Syntax Idea: p–ISSN: 2684-6853 e-ISSN: 2684-883X 

Vol. 3, No. 6, Juni 2021

 

PERANG JAWA TERBESAR (PERANG DIPONEGORO) 1825-1830 DALAM PANDANGAN KONSEP PERANG SEMESTA ATAU TOTAL WAR

 

Agus Setyo Hartono

Universitas Pertahanan (UNHAN) Bogor Jawa Barat, Indonesia

Email: agusetyoh@gmail.com

 

Abstract

National hero, Javanese mystic, this war is the way or occurs in central Java with a variety of forces where the power, traditional power between dutch forces that have a modern style when cannons, long-barreled weapons, pistols use defense strategy Fort Stelsel.The purpose of this study to find out the war impulse impulse to or other areas of the base so the basis in the effort to release from the shackles. In contrast to the steps in other countries of the universe war which by Prince Diponegoroakan grace in the war concept that inspires war has the ability in his generation in addition to being able to live from a bold direction to act as a war Indonesia metamorphosed into a nation of strength that is growing in line with the military growth of other nations. The nation's economic economy is related to the role of persimmons in sub-district cities that are more strategic, the universe war becomes an alternative solution in the nation's problems. The research method by which riview literature exists is several research results on total war of war, issues, differences and differences from 9 qualitative and descriptive research studies. Results; 9 research of the people's village officials in the diponegro war has the name of the concept of war war and total war which is not sure the persimmon, populism and territory in the war that occurred. Discussions; In the Java war or Diponegoroan War, the concept of universal war is interesting to be studied about the universe war or total war there needs to be a proper involvement of community support in the container of the concept of universal war consisting of the universal, populist and regional unity concept of war in the future.

 

Keywords: war; greatest; concept; universal war; total war

 

Abstrak

Pahlawan nasional, mistik Jawa, perang ini berjalan atau terjadi di Jawa tengah dengan melibatkan berbagai kekuatan yang dimiliki secara tradisional melawan kekuatan Belanda yang cenderung memiliki persenjataan modern pada saat seperti Meriam, senjata laras panjang, pistol serta penggunaan strategi pertahanan Benteng Stelsel.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Perang tersebut mempengaruhi dorongan perlawanan sejenis kepada wilayah atau daerah lain yang menjadi dasar dalam upaya pelepasan dari belenggu penjajahan. Berbeda dengan pergerakan di negara lain perang semesta yang dilakukan oleh Pangeran Diponegoro merupakan anugerah dalam konsep berperang yang mengilhami pemahaman berperang pada generasi berikutnya sehingga selain mampu melepaskan diri dari penjajahan secara ilmu berperang Indonesia bermetamorfosa menjadi bangsa yang memiliki kekuatan militer yang senantiasa bertumbuh seiring dengan pertumbuhan militer bangsa lainnya. Perkembangan kondisi bangsa terkait dengan peran kesemestaan dalam menghadapi kondisi ancaman yang lebih bersifat kontemporer maka strategi perang semesta menjadi alternative solusi dalam menyelesaikan permasalahan bangsa kedepan. Metode penelitian yang digunakan adalah literature riview dilakukan berdasarkan beberapa hasil penelitian tentang perang semesta atau total war, issue, persamaan dan perbedaan dari 9 penelitian penelitian qualitative dan deskriptif. Hasil; berdasarkan 9 penelitian diperoleh kesimpulan keterlibatan rakyat pada perang Diponegro memiliki kesamaan tentang konsep perang semesta dan total war yang melibatkan unsur kesemestaan, kerakyatan dan kewilayahan dalam perang yang terjadi. Diskusi; Dalam perang Jawa atau Perang Diponegoro merupakan konsep perang semesta yang menarik untuk dikaji karena pemahaman tentang perang semesta atau total war memerlukan pemahaman yang tepat terkait pelibatan dukungan masyarakat dalam wadah konsep perang semesta yang terdiri dari kesemestaan, kerakyatan serta kewilayahan sebagai kesatuan konsep berperang pada masa yang akan datang.

