Syntax Idea : p�ISSN: 2684-6853� e-ISSN : 2684-883X�����

Vol. 1, No. 8 Desember 2019

 


PENGARUH STRUKTUR AKTIVA, STRUKTUR MODAL DAN PROFITABILITAS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DI PT. JASUINDO

 

Andri Sutira

Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) LPPM Padalarang

Email: [email protected]

 

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis: 1) Signifikasi pengaruh Struktur Aktiva terhadap Nilai Perusahaan, 2) Signifikasi pengaruh pengaruh Struktur Modal terhadap Nilai Perusahaan, 3) Signifikasi pengaruh pengaruh Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan, dan 4) Signifikasi pengaruh Struktur Aktiva, Struktur Modal dan Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan di PT. Jasuindo Tiga Perkasa Tbk. Variabel penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu variabel dependen yang berupa nilai perusahaan yang diproyeksikan dengan Price Book Value (PBV). Sedangkan variabel independen dalam penelitian ini berupa struktur aktiva, struktur modal dan profitabilitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif verifikatif dengan pendekatan kuantitatif.� Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yaitu data laporan keuangan tahunan yang telah dipublikasikan oleh Bursa Efek Indonesia Periode 31 Maret 2008- 31 Desember 2016. Dengan menggunakan analisis regresi sederhana dan regresi berganda yang digunakan untuk melihat hubungan variabel independen terhadap variabel dependen kemudian dilakukan pengujian hipotesis menggunakan uji t untuk menguji signifikansi parsial dan uji f untuk menguji signifikansi secara simultan. Berdasarkan hasil uji t variable struktur aktiva berpengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan dengan nilai thitung3,849 > ttabel 2,037 dan nilai signifikan 0.000 < 0.05 hasil penelitian ini memperkuat teori Brigham dan Houston yang menyatakan bahwa struktur aktiva berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Hasil uji t variable struktur modal berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan dengan nilai thitung-3,678 > ttabel -2,037 dan nilai signifikan 0.001 < 0.05 hasil penelitian ini ini memperkuat teori Mogdiliani dan Miller, yang menyatakan bahwa nilai perusahaan ditentukan oleh struktur modal. Hasil uji t variable profitabilitas (ROA) tidak berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan dengan nilai thitung 0,308 < ttabel -2,037 dan nilai signifikan 0.760 > 0.05 hasil penelitian ini memperlemah� teori Ang yang mengungkapkan bahwa rasio profitabilitas menunjukkan keberhasilan dalam menghasilkan keuntungan.

 

Kata kunci: aktiva, modal, profitabiitas

 

Pendahuluan

Perusahaan didirikan dengan tujuan diantaranya untuk memakmurkan pemilik perusahaan atau pemegang saham. Tujuan ini dapat diwujudkan dengan memaksimumkan nilai perusahaan dengan asumsi bahwa pemilik perusahaan atau pemegang saham akan makmur jika kekayaannya meningkat. Tujuan utama perusahaan adalah untuk memaksimumkan kekayaan atau nilai perusahaan (value of the firm) (Salvatore, 2005).

Nilai perusahaan yang tinggi menjadi keinginan para pemilik perusahaan, sebab dengan nilai yang tinggi menunjukkan kemakmuran pemegang saham juga tinggi. Fama menyebutkan bahwa nilai perusahaan akan tercermin dari harga pasar sahamnya. (Fama, 1978). Tujuan perusahaan adalah memaksimumkan nilai saham (Karnadi, 1993). Nilai pemegang saham akan meningkat apabila nilai perusahaan meningkat yang ditandai dengan tingkat pengembalian investasi yang tinggi kepada pemegang saham. Nilai saham yang tinggi menggambarkan nilai perusahaan yang tinggi. Hal ini dapat dijelaskan secara sederhana bahwa nilai perusahaan (value) adalah hutang (debt) ditambah modal sendiri (equity). Naiknya modal sendiri akan meningkatkan harga per lembar saham perusahaan (Atmaja, 2008).

Perusahaan publik selalu berprinsip dalam pencapaian maksimalisasi laba atau nilai perusahaan, namun hal tersebut tidak selalu diimbangi dengan kesadaran para pengusaha tersebut dalam melakukan penilaian konsep dan prinsip-prinsip maksimalisasi laba itu sendiri, sehingga terjadi banyak tindakan ketidaktepatan penggunaan modal perusahaan terutama yang berasal dari debt. Penggunaan modal perusahaan yang berasal dari hutang memiliki risiko yang lebih besar daripada yang berasal dari modal sendiri baik milik pribadi atau perseorangan, pemilik saham, ataupun pemilik modal dari pihak manajerial. Penggunaan dana perusahaan harus diatur sedemikian rupa sehingga pemanfaatannya dapat dilaksanakan secara optimal dan dapat menghindari risiko-risiko keuangan yang dapat terjadi. Disinilah pentingnya peran manajemen, karena Manajemen menjadi sangat penting artinya dari segala aspek kehidupan. Oleh karena itu umumnya manajemen khususnya manajemen keuangan manjadi icon yang urgen baik lingkup usaha yang kecil maupun besar.

