksi Pasar Terhadap Harga Saham Sebelum Dan Setelah Publikasi Laporan Keuangan Auditan. E-Jurnal Akuntansi, 14(1), 198�225. Google Scholar

Gumilang, Rizky, & Azib, Azib. (2019). Pengaruh Transaksi Automated Teller Machine (ATM), Internet Banking dan Mobile Banking terhadap Fee based Income. Prosiding Manajemen, 516�521. Google Scholar

Ikmal, I. (2018). Pengaruh Kinerja Perbankan Terhadap Rasio Profitabilitas Pada Bank Bumn. Jurnal Riset Akuntansi Jambi, 1(1), 35�42. Google Scholar

Kustina, Ketut Tanti, & Sugiarto, Yunike Wulandari Wulandari. (2020). Pengaruh penerapan branchless banking dan E-Banking terhadap kinerja keuangan sektor perbankan di Indonesia. Jurnal Ilmiah Akuntansi Dan Bisnis, 5(1), 116�128. Google Scholar

Margaretha, F. (2015). Dampak Electronic Banking Terhadap Kinerja Perbankan Indonesia. Jurnal Keuangan Dan Perbankan, 19(3), 514�524. Google Scholar

Safira, F. B., & Susilowati, Y. (2021). Pengaruh Adopsi Inovasi Teknologi E-Banking terhadap Kinerja dengan Dimoderasi Pengendalian Intern (Pada Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan Periode 2015-2019). Open Journal Systems, 16(2), 6427�6438. Google Scholar

Sholihah, Erlinda. (2021). Efisiensi Kinerja Keuangan Sektor Perbankan Indonesia Di Masa Pandemi COVID-19. JRMSI-Jurnal Riset Manajemen Sains Indonesia, 12(2), 287�304. Google Scholar

Sinambela, E., & Rohani. (2017). Pengaruh Penyediaan Layanan Internet Banking Terhadap Kinerja Keuangan Perbankan di Bursa Efek Indonesia. Forum Keuangan Dan Bisnis Indonesia, 6, 87�94. Google Scholar

Subarkah. (2018). Pengaruh Internet Banking Terhadap Kinerja Keuangan Pada Bank Umum Konvensional Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (Periode 2015 � 2018). Majalah Neraca, 151(2), 10�17. Google Scholar

 

Sudaryanti, D. S., Sahroni, N., & Kurniawati, A. (2018). Analisa Pengaruh Mobile Banking Terhadap Kinerja Perusahaan Sektor Perbankan Yang Tercatat Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Ekonomi Manajemen, 4(2), 96�107. Google Scholar

 

Susmita, & Utaminingsih, Ardiyani, Nanik Sri. (2015). Analisis determinan financial statement melalui pendekatan fraud triangle. Accounting Analysis Journal, 4(1). Google Scholar

Utaminingsih (2015). Pengaruh Transaksi Electronic Banking Terhadap Fee Based Income pada PT. Bank CIMB Niaga, Tbk. Jurnal Akuntansi, Keuangan Dan Perbankan, 1(3), 187�194. Google Scholar

 

Copyright holder:

Henni P. Manalu, Tri Joko Prasetyo, Liza Alvia (2022)

 

First publication right:

Syntax Idea

 

This article is licensed under:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

������������������������������������������������������������������������������