 

Kata Kunci: perang; terbesar; konsep; perang semesta; total war

 

Pendahuluan

Pahlawan nasional, mistik Jawa, perang ini berjalan atau terjadi di Jawa tengah dengan melibatkan berbagai kekuatan yang dimiliki secara tradisional melawan kekuatan Belanda yang cenderung memiliki persenjataan modern pada saat seperti Meriam, senjata laras panjang, pistol serta penggunaan strategi pertahanan Benteng Stelsel, dengan keterbatasan yang dimiliki sebagai seorang pemimpin perang yang didukung oleh rakyat karena beliau adalah salah satu Pangeran Yogyakarta, Dipanagara (1785-1855) atau dikenal sebagai Diponegoro) (Becker, 2015). Salah satu pendapat tentang perang diponegoro dari seorang peneliti yang menggambarkan sebuah keberadaan perang besar yang melibatkan rakyat dalam melawan penjajahan. Masuknya Belanda kedalam pemerintah dalam hal ini keraton, telah memberikan pengaruh dalam tata kehidupan yang semula ketat dengan tradisinya berubah mengikuti tradisi barat yang membuat Pangeran Diponegoro kurang simpati sehingga lambat laun memicu perasaan tidak suka dan berujung pada lahirnya perlawanan (Dewi, 2020). Kondisi lingkungan keraton tersebut pada akhirnya mempengaruhi lahirnya perlawanan melawan Belanda dipicu oleh adanya pengaruh negatif yang merubah tatanan budaya dan cenderung dinilai negatif oleh rakyat.

Pada masa kini perang dimaknai sebagai cara mengalahkan musuh pada medan yang tidak lagi linier menggunakan berbagai metode dan cara berperang melibatkan pola bertahan dan menyerang pada obyek tertentu dalam upaya mencapai tujuan kemenangan.  Perang semesta tidak harus dilakukan dengan menggunakan cara-cara militer (Prabowo, 2016), dengan pemahaman tersebut maka perang pada per-kembangannya mengalami perubahan bentuk dan cara berperang namun dalam pandangan perang semesta tetap melibatkan peran seluruh rakyat dengan segala potensi dan kemampuannya dalam wilayah yang dipertahankannya. Konsep cara berperang tersebut yang mengilhami pemahaman konsep perang semesta pada generasi berikutnya bermetamorfosa menjadi pertahanan yang bersifat semesta dalam arti melibatkan seluruh potensi yang dimiiki menghadapi era berperang kontemporer dengan menggunakan berbagai metode. Perkembangan peperangan pada saat ini berubah konsep yang sangat mendasar dari yang bersifat konvensional menjadi lebih mengarah kepada penggunaan kekuatan secara tidak frontal, dengan menggunakan berbagai ruang yang dianggap dapat digunakan sebagai peluang untuk mengalahkan lawan pada bidang-bidang tertentu dengan tujuan melemahkan kekuatan secara tidak langsung sehingga seiang terjadi perlawanan yang bersifat asimetri, non linier, namun memiliki dampak terhadap kondisi kekuatan lawan menjadi lemah (Kementerian Pertahanan, 2015).

Berbagai literature baik jurnal maupun buku telah membahas tentang perang semesta seperti pendapat Bambang Yunianto, pentingnya peningkatan tingkat kemampuan dari Pangkalan TNI Angkatan Laut dengan Bandar Udara Internasional Juanda akan meningkatkan fungsi dan perannya dalam pelayanan dunia penerbangan sehingga pada saatnya nanti dapat lebih mudah untuk digunakan dalam operasi perang dan konsep perang semesta akan dapat terdukung terutama dari sisi kesemestaan dan kewilayahan. Menurut (Yunianto, 2017) perang semesta berkaitan dengan kerjasama kebandaraan. Dikaitkan dengan Pandemi Covid-19 pendapat perang semesta disampaikan dalam jurnal yang ditulis oleh Budi, Syaiful Anwar yang mengangkat penggunaan strategi yang digunakan pada penanganan permasalahan Pandemi Covid-19 dengan melibatkan kesemestaan kewilayahan serta kerakyatan memberikan efektifitas terhadap pencapaian hasil penanganan sekaligus menjadi gambaran dalam penggunaan strategi perang semesta (Budi & Anwar, 2021). Menurut Devis Lebo, Syaiful Anwar, keberhasilan dalam perang Siber yang melibatkan potensi rakyat yang menyebar diseluruh wilayah bergerak bersama sehigga tercipta keunggulan perang, menuriut Devis Lebo tahun 2020, perang dengan segala cara atau strategi yang digunakan berujung pada kemampuan penggunaan kekuatan dalam upaya memenangkannya, pada perang yang terjadi secara Non Konvensional peran rakyat dengan segala potensi yang dimiliki menjadi pilihan untuk dibina dalam strategi untuk memenangkan perang (Bahar, 2006). Michael Broers, The Concept of ‘Total War’ in the Revolutionary –Napoleonic Period, 2008, hadirnya sebuah konsep peperangan yang menggunakan kekuatan rakyat dalam pandangan total war, yang lebih memanfaatkan potensi militer dan keuangan populasi besar. (Saint-Amour, 2014) On the Partiality of Total War, 2014, cara yang paling welas asih dalam menghadapi pelanggar hukum. Annette Becker, The Great War: World war, total war 2016, pada peperangan modern telah menghasilkan dampak terjadinya sebuah situasi traumatis yang luar biasa tanpa dapat dipersiapkan oleh siapa pun (Madrohim & Prakoso, 2021), The Total War Strategy Through the Improvement of the Role of National Shipyard in Supporting Main Weapon System of Indonesian Navy, 202, penggunaan galangan kapal sebagai salah satu strategi perang semesta dengan kewilayahan serta kesemestaannya merupakan kondisi yang sangat mendukung karena luasnya wilayah laut yang dimiliki oleh Indonesia dengan potensinya sebagai negara kepulauan  (Salavrakos, 2014).