Hal ini berbeda dengan perilaku dalam manajemen konvensional yang sama sekali tidak terkait bahkan terlepas dari nilai-nilai tauhid. Orang-orang yang menerapkan manajemen konvensional tidak merasa adanya pengawasan melekat, kecuali dari atasannya. Setiap kegiatan dalam manajemen syariah diupayakan menjadi amal saleh yang bernilai abadi (Hafidhuddin, 2003).

Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif verifikatif dengan pendekatan kuantitatif. Menurut Sugiyono mengenai metode deskriptif ini diungkapkan bahwa statistik deskriptif yang digunakan untuk menganalisa data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi.

Metode penelitian verifikatif menurut Sugiyono menyatakan bahwa penelitian verifikatif pada dasarnya untuk menguji teori dengan pengujian hipotesis. Pengujian hipotesis dilakukan dengan mengunakan perhitungan statistik yang digunakan untuk menguji pengaruh variabel X1, X2 dan X3 terhadap Y. Verifikatif berarti menguji teori dengan pengujian suatu hipotesis apakah diterima atau ditolak. Metode penelitian kuantitatif menurut Sugiyono menyatakan bahwa Metode kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivism, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/ statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Metode deskriptif verifikatif dengan pendekatan kuantitatif digunakan untuk menjawab rumusan masalah nomor 1, nomor 2, nomor 3 dan nomor 4 yaitu menguji seberapa besar pengaruh variabel (X1) yaitu struktur aktiva, struktur modal (X2) dan profitabilitas terhadap variabel (Y) yaitu nilai perusahaan secara parsial dan simultan pada PT. Jasuindo Tiga Perkasa Tbk. (Sugiyono, 2012)

 

Hasil dan Pembahasan

A.       Pengaruh Struktur Aktiva terhadap Nilai Perusahaan

1.    Perkembangan Struktur Aktiva pada PT. Jasuindo Tiga Perkasa Tbk

Menurut Brigham dan Houston perusahaan yang aktivanya sesuai untuk dijadikan jaminan kredit cenderung lebih banyak menggunakan banyak utang. Pengukuran struktur aktiva dilakukan dengan melakukan suatu perbandingan antara total hutang jangka panjang perusahaan dengan total aktiva yang dimiliki. Pengukuran struktur aktiva dapat dilakukan dengan melihat proporsi aktiva tetap perusahaan terhadap total aktiva perusahaan secara keseluruhan. Secara matematis dapat diformulasikan sebagai berikut (Brigham & Houston, 2001):

 


 

Adapun Perkembangan Struktur Aktiva pada PT. Jasuindo Tiga Perkasa, Tbk periode 31 Maret 2008-31 Desember 2016 ditampilkan pada tabel berikut.

Tabel 1

Perkembangan Struktur Aktiva PT. Jasuindo Tiga Perkasa Tbk

Periode 31 Maret 2008- 31 Desember 2016

(dalam %)

Periode

2008

2009

2010

2011

2012

2013

2014

2015

2016

Maret

47.44

43.35

30.20

48.95

50.34

46.76

37.85

33.93

33.43

Juni

45.83

27.33

24.56

44.61

41.48

39.08

26.73

27.16

27.39

September

52.79

32.28

31.45

42.96

37.42

30.12

29.72

21.01

24.09

Desember

47.53

38.80

44.16

46.39

42.07

37.72

35.98

36.68

43.96

Rata-rata

48.40

35.44

32.59

45.73

42.83

38.42

32.57

29.70

32.22

Struktur Aktiva

Tertinggi

52.79

43.35

44.16

48.95

50.34

46.76

37.85

36.68

43.96

Struktur Aktiva�

terendah

45.83

27.33

24.56

42.96

37.42

30.12

26.73

21.01

24.09

Sumber : Laporan Keuangan PT. Jasuindo Tiga Perkasa, Tbk Periode 31 Maret 2008-31 Desember 2016 dari situs www.idx.co.id di olah peneliti

 

Dari data table diketahui bahwa Struktur Aktiva PT. Jasuindo Tiga Perkasa, Tbk periode 31 Maret 2008-31 Desember 2016 mengalami fluktuasi. Pada periode ini dapat diketahui bahwa September Tahun 2008 PT. Jasuindo Tiga Perkasa, Tbk mendapat nilai Struktur Aktiva tertinggi yaitu 52,79% sedangkan pada September tahun 2015 mendapat nilai Struktur Aktiva terendah yaitu 21,01%.

2.    Analisis Regresi Linier Sederhana Struktur Aktiva dan Nilai Perusahaan

Analisis Regresi Linier Sederhana dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan SPSS 20 for windows. Hasil dari pengolahan data untuk model regresi linier sederhana adalah sebagai berikut:

 

 

Tabel 2

Tabel Coefficients Regresi Linier Sederhana

Struktur Aktiva dan Nilai Perusahaan

Coefficientsa

Model

Unstandardized

Coefficients

Standardized Coefficients

t

Sig.