Dari 9 penelitian yang telah dilakukan tentang perang semesta atau total war masih terjadi pemahaman beragam setidaknya mengacu pada berlakunya peperangan. Berkaitan dengan hal tersebut peneliti menganggap perlu untuk membuat literature riview tentang konsep perlawanan perang semesta atau perang total pada perang jawa digunakan dihadapkan pada pemahaman berbagai literature penelitian yang dibahas.

Penyusunan literature riview berupaya meneliti beberapa literature baik berupa jurnal maupun buku yang memiiki teori atau pendapat yang membahas tentang perang semesta ataupun total war, adapun teori dan teknik yang digunakan dengan mencari kesamaan (mendukung), mencari ketidaksamaan (kurang mendukung), memberikan pandangan, membandingkan serta meringkas. Adapun teori dalam penyusunan literature riview menggunakan; Buku Pokok-pokok Pemikiran tentang Perang Semesta oleh Letjen TNI (Purn) JS. Prabowo berupa pandangan perang semesta meliputi tiga unsur yang terdiri dari Kerakyatan, Kesemestaan, Kewilayahan, merupakan perwujudan wujudkan dalam pendayagunaan seluruh potensi yang dimiliki oleh negara sebagai ruang juang dalam mengembangkan strategi pertahanan guna mencapai tujuan.

Teori penyusunan literature riview menggunakan pendapat peneliti kajian literature yang menyampaikan tentang bagaimana mekanisme penyusunannya, Kajian literatur yang pertama: Kajian literatur pada bab pendahuluan memberikan gambaran tentang penggunaan strategi perang semesta pada peperangan yang kian berkembang terutama mengarah pada konsep perang non konvensional. Perkembangan perang dengan tidak lagi menggunakan model perang terbuka secara Konvensional menggunakan senjata untuk menaklukan lawan namun semakin beragam dengan penggunaan potensi yang dimiliki berubah kedalam pola kontemporer disegala bidang; bidang peningkatan fungsi Pangkalan Udara, Siber, Penanganan Covid-19, penggunaan galangan kapal yang dikembangkan secara kesemestaan, serta beberapa penelitian lain dengan kesimpulan yang memberikan gambaran tentang permasalahan bangsa dengan berbagai kondisi berupaya diselesaikan dengan strategi perang semesta yang melibatkan kesemestaan, kerakyatan serta kewilayahan dengan menggunakan segala potensi yang dimiliki. 