B

Std. Error

Beta

1

(Constant)

.392

.501

 

.781

.440

Struktur_Aktiva

.050

.013

.551

3.849

.000

a. Dependent Variable: Nilai_Perusahaan

Berdasarkan tabel diatas, maka diperoleh persamaan regresi linier sederhana untuk Struktur Aktiva dan Nilai Perusahaan yaitu sebagai berikut:

Y = α + β X

Y= 0,392 + 0,050X

Keterangan :

Y�� = Nilai Perusahaan

X� = Struktur Aktiva

Dari persamaan tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa nilai a atau konstanta sebesar 0,392 dan nilai koefisien Struktur Aktiva untuk variabel X sebesar 0,050 dan bertanda positif yang mempunyai arti, jika ada peningkatan Struktur Aktiva maka nilai perusahaan naik, ini menunjukan bahwa Struktur Aktiva mempunyai hubungan yang searah dengan Nilai Perusahaan.

3.    Uji Hipotesis pengaruh struktur aktiva terhadap nilai perusahaan

a.    Merumuskan hipotesis

H0 : menunjukkan bahwa variabel Struktur Aktiva secara parsial tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai perusahaan pada PT. Jasuindo Tiga Perkasa Tbk.

Ha : menunjukkan bahwa variabel Struktur Aktiva secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai perusahaan pada PT. Jasuindo Tiga Perkasa Tbk.

b.    Menentukan tingkat signifikansi

Tingkat signifikansi tersebut adalah sebesar a = 0,05 : 2 = 0,025 atau 2,5% dengan derajat kebebasan (df=n-k-1; n=jumlah sampel, k=jumlah variabel bebas) df = 36-3-1=32, dimana nilai ttabel pengujian dua arah sebesar 2,037.�

c.    Mencari nilai t hitung

Dengan bantuan software SPSS for Wondows versi 20, seperti terlihat pada tabel 4.7 diperoleh nilai thitung variabel struktur aktiva sebesar 3,849 adalah sebagai berikut:

Tabel 3

Uji Statistik t Hitung Struktur Aktiva

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t

Sig.

B

Std. Error

Beta

1

(Constant)

.392

.501

 

.781

.440

Struktur_Aktiva

.050

.013

.551

3.849

.000

a. Dependent Variable: Nilai_Perusahaan

d.    Menentukan daerah penerimaan atau penolakan hipotesis dengan membandingkan t hitung dengan t tabel dengan ketentuan.

-  Jika thitung > ttabel, atau -thitung < -ttabel maka H0 ditolak (signifikan)

-  Jika -ttabel� ≤ thitung ≤ ttabel maka H0 diterima (tidak signifikan)

Dari hasil perbandingan thitung dengan ttabel� dengan tingkat kekeliruan 5% ialah thitung > ttabel� (3,849 > 2,037) sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Nilai t positif menunjukan bahwa Struktur Aktiva mempunyai hubungan yang searah dengan Nilai Perusahaan. Nilai Sig lebih kecil dari nilai probabilitas 0,05 yakni sebesar 0,000. Dengan tingkat kepercayaan 95% dapat disimpulkan bahwa Struktur Aktiva secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan.

e.    Pengambilan keputusan hipotesis

Untuk mengetahui besaran pengaruh yang diberikan oleh variabel struktur aktiva terhadap nilai perusahaan dalam bentuk persentase maka dilakukan analisis koefisien determinasi bisa dilihat pada tabel berikut :

 

 

 

 

 

Tabel 4

Koefisien Determinasi Struktur Aktiva Terhadap Nilai Perusahaan

Model Summaryb

Model

R

R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1

.551a

.303

.283

.65402

a. Predictors: (Constant), Struktur_Aktiva

b. Dependent Variable: Nilai_Perusahaan

 

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat nilai koefisien determinasi dijelaskan dalam kolom Adjusted R square yaitu 0.283 (28.3%). Dengan demikian pengaruh variabel struktur aktiva terhadap nilai perusahaan adalah sebesar 28.3%.

Berdasarkan hasil uji statistik di atas maka hasil penelitian ini memperkuat teori Brigham dan Houston yang menyatakan bahwa struktur aktiva berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Struktur aktiva adalah penentuan berapa besar alokasi untuk masing-masing komponen aktiva secara garis besar dalam komposisinya yaitu aktiva lancar dan aktiva tetap. Ketika perusahaan memiliki proporsi aktiva berwujud yang lebih besar, penilaian assetnya menjadi lebih mudah sehingga permasalahan asimetri informasi menjadi lebih rendah. Dengan demikian, perusahaan akan mengurangi kemampuan penggunaan modal utangnya ketika proporsi aktiva berwujud meningkat.

Menurut Brigham dan Houston perusahaan yang aktivitasnya sesuai untuk dijadikan jaminan kredit cenderung lebih banyak menggunakan banyak utang. Pengukuran struktur aktiva dilakukan dengan melakukan suatu perbandingan antara total hutang jangka panjang perusahaan dengan total aktiva yang dimiliki. Pengukuran struktur aktiva dapat dilakukan dengan melihat proporsi aktiva tetap perusahaan terhadap total aktiva perusahaan secara keseluruhan.