Berbagai penelitian yang terkait dengan upaya penyelesaian konflik atau permasalahan yang cenderung menggunakan konsep strategi perang semesta dari berbagai kesimpulan dari penelitian yang ada sebagian besar memberikan hasil yang mendukung serta beberapa hasil yang kurang mendukung (Marzali, 2016).  Penelitian ini perlu dilaksanakan karena adanya perkembangan situasi global dan perkembangan teknologi menyebabkan konflik makin tumbuh dan bersifat kontemporer menuju berbagai aspek kehidupan masyarakat. Perlunya strategi perang semesta dalam menghadapi ancaman kontemporer tersebut bergerak mengikuti dinamika yang terjadi. Indonesia dengan perjalanan sejarah perangnya memiliki potensi menjawab ancaman dengan kesemestaanya bergerak bersama, untuk itu diperlukan strategi dengan menata serta menggabungkan semangat dalam menjawab tantangan tersebut.

 

 

 

Metode Penelitian

Kajian literature dari beberapa penelitian memberikan gambaran tentang perkembangan pengetahuan khusunya tentang penggunaan strategi perang semesta yang berawal dari sebuah strategi perang menuju kepada penyelesaian konflik tidak hanya dalam peperangan namun berkembang secara signifikan pada cara atau strategi menghadapi peperangan pada saat ini bahkan pada masa yang akan datang. Pada penelitian penggunaan strategi perang terdahulu memberikan pembelajaran bahwa kecenderungan perang konvensional telah memberikan dampak yang luar biasa yang menyebabkan trauma tersendiri bagi umat manusia, namun dengan penggunaan strategi perang yang non konvensional mendorong perubahan strategi memenangkan peperangan tanpa banyak menggunakan simbol-simbol kekerasan sehingga lebih dapat diterima sebagai suatu perubahan nilai tertentu dan tidak berakibat pada trauma seperti masa peperangan yang lalu (Neuman & Guggenheim, 2011), (Marzali, 2016). Penggunaan dalam pencarian literature dalam penelitian dilakukan melalui Google secara online serta mengambil pendapat dari buku yang dianggap relevan dengan topik perang semesta.  Analisis data yang digunakan berupa analisis data kualitatif dengan menggunakan studi literature, pengamatan dari berbagai tulisan serta pencarian data melalui internet.

 

Hasil dan Pembahasan

Berdasarkan hasil analisis literature review dari jumlah 9 jurnal tentang perang semesta terdapat beberapa penelitian yang mendukung pemahaman perang semesta terkait dengan kerakyatan, kesemestaan dan kewilayahan, serta terdapat beberapa yang kurang mendukung. Pada penelitian yang mendukung pemahaman perang semesta antara lain pendapat Bambang Yunianto; Peningkatan standar bandara Internasional Juanda kepada perubahan menuju kelas Internasional memberikan dampak terhadap perubahan tata kelola yang lebih baik sesuai dengan standar yang telah ditentukan sehingga dengan meningkatnya standar menjadi standar Internasional akan dapat memberikan pengaruh atau dukungan terhadap pemberlakukan strategi perang semesta karena penanganan masalah yang terkait dengan angkutan penerbangan sampai dengan taraf  Internasional dapat tertangani dengan baik (Yunianto, 2017), penelitian tersebut merupakan penelitian yang mendukung konsep perang semesta. Pandemi Covid-19 yang melanda diberbagai belahan wilayah dunia termasuk didalamnya Indonesia memerlukan konsep penanganan yang bersifat semesta dalam arti melibatkan berbagai potensi bangsa, 2020 dalam penelitian tersebut menunjukan konsep perang semesta mendukung pada strategi pemerintah dalam menangani permasalahan pandemi Covid-19 (Budi, 2020). Berkembangnya cara berperang yang menggunakan Siber memerlukan cara atau strategi dalam perlawanannya dengan menggunakan kemampuan potensi bangsa melalui sumber daya yang mampu menjawab tantangan tersebut, 2020 (Lebo & Anwar, 2021), penelitian tersebut memberikan gambaran tentang penggunaan kekuatan dalam bidang perlawanan siber yang mendukung terhadap pelibatan konsep kesemestaan.

Sementara pendapat yang kurang mendukung dalam pemahaman perang semesta pada sebagian dari unsur perang semesta antara lain Michael Broers, The Concept of ‘Total War’ in the Revolutionary–Napoleonic Period, 2008, kurang mendukung pada unsur kerakyatan dan kewilayahan. Annette Becker, The Great War: World war, total war, 2016, kurang mendukung karena konsep perang total yang dilaksanakan lebih pada penggunaan potensi yang digunakan secara konvensional sehingga lebih banyak memakan korban, hal tersebut terjadi juga karena gaya berperang pada masa itu dengan konsep saling berhadapan, namun pada konsep perang yang berkembang memberikan pelajaran tentang konsep perang baru menuju kepada kondisi non konvensioanal atau bahkan bersifat kontemporer. Madrohim, Lukman Yudho Prakoso, pada penelitiannya menyatakan bahwa strategi penggunaan galangan kapal pada konsep strategi perang semesta masih memerlukan komitmen dalam merumuskan sistem transparansi khusus sehingga belum sepenuhnya dapat mendukung pelaksanaanya. Dr.Ioannis-Dionysios Salavrakos, dalam penelitianya dirasakan masih kurang mendukung dari ketiga unsur perang semesta karena hasil dan pembahasannya lebih berorientasi pada permasalahan ekonomi negara.

Perang jawa memiliki konteks perlawanan dalam kondisi kekuatan militer yang tidak seimbang melawan Belanda, namun tata cara pelibatan rakyat sebagai kekuatan perlawanan memberikan catatan positif dalam membangkitkan semangat berperang pada generasi berikutnya. Penelitian yang telah dilakukan merupakan gambaran tentang perang semesta terkait perkembangan situasi pada zamannya, pada Perang Dunia Pertama, beberapa baris argumen yang jelas telah dikembangkan, terutama dua pendekatan yang berbeda, meskipun tidak bertentangan dengan konsep perang total. Satu, diberi label nominalis oleh editor berpendapat bahwa itu adalah fenomena diskritnya, yang mencakup dua perang dunia, mobilisasi besar-besaran dari konflik tersebut dan erosi perbedaan sipil-militer. Ini mencerminkan kesadaran kontemporer bahwa peperangan telah berubah secara radikal (Mulligan, 2008). Perubahan dalam berperang yang cenderung menggunakan kekuatan yang melibatkan kekuatan militer dan sipil pada masa kini lebih beragam karena pengaruh ilmu pengetahuan serta dinamika konflik yang terjadi. Peperangan dan konflik antar negara senantiasa terjadi dan berkembang mengikuti dinamika lingkungan strategis, upaya penanganan konflik tersebut disesuaikan kemampuan dari masing-masing negara dengan menggunakan potensi yang dimiliki dengan efektifitas tujuan yang ingin dicapai  (Muradi, 2003).

Pada pendapat lain mengungkapkan bahwa perang semesta atau perang total merupakan proses yang terjadi karena perkembangan situasi peperangan, hal tersebut disampaikan oleh pendapat ahli; Seorang penulis yang menulis pada tahun 1957 mendefinisikan "perang total" sebagai "kelangsungan hidup AS atau U.S.S.R. sebagai negara yang berdaulat adalah masalah perang." Dia melanjutkan dengan bersikeras bahwa tidak ada definisi yang memuaskan tentang perang terbatas dan bahwa tidak ada yang bisa menjelaskan kapan konflik berhenti menjadi ini dan berubah menjadi "total" (Stoker, 2016). Pada pendapat lain diungkapkan oleh Clausewitz dan Ludendorff; mempersiapkan komunitas internasional, di masa damai, melalui publikasi gagasan yang beresonansi dengan keyakinan politik dan preferensi militer untuk berperang dalam dua cara berbeda. Bahwa cara perang Ludendorff kalah dari Clausewitz tidak ditentukan sebelumnya. Total War menjadikan peperangan lebih sebagai proses yang obyektif dan ilmiah daripada pertempuran yang menentukan  (Honig, 2012), konflik intensitas rendah, Perang Saudara, Perang Gerilya, Perang Hibrid, Perang Zona Abu-abu, dan sebagainya. Terlalu sering hasil dari upaya ini berupa kebingungan, bukan klarifikasi. Total War atau Perang total memiliki tiga ciri yang berbeda: (1) saling ketergantungan yang sangat erat antara angkatan bersenjata dan kekuatan produktif bangsa, yang memerlukan perencanaan pemerintah berskala besar; (2) perpanjangan perang pengepungan yang melibatkan bangsa secara keseluruhan baik dalam tindakan ofensif maupun defensif; dan (3) fitnah umum terhadap bangsa musuh (Stoker, 2016).