Berdasarkan pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa struktur aktiva merupakan perbandingan antara aktiva tetap dan total aktiva.� Struktur aktiva dapat dipandang dari objek operasional yang pada dasarnya menggolongkan aktiva dalam perbandingan tertentu untuk keperluan operasi utama perusahaan. Untuk keperluan ini, struktur aktiva dapat dipandang dari dua sisi yaitu aktiva yang harus tersedia untuk beroperasi perusahaan selama periode akuntansi berlangsung serta aktiva yang harus disediakan untuk operasional perusahaan secara permanen.

Berkaitan dengan uraian tersebut, yang dimaksud dengan aktiva yang harus disediakan untuk operasi selama periode akuntansi berlangsung adalah golongan aktiva lancar. Aktiva lancar adalah uang kas dan aktiva lainnya yang dapat diharapkan untuk dicairkan atau ditukarkan menjadi uang tunai, dijual atau dikonsumsi dalam periode berikutnya, paling lama satu tahun atau dalam perputaran kegiatan perusahaan yang normal (Munawir, 2018).

B.       Pengaruh Struktur Modal terhadap Nilai Perusahaan

1.    Perkembangan Struktur Modal pada PT. Jasuindo Tiga Perkasa Tbk

Menurut Agus Sartono menyatakan struktur modal merupakan perimbangan jumlah utang jangka pendek yang bersifat permanen, utang jangka panjang, saham preferen dan saham biasa.

Sedangkan menurut Brigham dan Houston, struktur modal diukur dengan membandingkan total hutang dengan total asset, yang mencerminkan besarnya pandanaan melalui hutang baik hutang lancar maupun hutang jangka penjang terhadap asset secara keseluruhan.

Rasio struktur modal dalam penelitian ini diwakili oleh Debt To Asset Ratio.

Rasio Struktur modal dapat dihitung dengan rumus

 

Adapun data Perkembangan Struktur Modal pada PT. Jasuindo Tiga Perkasa, Tbk periode 31 Maret 2008- 31 Desember 2016 sebagai berikut.

Tabel 5

Perkembangan Struktur Modal PT. Jasuindo Tiga Perkasa,Tbk

Periode 31 Maret 2008-31 Desember 2016

(dalam %)

Periode

2008

2009

2010

2011

2012

2013

2014

2015

2016

Maret

66.21

47.16

55.24

34.42

35.87

49.37

57.43

61.02

62.64

Juni

44.46

64.15

57.85

42.91

46.49

57.15

69.34

69.70

68.05

September

36.13

57.36

50.66

45.04

55.38

67.88

65.46

73.83

70.79

Desember

43.20

44.91

34.91

39.84

53.81

57.92

56.79

60.44

47.38

Rata-rata

47.50

53.40

49.67

40.55

47.89

58.08

62.26

66.25

62.22

Struktur

Modal

Tertinggi

66.21

64.15

57.85

45.04

55.38

67.88

69.34

73.83

70.79

Struktur

Modal

�terendah

36.13

44.91

34.91

34.42

35.87

49.37

56.79

60.44

47.38

Sumber : Laporan Keuangan PT. Jasuindo Tiga Perkasa, Tbk Periode 31 Maret 2008- 31 Desember 2016 dari situs www.idx.co.id di olah peneliti

 

����������� Dari data tabel 4.9 diatas diketahui bahwa Struktur Modal PT. Jasuindo Tiga Perkasa, Tbk periode Maret 2008 � Desember 206 mengalami fluktuasi. Pada periode ini dapat diketahui bahwa September tahun 2015 PT. Jasuindo Tiga Perkasa, Tbk mendapat nilai Struktur Modal tertinggi yaitu 73,83% sedangkan pada Maret tahun 2011 mendapat rata-rata nilai Struktur Modal terendah yaitu 34,42%.

2.    Analisis Regresi Linier Sederhana Struktur Modal dan Nilai Perusahaan

Hasil dari pengolahan data untuk model regresi linier sederhana adalah sebagai berikut:

Tabel 6

Tabel Coefficients Regresi Linier Sederhana

Struktur Modal dan Nilai Perusahaan

Coefficientsa

Model

Unstandardized

Coefficients

Standardized Coefficients

t

Sig.

B

Std. Error

Beta

1

(Constant)

4.258

.550

 

7.737

.000

Struktur_Modal

-.037

.010

-.533

-3.678

.001

a. Dependent Variable: Nilai_Perusahaan

�� Berdasarkan tabel diatas, maka diperoleh persamaan regresi linier sederhana untuk Struktur Modal dan Nilai Perusahaan yaitu sebagai berikut:

Y = α + β X

Y= 4,258 - 0,037X

Keterangan :

Y�� = Nilai Perusahaan

X = Struktur Modal

Dari persamaan tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa nilai a atau konstanta sebesar 4,258 dan nilai koefisien Struktur Modal untuk variabel X sebesar 0,037 dan bertanda negative yang mempunyai arti, jika ada peningkatan Struktur modal maka nilai perusahaan turun, ini menunjukan bahwa Struktur modal mempunyai hubungan yang berlawanan arah dengan Nilai Perusahaan.

3.    Uji Hipotesis pengaruh struktur modal terhadap nilai perusahaan

a.    Merumuskan hipotesis

H0 : �menunjukkan bahwa variabel Struktur Modal secara parsial tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai perusahaan pada PT. Jasuindo Tiga Perkasa Tbk.

Ha : menunjukkan bahwa variabel Struktur Modal secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai perusahaan pada PT. Jasuindo Tiga Perkasa Tbk.

b.    Menentukan tingkat signifikansi

Tingkat signifikansi tersebut adalah sebesar a = 0,05 : 2 = 0,025 atau 2,5% dengan derajat kebebasan (df=n-k-1; n=jumlah sampel, k=jumlah variabel bebas) df = 36-3-1=32, dimana nilai ttabel pengujian dua arah sebesar 2,037.�

c.    Mencari nilai t hitung

Dengan bantuan software SPSS for Wondows versi 20, seperti terlihat pada tabel 4.11 diperoleh nilai thitung variabel struktur modal sebesar -3,678 adalah sebagai berikut:

Tabel 7

Uji Statistik t Hitung Struktur Modal

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t

Sig.

B

Std. Error

Beta

1

(Constant)

4.258

.550

 

7.737

.000

Struktur_Modal

-.037

.010

-.533

-3.678

.001

a. Dependent Variable: Nilai_Perusahaan

 

d.    Menentukan daerah penerimaan atau penolakan hipotesis dengan membandingkan t hitung dengan t tabel dengan ketentuan.

-       Jika thitung > ttabel, atau -thitung < -ttabel maka H0 ditolak (signifikan)

-       Jika -ttabel� ≤ thitung ≤ ttabel maka H0 diterima (tidak signifikan)

Dari hasil perbandingan thitung dengan ttabel� dengan tingkat kekeliruan 5% ialah -thitung < -ttabel� (-3,678 < -2,037) sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Nilai t negatif menunjukan bahwa Struktur Modal mempunyai hubungan yang berlawanan arah dengan Nilai Perusahaan. Nilai Sig lebih kecil dari nilai probabilitas 0,05 yakni sebesar 0,001. Dengan tingkat kepercayaan 95% dapat disimpulkan bahwa Struktur Modal secara parsial berpengaruh negative dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan.

e.    Pengambilan keputusan hipotesis

Untuk mengetahui besaran pengaruh yang diberikan oleh variabel struktur modal terhadap nilai perusahaan dalam bentuk persentase maka dilakukan analisis koefisien determinasi bisa dilihat pada tabel berikut :

Tabel 8

Koefisien Determinasi Struktur Modal Terhadap Nilai Perusahaan

Model Summaryb

Model

R

R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1

.533a

.285

.264

.66281

a. Predictors: (Constant), Struktur_Modal

b. Dependent Variable: Nilai_Perusahaan

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat nilai koefisiien determinasi dijelaskan dalam kolom Adjusted R square yaitu 0.264 (26.4%). Dengan demikian pengaruh variabel struktur modal terhadap nilai perusahaan adalah sebesar 26.4%.

Berdasarkan hasil uji di atas maka hasil penelitian ini memperkuat teori Mogdiliani dan Miller, yang menyatakan bahwa nilai perusahaan ditentukan oleh struktur modal. Masalah struktur modal merupakan masalah yang sangat penting bagi setiap perusahaan, karena baik buruknya struktur modal akan mempunyai efek yang langsung terhadap posisi keuangan perusahaan. Suatu perusahaan yang mempunyai struktur modal yang tidak baik, dimana mempunyai hutang yang sangat besar akan memberikan beban berat kepada perusahaan yang bersangkutan, tetapi apabila struktur modal perusahaan baik maka akan meningkatkan nilai perusahaan (Riyanto, 2001).

Hasil penelitian ini juga memperkuat penelitian oleh Sudarman yang meneliti tentang pengaruh struktur modal, kebijakan dividen dan kinerja terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian Sudarman menunjukkan struktur modal (leverage) berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan, tetapi ada perbedaan terkait hasil pengaruh ROA. Pada penelitian Sudarman ROA berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan sedangkan pada penelitian ini ROA tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

C.       Pengaruh Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan

1.    Perkembangan Profitabilitas pada PT. Jasuindo Tiga Perkasa, Tbk

(Sartono, 2001) menjelaskan bahwa profitabilitas adalah kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungannya dengan penjualan, total aktiva, maupun modal sendiri. Sedangkan menurut Bambang Riyanto profitabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu.

Return on Assetss adalah bagian dari rasio profitabilitas. Rasio profitabilitas sendiri merupakan alat evaluasi untuk pengukuran kinerja keuangan yaitu sejauh mana kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Keown et al. juga menjelaskan bahwa ROA sebagai bagian dari rasio profitabilitas merupakan alat dalam evaluasi kinerja keuangan. Profitabilitas adalah hasil akhir dari sejumlah kebijakan dan keputusan yang dilakukan oleh perusahaan (Brigham & Houston, 2001). Jadi, jika beberapa pendapat tersebut dihubungkan maka ada hubungan antara kebijakan, keputusan, investasi dan laba sebagai hasil akhir.

Bambang Riyanto untuk menghitung pengembalian total asset dapat menggunakan rumus sebagai berikut :

 

 

Dalam penelitian ini tingkat profitabilitas dalam suatu perusahaan diukur dengan menggunakan tolak ukur Return On Assets (ROA). Return On Assets yang dimaksud untuk mengukur perbandingan laba sebelum pajak dengan total aktiva dalam periode yang sama yang di capai. Dengan rumus :

 

Adapun data Perkembangan Profitabilitas pada PT. Jasuindo Tiga Perkasa, Tbk periode 31 Maret 2008- 31 Desember 2016 ditampilkan pada tabel di lembar berikut.

Tabel 9

Perkembangan Profitabilitas PT. Jasuindo Tiga Perkasa,Tbk

Periode 31 Maret 2008- 31 Desember 2016

(dalam %)

Periode

2008

2009

2010

2011

2012

2013

2014

2015

2016

Maret

1.96

1.27

1.57

1.35

1.79

1.10

0.99

0.77

1.26

Juni

3.22

3.73

8.23

5.54

3.49

1.06

1.28

1.6

1.92

September

9.92

6.34

16.82

12.06

5.98

3.14

7.18

0.48

5.31

Desember

9.89

22.63

42.70

34.05

12.63

9.50

10.22

10.06

9.37

Rata-rata

6.25

8.49

17.33

13.25

5.97

3.70

4.92

3.23

4.47

ROA

Tertinggi

9.92

22.63

42.7

34.05

12.63

9.50

10.22

10.06

9.37

ROA

�terendah

1.96

1.27

1.57

1.35

1.79

1.06

0.99

0.48

1.26

��

Dari data tabel 4.13 diatas diketahui bahwa profitabilitas PT. Jasuindo Tiga Perkasa, Tbk periode 31 Maret 2008 � 31 Desember 2016 mengalami fluktuasi. Pada periode ini dapat diketahui bahwa Desember tahun 2010 PT. Jasuindo Tiga Perkasa, Tbk mendapat nilai profitabilitas tertinggi yaitu 42,07% sedangkan pada September tahun 2015 mendapat� nilai profitabilitas terendah yaitu 0,48%.

Berdasarkan grafik diatas, bahwa profitabilitas PT. Jasuindo Tiga Perkasa, Tbk mengalami kondisi yang fluktuatif. Desember tahun 2010 PT. Jasuindo Tiga Perkasa, Tbk mendapat nilai profitabilitas tertinggi yaitu 42,7% sedangkan September tahun 2015 mendapat� nilai profitabilitas terendah yaitu 0,48%.

2.    Analisis Regresi Linier Sederhana Profitabilitas dan Nilai Perusahaan

Hasil dari pengolahan data untuk model regresi linier sederhana adalah sebagai berikut:

 

 

 

 

Tabel 10

Tabel Coefficients Regresi Linier Sederhana

Profitabilitas dan Nilai Perusahaan

 

Coefficientsa

Model

Unstandardized

Coefficients

Standardized Coefficients

t

Sig.

B

Std. Error

Beta

1

(Constant)

2.242

.169

 

13.237

.000

ROA

.004

.014

.053

.308

.760

a. Dependent Variable: Nilai_Perusahaan

Berdasarkan tabel diatas, maka diperoleh persamaan regresi linier sederhana untuk profitabilitas dan Nilai Perusahaan yaitu sebagai berikut:

Y = α + β1 X

Y= 2,242 + 0,004 X

Keterangan :

Y�� = Nilai Perusahaan

X = Profitabilitas

Dari perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa nilai a atau konstanta sebesar 2,242 dan nilai koefisien profitabilitas untuk variabel X sebesar 0,004 dan bertanda postitif yang mempunyai arti, jika ada peningkatan profitabilitas maka nilai perusahaan naik, ini menunjukan bahwa profitabilitas mempunyai hubungan yang searah dengan Nilai Perusahaan.

3.� Uji Hipotesis pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan

a.    Merumuskan hipotesis

H0 : menunjukkan bahwa variabel profitabilitas secara parsial tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai perusahaan pada PT. Jasuindo Tiga Perkasa Tbk.

Ha : menunjukkan bahwa variabel profitabilitas secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai perusahaan pada PT. Jasuindo Tiga Perkasa Tbk.

b.    Menentukan tingkat signifikansi

Tingkat signifikansi tersebut adalah sebesar a = 0,05 : 2 = 0,025 atau 2,5% dengan derajat kebebasan (df=n-k-1; n=jumlah sampel, k=jumlah variabel bebas) df = 36-3-1=32, dimana nilai ttabel pengujian dua arah sebesar 2,037.�

c.    Mencari nilai t hitung

Dengan bantuan software SPSS for Wondows versi 20, seperti terlihat pada tabel 4.15 diperoleh nilai thitung variabel profitabilitas sebesar 0,308 adalah sebagai berikut:

Tabel 11 Uji Statistik t Hitung profitabilitas

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t

Sig.

B

Std. Error

Beta

1

(Constant)

2.242

.169

 

13.237

.000

ROA

.004

.014

.053

.308

.760

a. Dependent Variable: Nilai_Perusahaan

 

d.    Menentukan daerah penerimaan atau penolakan hipotesis dengan membandingkan t hitung dengan t tabel dengan ketentuan.

-       Jika thitung > ttabel, atau -thitung < -ttabel maka H0 ditolak (signifikan)

-       Jika -ttabel� ≤ thitung ≤ ttabel maka H0 diterima (tidak signifikan)

Dari hasil perbandingan thitung dengan ttabel� dengan tingkat kekeliruan 5% ialah thitung < ttabel� (0,308 < 2,037) sehingga H0 diterima dan Ha ditolak. Nilai t positif menunjukan bahwa profitabilitas mempunyai tidak mempunyai hubungan dengan Nilai Perusahaan. Nilai Sig lebih besar dari nilai probabilitas 0,05 yakni sebesar 0,760. Dengan tingkat kepercayaan 95% dapat disimpulkan bahwa profitabilitas secara parsial tidak berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan.

e.    Pengambilan keputusan hipotesis

Untuk mengetahui besaran pengaruh yang diberikan oleh variabel profitabilitas terhadap nilai perusahaan dalam bentuk persentase maka dilakukan analisis koefisien determinasi bisa dilihat pada tabel berikut:

 

 

 

 

Tabel 12

Koefisien Determinasi Profitabiltias Terhadap Nilai Perusahaan

Model Summaryb

Model

R

R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1

.053a

.003

-.027

.78254

a. Predictors: (Constant), ROA

b. Dependent Variable: Nilai_Perusahaan

 

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat nilai koefisiien determinasi dijelaskan dalam kolom Adjusted R square yaitu 0.027 (2.7%). Dengan demikian pengaruh variabel profitabilitas terhadap nilai perusahaan adalah sebesar 2.7%.

Berdasarkan hasil uji di atas maka hasil penelitian ini memperlemah� teori Ang yang mengungkapkan bahwa rasio profitabilitas atau rasio rentabilitas menunjukkan keberhasilan dalam menghasilkan keuntungan(Ang, 1997). Kusumastuti mengatakan, profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba pada masa mendatang dan merupakan indikator dari keberhasilan operasi perusahaan (Kusumastuti, Supatmi, & Sastra, 2007). Hasil penelitian ini memperlemah mungkin dikarenakan rasio profitabilitas yang digunakan hanya ROA saja, yang mana menurut Horne dan Wachowicz mengatakan bahwa, rasio profitabilitas terdiri atas dua jenis yaitu, rasio yang menunjukkan profitabilitas dalam kaitannya dengan penjualan (margin laba kotor dan margin laba bersih), dan profitabilitas dalam kaitannya dengan investasi yaitu return on asset (ROA) Return on equity (ROE) (Horne & Wachowicz, 2012).

Hasil penelitian ini juga memperlemah teori yang di kemukakan J.C.V. Horne & J.M. Wachowicz yang menyatakan bawa profitabilitas yang tinggi menunjukan prospek perusahaan yang baik sehingga investor akan merespon positif sinyal tersebut dan nilai perusahaan akan meningkat. Investor menanamkan saham pada sebuah perusahaan dengan tujuan untuk mendapatkan return, yang terdiri dari yield dan capital gain. Semakin tinggi kemampuan memperoleh laba, maka semakin besar return yang diharapkan investor, sehingga menjadikan nilai perusahaan menjadi lebih baik.

Hasil penelitian ini juga memperlemah hasil penelitian dari Carlson dan Bathala, yang berjudul �Ownership differences and firms� income smoothing behavior�, yang menyatakan ROA berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Sedangkan pada penelitian ini ROA tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

 

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan mengenai mengenai pengaruh struktur aktiva, struktur modal dan profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan PT. Jasuindo Tiga Perkasa, maka peneliti dapat menarik kesimpulan sebagai berikut :

1.    Struktur aktiva berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan PT. Jasuindo Tiga Perkasa Tbk. Hal ini terbukti dengan hasil uji hipotesis yang menunjukkan bawa thitung3,849 lebih besar dari ttabel2,037.�� Nilai Sig lebih kecil dari nilai probabilitas 0,05 yakni sebesar 0,000. Dengan tingkat kepercayaan 95% dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian ini memperkuat teori Brigham dan Houston yang menyatakan bahwa struktur aktiva berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.

2.    Struktur modal berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan PT. Jasuindo Tiga Perkasa Tbk. Hal ini terbukti dengan hasil uji hipotesis yang menunjukkan bawa thitung-3,678 lebih besar dari� ttabel-2,037.�� Nilai Sig lebih kecil dari nilai probabilitas 0,05 yakni sebesar 0,001. Dengan tingkat kepercayaan 95% dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian ini ini memperkuat teori Mogdiliani dan Miller, yang menyatakan bahwa nilai perusahaan ditentukan oleh struktur modal. Suatu perusahaan yang mempunyai struktur modal yang tidak baik, dimana mempunyai hutang yang sangat besar akan memberikan beban berat kepada perusahaan yang bersangkutan, hasil penelitian ini juga memperkuat penelitian oleh Sudarman yang meneliti tentang pengaruh struktur modal, kebijakan dividen dan kinerja terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian Sudarman menunjukkan struktur modal (leverage) berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan.

3.    Profitabilitas tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan pada perusahaan PT. Jasuindo Tiga Perkasa Tbk. Hal ini terbukti dengan hasil uji hipotesis yang menunjukkan bawa thitung0,308 lebih kecil dari� ttabel2,037.�� Nilai Sig lebih besar dari nilai probabilitas 0,05 yakni sebesar 0,760. Dengan tingkat kepercayaan 95% dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian ini memperlemah� teori Ang yang mengungkapkan bahwa rasio profitabilitas menunjukkan keberhasilan dalam menghasilkan keuntungan. Kusumastuti mengatakan, profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba pada masa mendatang dan merupakan indikator dari keberhasilan operasi perusahaan. Hasil penelitian ini memperlemah mungkin dikarenakan rasio profitabilitas yang digunakan hanya ROA saja, yang mana menurut Horne dan Wachowicz mengatakan bahwa, rasio profitabilitas terdiri atas dua jenis yaitu, rasio yang menunjukkan profitabilitas dalam kaitannya dengan penjualan (margin laba kotor dan margin laba bersih), dan profitabilitas dalam kaitannya dengan investasi yaitu return on asset (ROA) Return on equity (ROE).

4.    Struktur aktiva, struktur modal dan profitabilitas secara simultan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, hal ini terbukti dengan hasil uji hipotesis yang menunjukkan bawa Fhitung 5,781 lebih besar dari� Ftabel2,90. Nilai Sig lebih kecil dari nilai probabilitas 0,05 yakni sebesar 0,003.� Besaran pengaruh yang diberikan oleh struktur aktiva, struktur modal dan profitabilitas atau Adjusted R square yaitu sebesar 0,291 atau 29%. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh struktur aktiva, struktur modal dan profitabilitas secara simultan terhadap nilai perusahaan adalah sebesar 29%. Sedangkan sisanya yaitu sebesar 71% didapat dari (100%-29%=71%), merupakan pengaruh dari faktor lain yang tidak diteliti seperti tingkat penjualan, skala perusahaan, kondisi intern perusahaan dan ekonomi makro dll. Hasil penelitian ini memperkuat teori yang dikemukana oleh Fama yang menyebutkan bahwa nilai perusahaan akan tercermin dari harga pasar sahamnya. Hasil penelitian menunjukan hasil positif dan signifikan serta memperkuat teori dan penelitian terdahulu meskipun ada beberapa yang merevisi seperti terkait ROA, hal ini menandakan struktur aktiva dan struktur modal penting untuk diperhatikan oleh pihak PT Jasuindo Tiga Perkasa. Profitabilitas secara parsial tidak berpengaruh dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan.� Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya factor lain yang mempengaruhi hubungan rasio profitabilitas (ROA) dengan nilai perusahaan, seperti Margin Laba Kotor (Gross Profit Margin), Marjin Laba Bersih (Net Profit Margin), Return on Equity (ROE),� Return on Sales (ROS), Return on Capital Employed (ROCE), Return on Investment (ROI) dan Earning Per Share (EPS). secara optimal maka sistem tersebut dapat memberi manfaat dalam pembelajaran.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BIBLIOGRAFI

 

Ang, Robert. (1997). Buku pintar pasar modal Indonesia. Jakarta: Mediasoft Indonesia.

 

Atmaja, Lukas Setia. (2008). Teori dan praktik manajemen keuangan. Yogyakarta: Andi.

 

Brigham, Eugene F., & Houston, Joel F. (2001). Manajemen Keuangan. Buku 1 edisi 8. Jakarta: Erlangga.

 

Fama, Eugene F. (1978). The effects of a firm�s investment and financing decisions on the welfare of its security holders. The American Economic Review, 68(3), 272�284.

 

Hafidhuddin, Didin. (2003). Manajemen syariah dalam praktik. Gema Insani.

 

Horne, James C. Van, & Wachowicz, John M. (2012). Prinsip-prinsip manajemen keuangan. Jakarta: Salemba Empat.

 

Karnadi, Steve H. (1993). Manajemen Pembelanjaan. Yayasan Promotion Humania Edisi Kedua. Jakarta.

 

Kusumastuti, Sari, Supatmi, Supatmi, & Sastra, Perdana. (2007). Pengaruh board diversity terhadap nilai perusahaan dalam perspektif corporate governance. Jurnal Akuntansi Dan Keuangan, 9(2), 88�98.

 

Munawir, Slamet. (2018). Analisa laporan keuangan. Liberty.

 

Riyanto, Bambang. (2001). Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan Edisi 4. Yogyakarta: Bpfe.

 

Salvatore, Dominick. (2005). Ekonomi Manajerial dalam Perekonomian Global. Salemba Empat: Jakarta.

 

Sartono, Agus. (2001). Manajemen keuangan teori dan aplikasi. Yogyakarta: BPFE.

 

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, 147.). Bandung: Alfabeta.