 

Kesimpulan

Dari 9 penelitian yang dipaparkan dapat disimpulkan bahwa perang yang terjadi dipulau jawa khususnya pada perang diponegoro memiliki pemahaman perang semesta yang terdiri dari kesemestaan, kerakyatan dan kewilayahan sebagaimana telah disampaikan oleh beberapa literature, namun terdapat beberapa pendapat yang tidak sepenuhnya mendukung unsur perang semesta karena tidak terpenuhinya ketiga unsur perang semesta.  Pada hakekatnya perang semesta merupakan perang yang melibatkan rakyat dengan perannya masing-masing di seluruh wilayah sesuai dengan potensi yang dimilikinya serta perubahan pola kontemporer yang berkembang sebagai kekuatan perlawanan atau karena perkembangan situasi dan kondisi kemampuan sumberdaya yang memaksa untuk melawan cara dengan perang semesta atau perang total.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BIBLIOGRAFI

 

Bahar, Saafroedin. (2006). Peran Krusial Rakyat Dan Penduduk Sipil Lainnya Dalam Perang Non Konvensional Masa Kini Dan Implikasinya PadaSitem Pertahanan Rakyat Semesta: Sebuah Komentar terhadap The US Army and Marine Corps Counterinsurgency Field Manual, 2006. Jurnal Ketahanan Nasional, 13(2), 27–74.Google Scholar

 

Becker, Annette. (2015). The Great War: World war, total war. International Review of the Red Cross, 97(900), 1029–1045. Google Scholar

 

Budi, Budi, & Anwar, Syaiful. (2021). Strategi Pemerintah Republik Indonesia Dalam Menghadapi Pandemi Covid-19 Dari Perspektif Strategi Perang Semesta. Strategi Perang Semesta, 6(1). Google Scholar

 

Dewi, Vira Maulisa. (2020). Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa 1825-1830. SINDANG: Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Kajian Sejarah, 2(2), 147–158. Google Scholar

 

Honig, Jan Willem. (2012). The idea of total war: From Clausewitz to Ludendorff. The Pacific War as Total War: Proceedings of the 2011 International Forum on War History, 29–41. Google Scholar

 

Kementerian Pertahanan, R. I. (2015). Buku putih pertahanan. Jakarta: Kemhan RI. Google Scholar

 

Lebo, Devis, & Anwar, Syaiful. (2021). Pemberdayaan Komunitas Siber Oleh Pemerintah Republik Indonesia Dari Perspektif Strategi Perang Semesta. Strategi Perang Semesta, 6(1). Google Scholar

 

Madrohim, Madrohim, & Prakoso, Lukman Yudho. (2021). The Total War Strategy Through the Improvement of the Role of National Shipyard in Supporting Main Weapon System of Indonesian Navy. Journal of Social and Political Sciences, 4(1). Google Scholar

 

Marzali, Amri. (2016). Antropologi & Pembangunan Indonesia. Prenada Media. Google Scholar

 

Mulligan, William. (2008). Total war. War in History, 15(2), 211–221. Google Scholar

 

Muradi. (2003). Konflik kontemporer sebagai pegganti perang. Journal Peace of Research , Pp.593.

 

Neuman, W. Russell, & Guggenheim, Lauren. (2011). The evolution of media effects theory: A six-stage model of cumulative research. Communication Theory, 21(2), 169–196. Google Scholar

 

Prabowo, Jefri Satria. (2016). Pengaruh waktu sonikasi terhadap karakter nanopartikel magnetit berlap [is silika. Universitas Negeri Malang. Google Scholar

 

Saint-Amour, Paul K. (2014). On the partiality of Total War. Critical Inquiry, 40(2), 420–449. Google Scholar

 

Salavrakos, D. I. D. (2014). The Defence Economics Of Total War 1870-1918: A Literature Review Article. Global Journal of Arts Humanities and Social Sciences, 23–45.

 

Stoker, Donald. (2016). What’s in a Name II:“Total War” and Other Terms that Mean Nothing. Infinity Journal, 5(3), 21–23. Google Scholar

 

Yunianto, Bambang. (2017). Kerja Sama Pangkalan Udara TNI Angkatan Laut Juanda dan Bandar Udara Internasional Juanda dalam Mendukung Sistem Pertahanan Semesta. Strategi Perang Semesta, 3(3). Google Scholar

 

Copyright holder :

Agus Setyo Hartono (2021)

 

First publication right :

Jurnal Syntax Idea

 

This article is licensed under: